Chapter 5

627 55 36
                                        

Pagi ini, Isagi bersiap-siap pergi ke sekolah dengan membawa kopernya. Cukup berat, hingga tetangganya yang Isagi anggap sebagai ibu angkatnya beberapa kali menawarkan bantuan untuk mengantar Isagi ke sekolah, namun tentu saja Isagi menolaknya, dengan alasan ia akan ke sekolah bersama Nagi dan Bachira.

Sebelum Isagi pergi meninggalkan kediamannya, ia berpamitan terlebih dahulu kepada tetangganya yang selama ini merawatnya.

"Bu, Yoichi pamit dulu, terimakasih sudah bersedia merawat saya selama ini"

Ucap Isagi dengan membungkuk untuk memberi rasa hormat pada ibu angkatnya itu.

"Iya, nak. Hati-hati di jalan ya, kalau ada apa apa telepon ibu saja, ibu bakal selalu ada buat Yoichi"

Isagi tersenyum kepada ibu angkatnya itu. Perasaan yang saat ini Isagi rasakan, terasa tidak asing baginya. Isagi merasa bahwa dirinya dan 'Isagi' sudah menyatu.

Setelah berpamitan kepada sang ibu angkat, Isagi bergegas menuju kedua temannya itu yang sudah menunggu di dalam mobil.

"Jir, mobil siapa ini Sei? Bagus bener"

Tanya Isagi dengan penasaran melihat mobil mewah yang ditumpangi oleh Nagi dan Bachira. Bachira tersenyum dengan angkuhnya, seakan akan dirinya ialah seorang raja.

"Punya gua nih"

Ucap Bachira yang membuat Isagi menatapnya dengan tidak percaya. Pasalnya, kartu kartu kredit Bachira saja hanya berisi saldo 1000 rupiah. Nagi hanya melirik Bachira dengan heran lalu melirik ke arah Isagi.

"Punya Reo"

Jawab Nagi dengan singkat dan jelas. Isagi hanya menganggukinya, pantas saja mobilnya terlihat mewah. Isagi mengemasi barang-barangnya ke bagasi mobil untuk dibawa ke asrama sekolah.

Berhubung hari ini adalah hari pembagian asrama, maka sekolah akan diliburkan supaya murid yang mengikuti program asrama bisa bersiap-siap.

- Skip -

Kini, Isagi dan kedua ekornya itu sedang berada di asrama untuk meminta kunci asrama.

"Ah, anjing! Gua ga seasrama sama ichi"

Keluh Bachira karena ternyata ia tidak sekamar dengan Isagi. Tentu saja Bachira sangat kesal, pasalnya Nagi dan Isagi sekamar, sudah pasti Nagi akan memiliki kesempatan lebih banyak untuk modus pada Isagi.

Bachira menatap Nagi dengan tajam lalu berjalan ke asrama nya dengan lesu. Isagi tertawa kecil melihat tingkah laku temannya itu.

"Aelah, lagian kamar kita masih sebelahan, lu masih bisa main ke kamar gua"

Ucap Isagi memberi Bachira kata-kata penenang. Bachira masih tetap lesu karena rencananya untuk bermanja-manja pada Isagi gagal total sebelum dicoba.

Mereka bertiga berjalan untuk mencari kamar mereka. Satu kamar berisi empat penghuni, Isagi masih belum tau siapa dua penghuni lainnya. Yah, Isagi berharap penghuni kamarnya adalah orang waras sepertinya.

Setelah mereka bertiga sampai di depan pintu kamar, Bachira mengucapkan salam perpisahan dengan dramatis, seolah mereka tidak akan bertemu lagi, padahal kamar mereka bersebelahan.

Isagi membuka pintu kamarnya yang ternyata tidak dikunci. Tanpa basa basi Isagi langsung memasuki kamarnya dengan Nagi di belakangnya.

"Permisi"

Salam Isagi ketika memasuki kamar yang cukup besar itu. Beberapa orang yang tampaknya sedang nongkrong di kamar sontak melirik kepada Isagi.

"Lu? Ngapain lu di sini? Mau ngajak ribut lu? "

Dimensi Lain?! - Allsagi (Slow Update) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang