Halo halo
Gimana kabarnya hari ini?
Semoga sehat selalu yah...
Btw, aku agak kurang fit hari ini 🤧 tapi gpp aku tetep up kok
Sebenarnya bab ini udah aku tulis kemarin jadi tinggal up doang sih...
So, semoga suka yah
Happy reading semua
***
Matahari siang hari ini cukup terik.
Cahaya lembutnya menari-nari di atas aspal jalanan, menyinari siluet motor Leon yang gagah. Mesinnya bergemuruh lembut, irama yang menenangkan di tengah hiruk pikuk kota.
Mesin motor Leon mereda, gemuruhnya perlahan meredup hingga hanya tersisa desiran angin yang lembut. Detak jantungnya pun ikut menenangkan, berirama seiring dengan heningnya halaman.
Seolah-olah waktu pun berhenti sejenak, terhenti di momen sunyi itu, saat motornya terparkir dengan anggun, seperti lukisan yang terbingkai di tengah taman yang menawan.
Setelahnya Iel turun terlebih dahulu, Kemudian di susul oleh Leon yang turun dari motornya setelah melepaskan helmnya.
"Ayo Leon." Ucap Iel.
"Ya." Ucap Leon.
Iel masuk ke dalam rumahnya terlebih dahulu dan disusul Leon.
"Iel ke kamar dulu ya mau ganti baju." Ucap Iel.
"Ya." Ucap Leon.
"Leon kalo mau ganti baju di kamar tamu aja ya." Ucap Iel.
"Hm."
Iel naik ke tangga untuk menuju ke kamarnya yang berada di lantai atas.
Skip.
Iel sudah mengganti bajunya. Sekarang Iel hanya memakai pakaian santai yaitu celana pendek berwarna hijau dan juga baju lengan pendek dengan warna senada.
Iel turun ke ruang tengah dan ternyata Leon sudah berada di sana terlebih dahulu sambil memainkan ponselnya.
"Leon lagi apa?" Tanya Iel.
"Main game kenapa?" Tanya balik Leon.
"Iel mau nonton TV." Jawab Iel.
"Nonton tinggal nonton Iel." Ucap Leon.
"Kan Iel tanya, siapa tau Leon mau ikut nonton juga." Ucap Iel.
"Ye." Ucap Leon yang sedang fokus bermain game di ponselnya.
Iel menyalakan televisi menggunakan remote yang ada di tangannya.
Setelah menyalakan televisi Iel langsung beranjak pergi menuju ke arah dapur.
Leon yang melihat Iel itu hanya bingung dengan tingkah sepupunya itu.
"Katanya mau nonton, malah ngilang tuh bocil." Ucap Leon kepada dirinya sendiri.
Sementara itu di dapur.
"Bibi." Panggil Iel ketika melihat salah satu asisten rumah tangganya yang sedang berada di dapur.
"Eh non Iel. Ada apa non?" Tanya asisten rumah tangga itu.
"Iel mau anggur bi atih." Ucap Iel.
"Ouh non Iel mau anggur, sebentar ya bibi siapin. Non tunggu di meja makan aja." Ucap asisten rumah tangga yang bernama bi Atih.
"Iya bi." Ucap Iel lalu menuju ke meja makan.
Selang beberapa menit.
Bi Atih datang dengan membawa mangkuk berisi anggur hijau.
"Ini non anggurnya." Ucap bi Atih lalu menyerahkan mangkuk itu ke Iel.
"Makasih bi Atih." Ucap Iel sambil tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
Possesive Brother And Cousin
Ficção AdolescenteGraziella Nea Xavier, atau yang akrab disapa Iel, adalah cucu bungsu di keluarganya. Meskipun usia Iel yang paling muda, ia dikelilingi oleh kasih sayang yang melimpah dari 4 orang kakak dan 2 sepupu yang sangat menyayanginya. Iel tumbuh menjadi gad...
