6
Seperti kata taehyung. Sekarang Lisa adalah sekretaris Jisoo yang akan mengatur jadwal Jisoo. Jisoo boleh melakukan pemotretan atau mengisi acara dari jam 08:00 pagi sampai dengan jam 16:00 sore. Itu adalah jadwal normal yang telah sah di buat taehyung dan di sepakati Jisoo. Jadi jika ada acara malam itu sudah bukan urusan Jisoo lagi secara profesional.
Jisoo sedang nonton drama Korea kesukaannya, bersantai sambil menunggu taehyung membuatkan segelas susu hangat untuknya karena ini sudah sangat malam. Tengah malam lebih tepatnya.
WhatsApp.
08---
Kita bisa ketemu? Ada yang mau gue bicarain.
Jisoo mengerutkan keningnya membaca pesan singkat itu. Pesan yang datang dari nomor tak ia kenal.
"Kenapa?" Tanya taehyung memberikan Jisoo susu.
"Gak papa, notif operator." Alibi Jisoo.
Jisoo tak menggubris pesan itu, ia acuh dan menganggap bahwa itu adalah orang iseng atau orang salah nomor, tak ambil pusing.
"Jadi besok Lisa yang bakal konfirmasi semua jadwal aku?" Tanya Jisoo.
Taehyung duduk di samping Jisoo, memberikan pundak nya sebagai sandaran sang istri lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka.
"Tunggu aja, Lo kan mantan model, pasti banyak yang mau kerja sama, sama Lo nanti." Jelas taehyung diangguki Jisoo.
Mereka berdua lanjut nonton drakor sampai mereka sendiri tidak sadar ketiduran di depan tv.
Pasangan yang lucu bukan? Saling perhatian namun tak sadar jika benih-benih cinta itu mulai tumbuh seiring berjalannya waktu.
WhatsApp.
08---
Kafe satu hati, hari ini jam 12 siang?
Jisoo terbangun kala notifikasi handphone nya masuk. Sebelum membaca Jisoo melihat jam terlebih dahulu. Ini sudah pagi. Bahkan para pembantu sudah menyiapkan sarapan pagi.
Jisoo menatap taehyung yang masih terlelap bahkan dalam keadaan tidur saja suami nya ini sangat tampan. Alis tebal hidung mancung bibir merah muda itu menambah kesan seksi. Rasanya ingin sekali Jisoo menggigit hidung bangir itu.
Membaca pesan tersebut, Jisoo dengan raut wajah penasaran membalas.
Maaf ini siapa yah?
Ketiknya dalam layar pesan. Jisoo mengerenyit sebelum-sebelumnya ia tak pernah berjumpa dengan siapapun atau bertukar nomor dengan orang lain hingga ia mendapatkan pesan tak dikenali.
Kamu bakal tau, gimana mau ketemuan?
Balasan kembali masuk. Baru saja ingin membalas jisoo terkagetkan dengan taehyung yang sudah bangun saja.
"Siapa?" Tanya taehyung tiba-tiba.
Jisoo yang terkejut refleks matikan layar ponselnya, "operator..." Alibinya berbohong.
"Operator dibalas?" Taehyung menatap Jisoo penuh curiga. Tak biasanya Jisoo terlihat gagu saat menjawab pertanyaan taehyung.
"Em... Ketik satu untuk berlangganan." Cicitnya lanjut berbohong.
Jisoo tak bisa jujur pada taehyung jika ada seseorang tak di kenal menerornya lewat pesan mengajak ketemuan. Selagi itu tak mengancam nyawa Jisoo pikir itu masih bisa ia handle sendiri. Toh selama ini Jisoo itu mandiri, bahkan saat pacaran dengan Jungkook pun Jisoo tak pernah bergantung dengan kekasihnya itu.
"Yaudah, gue mau mandi dulu." Taehyung bangkit, lalu berjalan menaiki satu persatu anak tangga.
Ok.
Balas Jisoo pada pesan itu. Jisoo tak bisa hanya diam, ia juga sangat penasaran siapa yang terus mengajaknya bertemu ini lewat pesan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Menikahlah Denganku!
Teen Fictionrasa cinta dan sayang yang di miliki taehyung untuk teman masa kecilnya mendorong taehyung yang dikenal dengan sifat dewasa dan matang dalam jurang penuh kebohongan dan kesalahan. membuat ia membangun rumah tangga penuh kebohongan dan rasa bersalah...
