24. Hukuman

242 9 0
                                        


***

Saat ini Iel sudah berada di rumah sakit. Setelah tadi Leon membawa Iel ke rumah sakit dengan menggunakan mobil Ken. Ken juga sudah diberi tahu kejadian yang menimpa Iel saat Leon menghampirinya dan setelahnya mereka membawa Iel ke rumah sakit.

Di rumah sakit, dokter langsung memeriksa dan memberikan selang oksigen untuk membantu pernafasan Iel serta obat-obatan untuk menstabilkan detak jantungnya. Kondisi Iel kritis, sehingga ia harus dirawat intensif selama beberapa hari untuk pemantauan. 

Dan saat ini beberapa keluarganya telah berkumpul, seperti Aksa, Anin, Shaka dan juga Al. Tidak hanya mereka, Leon dan Ocha yang tadi mengantarkan Iel ke rumah sakit juga masih setia menunggu Iel sadar. Mereka semua sudah tau kejadian itu, begitu juga dengan Shaka, Al, dan Ken yang baru di ceritakan oleh sang papa yang sempat melihat rekaman cctv.

Beberapa jam sudah berlalu. Namun, Iel masih belum sadarkan diri karena kondisinya yang masih kritis. Sekolah juga sudah selesai satu jam yang lalu.

"Papa, Ken izin pergi sama yang lain buat ngasih pelajaran pelaku yang udah bikin adek jadi kritis." Ujar Ken.

"Kamu sudah tau Ken siapa pelakunya?" Tanya Aksa kepada putra ketiganya itu.

"Tentu pa, itu hal mudah untuk Ken. Ken juga sudah mempunyai strategi untuk menjebak pelakunya pa." Jawab Ken.

"Baiklah, hati hati kalian semua."

"Kalian hati hati ya." Ucap Anin.

"Baik ma."

"Bolehkah kakak ikut? Kakak tidak terima adik sepupu kakak sampai jadi seperti itu." Ujar seorang perempuan yang masih menggunakan jas dokternya yang tak lain adalah Vera, kakak Leon dan juga kakak sepupu dari Iel.

"Kak Vera? Boleh kak. Ayo." Jawab Ken.

Kini Ken, Shaka, dan Al. Lalu Leon, Vera serta Ocha juga ikut.

Sementara itu di tempat lain.

Tingg..

Bunyi sebuah notifikasi.

"OMG! Ini serius gue gak mimpi kan?" Pekik Aluna.

"Kenapa lo?" Tanya Elina.

"Gio ngajak gue ketemuan di suatu tempat, tapi wait wait, Gio juga nyuruh gue ngajak kalian semua." Jawab Kaluna.

"Ngapain ngajak kita juga?"

"Gue tau! Jangan jangan Gio mau nembak gue jadi pacarnya, terus kalian jadi saksinya... Oh my good!" Pekik Kaluna dengan kegirangan.

"Benar juga tuh."

"Gue harus dandan cantik."

"Gue bantu kok Lun." Ucap Elina.

***

Di suatu gudang kosong yang terletak jauh dari permukiman dan gudang itu terlihat sangat berantakan dan juga menakutkan.

Kini Kaluna dan juga teman temannya sudah berada di dalam gudang kosong itu. Meski awalnya mereka tidak yakin dengan tempatnya. Tapi Kaluna menyakinkan teman temannya bahwa mungkin Gio akan memberikan surprise di sini.

"Ouh, dateng juga kalian.." Ucap seorang cowok.

"Gio.." Ucap Kaluna yang sudah senang.

"Gampang banget ya nyuruh lo dateng ke sini." Ucap Ken yang tiba tiba saja muncul entah darimana.

"Ken, kamu juga di sini?" Tanya Elina.

"Jijik.." Ucap Ken.

"Kamu kok gitu sih Ken.."

Possesive Brother And Cousin Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang