" Sampai kapan Kau seperti ini? ".
" Kami merindukan kau yang dulu! ".
" Kumohon kembali lah~ ".
" Dia sudah tenang disana! ".
.
.
.
" Apa yang kau katakan, sayang? ".
" H-hyungie—
" Jangan menguji diriku, Jungkook! ".
Jungkook menggigit cherry nya hingga terluka, sesak dan takut berkelut dalam hatinya.
Perasaan tak ikhlas jelas tersemat pada hati dan logika-nya.
" Tapi dia sangat membutuhkan mu, Hyungie~ ".
Taehyung mengusap wajahnya kasar, nasib memiliki kesayangan berhati lembut dan tak enakan membuat nya kalut sendiri.
" Dengar, sayang! ".
Taehyung memegang pundak si manis lalu menarik tubuh mungil itu kedalam dekapannya, usapan pada rambut belakang dan punggung sempit itu ia lakukan.
Jungkook merasa lebih tenang dengan pikirannya pun ikut melembut.
" Apa dia yang meminta mu melakukannya? ".
Jungkook langsung menggeleng kan kepala sedikit kencang, ia tak mau Hyung-nya di salahkan.
" T-tidak hyungie~, aku hanya berfikir kau yang pantas bersamanya karena aku melihat begitu dekatnya kalian dan saling mengerti sama lain! ".
Jungkook berujar cepat sembari menikmati dekapan hangat si tampan yang membuatnya nyaman.
" Tidak seperti itu caranya, sayang! ".
Taehyung mengecup pucuk kepala dan menghirup legam lebat Jungkook lembut.
Jungkook mengeratkan dekapannya pada yang lebih tua, inilah yang membuat nya enggan melepas kekasihnya.
" Jangan mementingkan orang lain, dia bisa melakukan apapun sendiri, apa kau paham?! ".
Jungkook mengangguk cepat kala suara dalam itu berujar menekan.
" Sekarang pergilah, dan mulai kegiatan mu dengan benar! ".
Kecupan ia bubuhkan kembali dimana membuat Jungkook terkikik geli sebab Taehyung mengecupi brutal seluruh wajahnya.
" Hyung~ Koo mencintai mu! ".
Wajahnya memerah kala Taehyung membalasnya dengan senyuman tampan.
" Aku lebih mencintai mu, sayang! ".
Setelahnya mereka berpisah dikoridor dengan tujuan berbeda.
.
.
.
" Tidak seharusnya Kau melakukan itu pada Jungkook, JiMin! ".
Suara itu sedikit meninggi satu oktaf, membuat yang bertubuh mungil sedikit terlonjak.
" Karena aku mencintaimu, Taehyung! ".
Jimin pun tak kalah meninggikan suaranya, membuat Taehyung tak habis pikir.
" Kau sahabat ku yang sudah ku anggap saudara, JiMin! ".
" Tapi aku ingin lebih, Tae! ".
Jimin mulai berkaca siap menumpahkan tetes beningnya.
" Mengertilah, kau tahu Jungkook lebih dulu bersamaku! ".
Junghwa yang sedari tadi hanya diam memperhatikan keduanya.
Kedua teman nya itu seolah tak peduli dengan kehadirannya yang notabene seorang kakak dari pemuda manis yang mereka bicarakan.
Termasuk pemuda Park yang tak tahu diri itu.
" Kau keterlaluan, Tae! ".
Kedua yang lebih dewasa merasa jengah, kenapa satu teman nya ini begitu problematik!
" Aku menginginkan mu, Taehyung! ".
" Aku sudah memiliki Jungkook! Astaga! ".
Taehyung mengusak frustrasi, bagaimana caranya memberi pengertian pada sosok yang sudah ia anggap sebagai saudaranya itu!.
Merasa khawatir kehilangan kendali, Taehyung akhirnya memutuskan untuk segera pergi dari sana, mengabaikan JiMin yang menumpahkan isakannya.
Junghwa menatap datar, setelah kepergian Taehyung ia pun berniat menyusul, namun sebelum nya berujar sedikit penekanan pada Jimin yang membuat sang empu semakin terisak.
" Akan ku hancurkan Kau, jika berani menyakiti adikku! ".
Kemudian segera berlalu dari sana.
" Sialan kau, Jungkook! ".
.
.
.
" Ada apa? ".
Seokjin menyerngit heran kala melihat sosok salah satu sahabatnya datang dengan wajah tak sedap dipandang.
" Dia seperti biasa! ".
Jawab Pemuda tersebut dengan pelan.
" Dia perlu waktu! ".
Timpal NamJoon lalu duduk dikursi yang tersedia dengan membuka sebuah buku yang dibawanya.
" Yaa~ semoga saja! ".
" Biarkan dia menikmati penyesalannya! ".
.
.
.
Tbc....
Buat yang gak paham, kok jungkook sama taehyung jadi sepasang kekasih? Padahal sebelumnya mereka gak bisa bersatu.
Jawabannya bakalan kalian temuin di beberapa chap depan,,,
KAMU SEDANG MEMBACA
RAIN
Fiksi Penggemar" Mengambil kembali apa yang sejak awal sudah menjadi milikku, bukan lah hal yang sulit "_jjk ~TAEKOOK
