far or near

2.8K 199 6
                                        

Keesokan harinya Pooh harus kembali ke kantor nya karena dew mengatakan hari ini dia ada pertemuan dengan beberapa klien.

Dengan berat hati Pavel melepaskan Pooh meskipun dia masih merindukan kekasihnya itu.

"Phii aku berjanji akan kembali dan bertemu tin"ucap Pooh meyakinkan

"Hmm... Tapi mungkin untuk sementara aku akan ada di Bangkok, karena perawatan ibuku"Pavel bicara sambil memegang tangan pooh

"Aku akan mengunjungi ibumu juga, kalau begitu aku pergi yah..."

"Jangan lupa menelponku jika sudah sampai"

"Baiklah"Pooh mengecup kening Pavel lalu melepaskan tangannya dan pergi menuju mobilnya

Dew sudah menjemputnya sejak 20 menit lalu. Mobilpun melaju.

Pavel kembali masuk ke rumah nya dengan wajah kecewa.

Sebenarnya kemarin pavel tidak berniat pulang , hanya saja dia harus kembali ke rumahnya itu untuk mengambil naskah dramanya.

Dan saat dia pulang dia melihat seseorang yang familiar yang berada di depan rumahnya , merasa bingung pavelpun berjalan cepat dan mendekati orang itu, ternyata itu pooh kekasihnya.

Diapun membereskan barangnya dan  pergi untuk menjemput anaknya.

***

Di rumah sakit.
Tin sudah lari larian sejak dia sampai disana. Vanya sampai kelelahan karena terus mengejarnya

"Tinnn bisakah kau berhenti... Kita sedang di rumah sakit, tidak boleh berisik "ujar vanya sambil berjalan cepat menyusul tin yang masih berlari

"Tin mau pulang...mau Mumu"

"Iya Mumu akan menjemputmu sebentar lagi, untuk sementara bisakah kita diam dan istirahat dulu"

"Cidak mau.. tin mau Mumu "

"Oh bibi punya sesuatu untukmu"

Tin berhenti sejenak untuk melihat tangan Vanya yang sudah memegang sebungkus cokelat.

Mata tin langsung berbinar senang. diapun menghampiri Vanya dan meraih cokelatnya .

Vanya langsung menggendongnya dan membawanya ke ruang rawat ibunya.

Sang ibu sudah tertidur setelah menjalani kemoterapi yang cukup menguras energinya.

Dan tak lama pintu terbuka dan menampilkan Pavel yang sudah tiba disana.

Tin langsung melentangkan tangannya minta di gendong seraya memanggil manggil nya
"Mumu... Mumu...."

"Hai sayang ... Kemarilah"ucap Pavel dengan suara kecil takut dia membangunkan ibunya.

Tin sudah ada di pangkuannya sekarang.

"Ibu baru saja istirahat, sebaiknya kita bicara sambil makan. Aku belum sarapan dengan tin"

"Phii... Aku bilang perut tin sensitif kenapa kau harus memberinya cokelat sebelum makan "

"Ayolah vel berapa kali kau terus bicara seperti itu. Nyatanya tin baik baik saja, sudah ayo cari makan"

Merekapun pergi darisana.

***

Setelah selesai dengan rapat hari ini tin mendapat telpon dari ayahnya yang menyuruhnya pulang ke rumah nya.

Tin sebenarnya sudah malas untuk mengikuti keinginannya. Tapi bagaimanapun dia tetap ayahnya, bagaimanapun Pooh ingin memutuskan hubungan Mereka, tetap saja. Darah lebih kental dari air.

You Are My destiny Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang