PG house adalah sebuah asrama khusus untuk para penyelamat galaxy ia sudah di resmikan dari tahun 1903 namun sayangnya ia di tutup pada tahun 2003 kemudian ia di buka lagi hingga sekarang 2024.
Banyak kisah-kisah kelam yang terkandung dalam asrama...
Malam itu suara tembakkan menggema di mana-mana, kaca jendela mulai pecah terkena tembakkan yang melesat, malam itu benar-benar sebuah malam kehancuran bagi PG House setelah hampir 20 tahun kejadian ini tidak pernah terulang lagi.
Semua sudah porak poranda akibat pembantaian yang terjadi, darah.. dan maya+ ada di mana-mana.. semuanya benar-benar berantakan
Saat hari mulai pagi
Para peneror itu pergi dengan tergesa-gesa agar identitas mereka tidak terlihat
Setelah menunggu beberapa saat, tim medis datang membawa para anggota PG House ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut, setelah sudah sampai di rumah sakit para medis segera merawat luka anggota PG House
Sementara itu di lokasi PG House pihak tapops sedang menyelidiki kasus pembantaian malam tadi, dari 800 anggota yangg gugur sekitar 300 orang, bercak Dar*h yang ada di dinding dan genangan Dar*h segera di bersihkan, namun untuk sementara anggota PG House tidak di perbolehkan tinggal di asrama itu selama masa perbaikan.
Halilintar menawarkan teman-temannya untuk tidur di rumahnya, namun jauh di Kota Hilir, teman-teman halilintar menerima tawaran dari halilintar, di hari itu juga mereka segera pergi ke kota hilir, perjalanan mereka memakan waktu hingga 4 jam
_________________________________________
Rumah Halilintar
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Author: bayangin aja itu di kota hilir yaa, heheeee
"Satu kamar dua orang, gapapa kan?" Ucap halilintar dengan nada datar.
"gapapaa" All, kec Halilintar.
Author: kalian buat list sendiri aja ya sesuka kalian soalnya tadi udah aku buat list-nya eh ga bisaa
Saat malam hari tiba
Semua sudah tertidur, malam begitu tenang dan begitu sunyi, tiba-tiba saja ketenangan itu berubah menjadi kebisingan dari suara tembakkan yang menggema, "bagaimana peneror itu tahu keberadaan mereka?" Itulah yang di pikirkan oleh halilintar.
di sisi lain Mara dan Lidya terburu-buru keluar dari kamar, sialnya saat mara dan lidya berlari peneror itu mengejar dan berhasil menembak kaki kanan Mara, mara berteriak kesakitan, Halilintar segera berlari menggendong Mara dengan Gaya Bridal style atau Bridal Carry
"Bertahanlah!" Ucap halilintar dengan tergesa-gesa.
"Sakit.." ucap mara dengan nada lirih.
Halilintar membawa Mara ke kamarnya, menidurkan Mara ke ranjang dengan perlahan-lahan dan sangat lembut, Halilintar mengobati luka pada kaki Mara setelah itu memperban kaki Mara
"kamu tunggu disini, jangan pergi keluar kamar tanpa aku suruh, kunci pintu dari dalam" Ucap Halilintar dengan khawatir dan terengah-engah.
"Aku takut hali.." ucap Mara dengan mata berkaca-kaca.
"Tidak perlu takut sayang, aku ada disini aku akan melindungi kamu, percaya padaku kita semua akan selamat, ya?" Ucap halilintar berusaha menyakinkan Mara
Mara hanya menganggukkan kepalanya, halilintar mengelus kepala Mara dengan lembut dan akhirnya pergi keluar dari kamar.
Mara segera mengunci pintu kamar dan berdoa agar semuanya baik-baik saja dan cepat berlalu.
Suara tembakan terus terdengar dengan keras, mara ingin membantu teman-temannya tapi luka pada kaki Mara tidak menyakinkan untuk dirinya bisa ikut melawan sang peneror.
Mara melawan rasa sakit yang menyerangnya demi membantu teman-teman melawan sang peneror, Halilintar jelas terkejut dan khawatir dengan kondisi Mara yang jelas sangat tidak menyakinkan.
"Bukannya gue udah bilang jangan keluar kamar?! Lo keras kepala banget sih! Liat kaki lo, luka lo itu parah Mar, keras kepala banget sih lo" - Halilintar
"Li.. kamu pikir di saat kalian semua bertaruh nyawa melawan peneror itu, aku bisa hanya duduk diam menunggu kalian? itu ga mungkin li.. setidaknya kalau aku mati pun tidak sia-sia.." - Mara
Semua terdiam mendengar ucapan mara, mereka termotivasi dengan kata-kata mara "setidaknya kalau mati pun tidak sia-sia" mereka semua kembali semangat untuk melawan sang peneror itu.
Gempa mulai sadar kalau peneror itu meneror PG House karena ingin melenyapkan mereka semua!!! tapi.. apa alasannya? satu jawaban terbesit di pikiran Gempa yaitu karena popularitas dan mereka sangat kuat di banding anggota lain.
Halilintar segera menyiapkan mobil untuk membawa semuanya kembali ke kota rintis tepatnya ke asrama mereka PG House.
Mereka semua kembali ke kota Rintis tepatnya ke asrama mereka, benar saja beberapa pihak tapops sudah m*ti akibat si peneror, mereka mati mengenaskan dengan bagian tubuh yang tak utuh, perut yang bolong dan organ tubuh yang berantakan.
Semua yang melihat itu jelas sangat terkejut, takut dan tidak percaya..
"Apa yang terjadi.." - Hali
"Tidak mungkin..." - Gempa
"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Thorn takut" - Thorn berkata sembari memeluk Mara
"Tidak apa-apa Thorn, kita cari solusinya bersama-sama ya? Kita akan saling melindungi.. tidak akan ada yang m*ti setelah ini.." - Mara.
Tak lama itu Kaizo dan beberapa anggota tapops yang lain datang dan terkejut dengan apa yang terjadi di asrama itu.