bab.2 flashback

1.1K 94 13
                                        

Di tengah malam CW mulai merasa kedinginan namun apalh daya dia tidak diberikan kain oleh Butss hanya ada handuk kecil di sofa itu

Dia pun memakainya untuk menutupi badannya setidaknya rasa dinginnya berkurang 00000000.01%. Butss yang mendengar grasak grusuk dari arah sofa pun terganggu dia turun dari kasurnya dan melihat apa yang terjadi

"Oh nih bocah kedinginan" Butss pun mengambilkan CW selimut untuk menutup tubuh CW yang kedinginan serta bantal untuk menjadi sandaran kepala CW

"Lo manis tapi maaf we lo yang mulai duluan" ucap Butss sambil memperhatikan CW

//Flashback

Di SMA esport school

"Heh lo minta duit"

"Aku ga punya uang, uang aku habis semua karena kalian minta terus" Butss

"Halah alasan lo" CW pun langsung memukul Butss berulang kali membuat sekujur tubuh Butss menjadi luka

Setelah itu CW pun merobek baju Butss hingga terpampang secara jelas tubuh Butss

Bukan hanya hari itu Butss di bully oleh CW dan teman² nya namun berulang kali sehingga membuat Butss sangat trauma dan memutuskan untuk homeschooling sekalian untuk menyembuhkan mentalnya yang sangat tidak karuan saat itu

2 tahun kemudian Butss sudah sembuh dengan mentalnya akhirnya dia memutuskan untuk mengikuti Esport yaitu Onic Esport, namun sialnya dia bertemu dengan orang yang membully nya dulu

Namun saat itu CW sudah berubah dia melihat Butss dia ingin meminta maaf dengannya namun CW sangat takut, jujur saja saat itu CW mulai menyukai Butss. Dari situ lah awal kisah dimulai

Flashback off

"I'm sorry" ucap Butss sambil mengecup bibir CW

"Manis, tpi ini semua belum berakhir Calvin Winata" setelah itu Butss memutuskan untuk tidur kembali

//keesokan harinya

05:30

Suara deringan HP milik Butss mengganggu tidurnya yang tenang

"Halo mom kenapa?" Butss

"Halo Satrya gimana keadaan kamu? Baik?" mama Butss

"Akh baik ma, mama gimana?" Butss

"Mama baik kok, oh iya nanti sore bisa pulang? Ada yang mama mau bicarain"

"Nge bicarain apa ma? Kok kayak penting banget" Butss

"Nanti dirumah ya mama sama papa kamu bicarain, yang penting kamu pulang dulu, tadi mama sudah minta ke coach kalian untuk izin selama seminggu"

"Oh iya ma, yaudah kalo gitu Satrya mau packing dulu, yaudah mah udah ya lop yu" Butss

Butss segera turun dari kasurnya ia segera mengemasi barangnya setelah mengemasi barangnya dia pun mandi stelah mandi dia memakai baju yang sempat ia pilih tadi. Namun dia tidak sengaja menatap CW yang sedang tertidur pulas dengkuran halus dapat didengar oleh Butss

"Lucu" ucap Butss namun dia segera menyadarkan hal itu

"Apaan sih"

"Woi bangun lo, eh panas" ucap Butss dia segera mengambil kompres dan memakaikannya ke CW

"Eunghh" CW terbangun

"Diem" Butss

"Eh t-tya m-maaf biar aku aja" CW

"DIEM" oke CW bungkam

"Minum obat lo" Butss

"Ga mau pait" CW

"Nurut atau gw seret lo" Butss

CW segera meminum obatnya karena dia takut dengan ancaman butss

"Bagus, kalo ga mau gw kasarin nurut sekali sekali capek gw kudu mukul lo dulu sampe babak belur meskipun lo dulu begitu ke gw" Butss

"M-maaf" CW

"Halah telat, lo harus ngerasain apa yang gw rasain, jangan harap idup lo tenang" Butss

Setelah itu Butss pergi ke ruang tengah

"Kenapa gw khawatirin dia sih? Ah udahlah ga penting" Butss
















Tereng tereng dah segini dulu, kehabisan ide

Mau lanjutin yang book Banako dulu 😘

Vote dan komen ya man teman rorrr

Karma is real (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang