R4

403 55 11
                                        

" Ayah Taehyung~ ".

Kim Yoona tersenyum lembut kala melihat sang Suami merentangkan tangan-Nya, menyambut pelukan hangat yang sangat mereka sukai.

Kim Minhoo mengecup pucuk kepala sang istri, perasaan lelah yang ia rasakan seketika lenyap setelah kehadiran wanita yang sangat ia cintai itu.

" Ingin makan dulu? ".

Minhoo menggeleng lalu kembali mengecup kening istri tersayang nya tersebut.

" Baiklah~ "

Yoona menatap suaminya dengan jari lentik menyapu wajah tegas Minhoo.

" Seseorang memberitahu ku bahwa putra kita begitu menakjubkan disana! ". Ucap Yoona tiba-tiba kala sang suami melepas pelukan dan menuntun nya menuju sofa mewah yang tersedia di ruang Kerja nya.

" Aku tahu, kau lupa disana banyak orang kepercayaan kita yang bisa diandalkan! ".

Kedua nya terduduk dengan satu tangan sang suami yang melingkar indah di pinggang ramping sang istri.

" Kau mengekang putra kita? ".

" Tidak sayang!, aku hanya tidak ingin suatu hal buruk terjadi padanya, apapun yang ia lakukan aku hanya akan memastikan dia baik-baik saja! ".

Yoona mengangguk mengerti, setelah nya kembali menatap Minhoo dengan serius.

" Oh iya Suami-ku~, Tuan Park mengundang kita untuk makan malam disebuah restorant miliknya malam ini! ".

Minhoo mengernyit namun mengangguk perlahan.

" Apa dia ingin kembali membicarakan putra nya untuk dijodohkan dengan putra kita? " Tanya Minhoo.

Yoona pun mengangguk lalu menghela nafas gusar.

" Sepertinya begitu, apa Kau menyetujui hubungan putra kita dengan putra Park itu, Yeobo~? ",

" Aku serahkan pada Taehyung, bagaimana pun dia yang akan menjalani hidupnya! ", ucap Minhoo bijak.

Yoona tersenyum hangat pada Minhoo, dia selalu bangga dengan keputusan suaminya itu.

" Kau tahu?, sebenarnya Aku sangat menyukai putra kedua Tuan dan Nyonya Jeon!, Suamiku~". Seketika Senyum Yoona mengembang dengan sangat manis.

Minhoo mengangguk lalu meraih lengan mulus sang istri dan di usap nya lembut.

" Aku pun begitu, hanya saja kita tunggu bagaimana keputusan putra kita sayang, hanya dia yang berhak memutuskan jalan hidupnya! ".

Yoona mengangguk lalu menyandarkan tubuhnya pada dada bidang sang suami.

" Aku tahu, hanya saja aku ingin mengutarakan sesuatu itu padamu! ".

" Baiklah aku mengerti, sekarang mari kita bersiap untuk nanti malam! ".

" Tentu! ".

Mereka hanya perlu menjalankan peran kedua orang tua kandung pemuda Kim tersebut.

_    _    _


Jungkook menyantap makan siangnya dengan khidmat, tingkah lucu nya saat makan dengan bibir yang maju beberapa centi tentu saja menjadi poin lebih kadar keimutannya.

Kepolosan dan tingkah lucunya yang natural dan alami membuat siapa saja yang menatap nya di buat gemas tak karuan.

Seperti beberapa sosok di sekelilingnya termasuk yang paling tampan menggertakkan gigi nya menahan diri untuk tidak mencubit pipi gembul itu.

RAINTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang