PROLOG

109 61 90
                                        


Assalamualaikum....

Hallo semua nya..

Tandai typo, tanda baca yang kurang tepat atau pemakain bahasa Indonesia yang salah.

Tolong bijak berkomentar, cerita ini tidak ada sangkut paut nya dengan kehidupan nyata.

TERIMA KASIH.

....

Suara gemuruh terdengar dari langit malam. Bahkan tidak ada bulan dan bintang. Di tengah gelapnya malam dan suara guntur yang saling bersahut-sahutan, sepasang adik kakak terus berlarian. Mereka tidak peduli dengan suasana taman belakang yang hanya mengandalkan cahaya dari lampu taman. Suara gemuruh juga tidak dihiraukan, rintik gerimis yang sudah mulai turun juga mereka abaikan.

"Kakak lambat, kakak masih kalah jauh sama ana," ujar gadis kecil dengan senyum lebar di wajah nya.

Athena Flair Calandra, anak bungsu dari Gerald dan Airin. Saat itu mereka masih kecil, masih anak-anak polos yang belum mengerti apa-apa. Athena sendiri adalah gadis dengan mata teduh, bulu mata lentik dan kulit putih.

"Kakak ngak bakal bisa kejar ana." teriak Athena yang berada jauh di depan sang Kakak. Ke-duanya sekarang sedang bermain kejar-kejaran di belakang rumah.

"Ana kamu lari nya jangan terlalu cepat nanti kamu jatuh." balas sang kakak berteriak, ia tidak ingin adik kesayangan nya itu jatuh lalu menangis. IA tidak suka melihat perumpuan menangis, terlebih karna dirinya.

"Wlee bilang aja kakak ngak bisa ngejar ana." Athena kecil bukannya melambatkan lari nya malah ia semakin mempercepat laju larinya.

"Ana nakal ya." IA hanya takut Athena terjatuh, suasana yang tidak begitu terang membuatnya khawatir.

"Ana nggak nakal, ana anak baik," ujar Athena kecil, IA sudah tidak berlarian lagi, kaki kecil nya sudah tidak sanggup untuk berlari.

"Ana udah ayok masuk, mau hujan bentar lagi. Nanti Ayah sama Bunda marah kalo kita belum masuk." memikirkam wajah sang Ayah saat marah saja sudah membuat diri nya takut.

"Ngak mau wlee." bukan nya mendengarkan ucapan sang kakak, Athena malah kembali berlari menjauh. Athena sedikit binggung karna sudah tidak ada lagi jawaban dari sang kakak. Ia berpikir dirinya ditinggal sendirian ditaman.

Sedangkan sang kakak menatap takut ke seseorang bertopeng dengan pakain serba hitam. Ia berlari menjauh saat merasakan ada aura berbahaya dari seseorang di depan nya.

BRUK

Kaki nya tersandung akar pohon yang melintang di taman. Tubuh mungil itu jatuh ke tanah. Ia meringis dan berusaha untuk kembali bangkit. Namun percuma, seseorang dengan pakaian serba hitam sudah dulu menahan pergerkan nya.

Athena yang ingin kembali kedalam rumah membatalkan niat nya. Dia lebih memilih kembali kearah taman.

"Kakak mana tega ninggalin ana," batin Athena.

"KAKAK " Teriak Athena kecil, IA kaget saat melihat sang kakak sudah disekap oleh seseorang bertopeng dengan pakain serba hitam.

"AYAH"

"BUNDA"

"TOLONG, KAKAK"

"KAKAK, AYAH"

"BUNDA TOLONG"

"AYAH TOLONG"

Athena berteriak histeris, IA tidak bisa berbohong seberapa takutnya dia sekarang.

Sedangkan Altair sudah berusaha memberontak, tetapi tetap saja tenaga nya tidak sekuat itu untuk menandingi tenaga orang dewasa. Perlahan butiran air mata mulai membasahi pipi nya. Altair kecil terus menangis. Ia takut, sangat takut.

Sedangkan Athena terus berteriak, kemana orang-orang di rumah nya ini? Di saat-saat seperti ini tidak ada yang bisa mendengarnya? Sial sekali.

Perlahan seseorang dengan pakaian serba hitam mulai mengeluarkan pisau lipat dari belakang baju nya. Athena semakin dibikin takut melihat itu. IA berlari secepat apa yang dia bisa hingga sampai disana.

Saat ia sampai disana, saat itu juga pisau yang dipegang oleh orang itu melayang di udara. Dan.....

SREKK

....

Gimana?

Ini masih prolog, masih ada kelanjutan kisah ini.

Jangan lupa tinggalin jejak dengan vote dan komen ya.

Terima kasih..

See you next part

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 07 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Two Unhappy WoundsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang