Hari sudah malam Udil terlalu lama berlarut dalam kesedihan sehingga dia tidak sadar sekarang sudah jam 8 malam, akhirnya dia pun keluar dari WC dan pergi meninggalkan cafe
Udil membawa motornya dengan kecepatan penuh dengan membawa perasaan emosi, marah, sedih serta kecewa namun dia tidak tau harus berbuat apa. Malam ini dia menyusuri kota tanpa tau tujuan kemana dia akan pergi bahkan lampu merah di terobos olehnya
Karena kecepatan motornya yang diluar kendali dia tidak menyadari ada mobil yang melaju kencang dihadapannya dia ingin menghindar tetapi
//BRAK
Darah berceceran kemana mana motornya yang hancur dan orang² sudah banyak yang berkumpul membuat dirinya menjadi sesak
"T-tolong t-tolong" menggelap tidak ada cahaya apapun semuanya gelap
Polisi dan mobil ambulance sudah datang. Mobil itu membawa Udil pergi meninggalkan tempat itu
//dirumah sakit
"Ayo cepat cepat cepat pasien harus segera ditangani" Dokter
"Apakah ada keluarga pasien yang bisa dihubungi?"
"Spertiny ada dok sebentar tadi saya menemukan handphone nya tergeletak banyak goresan tetapi masih bisa nyala sebentar ya saya telpon keluarganya dulu" Suster
//di rumah Calvin
"Kok perasaan gw tiba² gaenak gini ya" Calvin
/PRANG
"Eh? Bunda?" Calvin pun segera berlari menuju dapur
"Bun? Bunda kenapa, ada yang luka?" Calvin
"BUNDAA BUNDA KENAPA?" Gugun
"Bunda ga kenapa kenapa, tapi kok tiba² perasaan bunda jadi gaenak gini ya" Vicka
/derrtt....derrttt
"Eh ada telfon siapa ya" Vicka pun mengangkat telfon tersebut
"Halo? Siapa ya?" Vicka
"Loh buk Vicka, apakah benar ibu adalah keluarga atas nama Udil Surbakti?" Suster
"Iya sus ada apa ya?" Vicka
"Jadi gini bu, keluarga pasien diharap datang ke rumah sakit karena pasien bernama Udil Surbakti kecelakaan diakibatkan membawa motor diluar persyaratan kecepatan"
//deg
Lemas, Vicka saat ini sudah tidak bisa menahan kakinya akhirnya dia pun terduduk dilantai dengan beberapa pecahan kaca yang diakibatkan gelas yang terjatuh tadi
"Bun bun bunda kenapa?" Calvin
"Bunda?" Gugun
"Udil..." Vicka
"Udil.. Udil kenapa bun" Calvin
"D-dia dia kecelakaan" tidak kuasa menahan air matanya Vicka menangis sementara Calvin dan Gugun masih terkejut dan tidak percaya
"Bun? Bohong kan? Bunda gamungkin bun" Calvin
"Hikss h-hikss ga ada yang ga mungkin nak hiks sekarang kalian siap siap kita kerumah sakit" Vicka
"Bun..." Calvin dan Gugun membantu Vicka berdiri dan membawanya ke sofa diruang tamu
"Bunda duduk ya, Calvin sama Gugun siap² dulu"
//skip
"Yuk bun, Calvin aja yang bawa mobil nya ya bunda tenangin diri dulu" Calvin
//skip rumah sakit
KAMU SEDANG MEMBACA
Karma is real (END)
Romancega tau nying, kalo ga suka mah skip aja ini lapak bl, jngn pada salpak di lapak gw
