Hari ini sangat bosan,
Bosan,
Bosan,
Bosan,
Hanya kata Itu yang ada di kepala Pavel yang saat ini sedang rebahan duduk di sofa sendirian.
Waktu sudah 6 bulan berlalu, Pavel akhirnya mengundurkan dirinya dari dunia hiburan meski masih menerima beberapa pekerjaan model dan iklan.
Dan hari ini jadwalnya di undur karena tempat kerjanya sedang ada perbaikan.
Dan itu membuat Pavel kesal, bayangkan saja, sejak pagi rumah itu sudah ramai dengan Persiapan pooh yang akan berangkat kerja dan tin yang merengek meminta pergi ke neneknya.
Pavel dengan kesibukan ganda harus mempersiapkan anak dan pacarnya berbelit dengan roti panggang yang sedang dia buat.
Itu membuat dia sedikit pusing, namun semua perlahan hilang saat pon akhirnya datang dan langsung membawa tin pergi.
Namun berakhir dengan dirinya harus kembali berantakan karena Pooh tiba-tiba menginginkan hal itu di pagi hari saat dirinya baru selesai bersiap.
Dan saat Pooh berangkat, Pavel mendapat telpon dari asistennya tentang pembatalan pekerjaan hari ini, dia langsung terlihat lemas .
Jika dia tahu ini akan terjadi mungkin dia Tidak akan menyuruh Pooh untuk buru-buru pergi, mungkin dia akan menahan pacar nya itu untuk lebih lama dengannya
Fyuhhhh menyebalkan!
Pavel hanya bisa berguling-guling sambil sesekali menatap hp nya , men scroll beberapa video di sosial media atau hanya sekedar melihat lihat foto lamanya di galeri
"Hhhh.... Setelah merasakan kesibukan yang terus menerus rasanya sangat hampa saat harus berada di rumah"gumamnya sambil membuang nafas
Pavel jadi merindukan anjing nya, dia sedang membayangkan bagaimana wajah serius Pooh saat rapat, atau saat dia sedang membaca beberapa dokumen di mejanya
Itu pemandangan yang Pavel suka akhir akhir ini. Karena setelah Pooh kembali menjadi pemimpin perusahaan, satu ruangan di ujung kamar tin di ubah menjadi ruang kerjanya saat di rumah
Jadi pemandangan seperti itu kerap Pavel lihat di beberapa waktu saat di rumah.
Pavelpun membuka buku kontak di hp nya dan dengan ragu mengetik nama kekasihnya, dia menggigit bibir bawahnya antara harus menekan nomornya atau tidak
"Bukankah akan aneh jika aku menelponnya? Ini masih terlalu awal, bahkan blm waktunya makan siang "gumamnya lagi penuh pertimbangan
Pavelpun kembali mematikkan hp nya dan melemparnya ke sofa dengan kesal
"Arghh sejak kapan aku jadi kecanduan dengan anak itu"gumamnya lagi sambil mengacak acak rambutnya
Pavelpun memutuskan untuk ke Kamar dan mengganti pakaiannya dengan kaos kebesaran lalu memakai celana pendek sepaha.
Alasannya dia gerah dan sesak. Karena sebelumnya dia memakai kameja hitam dan celana chino ketatnya.
Setelahnya Pavel pergi ke dapur untuk membuat kopi lalu duduk menghadap ke tv, mungkin menonton flm bisa jadi pilihan saat dirinya tak ada pekerjaan seperti ini
Namun lama jari nya terus menekan tombol remote memilih memilah semua judul flm yang terpampang di layar tv, dia belum juga memutuskan harus nonton apa
Yang ada pikirannya saat ini malah tertuju pada adegan ranjang nya dengan Pooh
"Sial... Ada apa denganku?"Gumamnya seraya menggelengkan kepalanya.
Untuk menetralkan kembali pikiran nya pavelpun pergi ke balkon dan sedikit berolahraga dengan barbel kecilnya, menghirup udara segar sambil melihat pemandangan di atas sana
KAMU SEDANG MEMBACA
You Are My destiny
Fanfictionkarena kejadian tak terduga membuat pavel harus menghindari muridnya yang bernama pooh. namun di tahun ajaran baru, dirinya malah menjadi wali kelas dimana pooh berada hingga akhirnya dirinya mau tidak mau harus bertemu dengan anak itu setiap hari...
