"Ibu, ayah aku pamit"
"Aku harap kalian semua sehat selalu"
Perilaku hormat dan tundukan seorang pemuda dermawan seolah menjadi kesedihan mendalam
Semua pelayan maupun keluarga berkumpul di kediaman keluarga pemuda putra bungsu gubernur, dia adalah putra kesayangan ayahnya terkenal karena kedermawanan dan paras nya yang cantik seperti bunga teratai
Dia akan menempuh perjalanan menuju seowon untuk menempuh pendidikan di sekolah khusus yang dimiliki kerajaan, itu sebabnya semua orang berkumpul di kediaman gubernur
"Jaga dirimu baik baik putraku, ini pertama kalinya kau pergi meninggalkan kami untuk hidup sendiri" ucap seorang gubernur yang berkedudukan tinggi
"Baik ayah"
"Kami menerima kabar dari sekolah bahwa barangmu sudah tiba disana"
"Aku berterima kasih atas kebaikan ayah, tetapi aku tidak ingin pergi dengan tandu, itu hanya akan menyusahkan para pelayan, aku hanya perlu membawa bongsu"
(Bongsu adalah pelayan pribadinya)
Namanya adalah park jimin, dia akan menempuh pendidikan di universitas kerajaan dikirim oleh ayahnya tanpa alasan, setiap pelajar yang bersekolah disana bukan orang sembarangan, mereka terdiri dari anak yang paling berkuasa di kerajaan ataupun bangsawan tingkat 1 karena sulitnya untuk masuk, jimin termasuk orang yang cukup pintar karena telah lulus seleksi ujian masuk meskipun diluar kemampuan ayahnya yang berkuasa sebagai gubernur
Semua yang bersekolah disana pastinya nanti akan memiliki kedudukan di istana untuk pemerintahan itu sebabnya ayahnya juga mengirimnya kesana setelah kakak kakaknya sudah memiliki jabatan fi kerajaan, kini si bungsu lah yang tersisa dari mereka
"Tuan muda,apa anda tidak lelah, padahal anda bisa naik tandu atau kuda dari pada harus berjalan"
Pelayan pribadi pemuda itu mengeluh dengan napas cepat karena lelah, tuan muda nya tetap bersikukuh ingin berjalan kaki menuju seowon, bongsu pun tak habis pikir, dan yang di panggil tuan muda malah tersenyum menjulurkan tangannya
"Kalau kau lelah kita bisa beristirahat dulu" pemuda itu menarik semua bawaan dari bongsu serta membuatnya terkejut
"Tuan muda! Apa yang kau lakukan!"
"Tidak apa2, kau sudah cukup lelah membawa barang barangku, aku akan membawanya sendiri"
Betapa beruntungnya bongsu menjadi pelayan tuan yang baik hati, dia bersyukur meskipun dia memang membutuhkan uang dengan menjadi pelayan
"Tuan muda, jangan membuat aku menyiksa batinku sendiri, tolong berikan barangnya"
Bongsu merasa tidak enak hati bahwa tuannya itu terus saja berjalan dan bersikukuh ingin membawa tas nya, hingga mereka sampai universitas
Jimin menurunkan barang bawaannya di depan pintu kamar asrama nya di warnai isak tangis bongsu
"Sepertinya saya harus mengucapkan selamat tinggal..Apa yang harus saya lakukan tanpa anda tuan muda" bongsu mengusap matanya dengan lengannya
"Jangan menangis bongsu, aku juga sudah mengatur toko obat untuk pengiriman kerumahmu setiap satu bulan sekali, ibumu pasti akan sembuh dan jaga kesehatanmu juga"
Pelayan jimin memiliki ibu yang sedang sakit itu sebabnya dia rutin membantu pelayannya mengirimkan obat untuk ibunya karena kedermawanannya
"Tuan muda anda memang berhati lembut"
Jimin mengemas semua barang barangnya dan mengambil buku serta meletakan meja di depan asrama nya, dia tidak ingin beristirahat di kamar nya karena dia ingin menunggu teman sekamarnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Prince flower
Cinta"Seseorang mengatakan apa yang kamu tabur itu adalah yang kamu tuai, aku tidak pernah menyangka bahwa hidupku akan berakhir menyedihkan setelah tuduhan penghianatan yang berakhir menghilangkan nyawa" Jikook-kookmin
