me and you

2.2K 174 5
                                        

Tuan kit menatap wajah anaknya serius
"Kenapa tidak Pooh, kita sudah membicarakan ini sebelum pindah ke bangsaen"

"Ayah... Bisakah aku kuliah disini saja?aku ..."

"Tidak! Dulu kau sudah setuju dan senang dengan keputusanku . Sekarang kau berubah pikiran?kenapa? Apa karena guru mu itu?"ujar tuan kit seraya bangkit dari duduknya

"Dia tidak ada hubungannya dengan keputusanku "

"Kau pikir aku tidak tahu kau masih berhubungan dengannya ? Aku tetap diam meski kau masih selalu datang ke rumahnya. Apa kau tidak malu Pooh membiarkan gurumu di pecat karena mu, kau masih bisa sekolah dengan baik. Sedangkan dia menderita? Jadi apa kau akan tetap membebaninya seperti ini?! sadarlah Pooh kau harus sadar!!!"teriak tuan kit frustasi

Pooh menelan ludahnya susah payah, wajahnya tampak sedikit terkejut, kesalahannya memang tidak bisa di maafkan.

"Aku berkata seperti ini karena aku ingin memberikan yang terbaik untukmu! Aku tidak ingin kau merugikan orang lain seperti itu, aku ingin kau jadi manusia yang berguna. Aku tidak ingin Melihat anakku terus berada di punggung orang lain, Pooh apa kau mengerti maksudmu?"lanjut tuan kit bicara sambil berdecak pinggang

"Setidaknya kau harus buktikan bahwa kau bisa hidup sendiri kau bisa berpikir sendiri dan kau bisa mengatasi masalah mu sendiri, setelah itu kau bebas menentukan semua pilihan hidup mu Pooh"

Pooh terdiam dengan air mata yang sudah menetes. Dia tahu ayahnya sangat menyayanginya, tapi dia tidak tahu ayahnya memikirkannya sejauh ini

Tuan kit lalu kembali duduk dan memegang kedua pundak Pooh

"Nak.. kau tahu mengapa ayah melakukan ini, yang ayah katakan dulu , yang ayah takutkan dulu semua sudah terjadi. Jika sudah seperti ini siapa yang rugi,hm? Kau sendiri bisa melihatnya bukan? Jadi bisakah sekali ini saja kau dengarkan aku, bisakah?"

Pooh menatap mata ayahnya lama mencari sebuah keraguan, namun ayahnya tampak punya keyakinan kuat dalam keputusan nya.

Poohpun lalu mengangguk setuju.
"Baiklah, maafkan aku"

Tuan Kit membawa Pooh ke dalam pelukannya dan menghela nafas lega.

***

Pavel berangkat bekerja sambil memainkan hpnya. Dia mengirim pesan pada Pooh sejak semalam namun Pooh tidak membalasnya.

Dia juga sudah menelpon namun nomornya terus tidak aktif. Akhirnya Pavel mengubungi orang lain

"Nut?"

"Ada apa vel?"

"Apa di sekolah kau melihat Pooh?"

"Ohhh yahh aku baru saja melihatnya, dia pergi ke ruang guru, ada apa?"

"Oh baguslah, itua artinya dia baik-baik saja"

"Hm, itu saja?"

"Yah. Terimakasih kasih nut"

Setelah menutup telponnya Pavel menghela nafas lega lalu matanya mulai menatap keluar jendela bus yang sedang melaju

Dia membuka sedikit jendelanya untuk merasakan udara pagi hari Yang segar.

***

"Oh Pooh kau sudah menentukan universitas yang akan kau tuju?"tanya salah satu guru

"Ya guru. Aku sudah menulisnya Disana"

"Bagus sekali Pooh, semoga beruntung"

"Terimakasih guru"

Pooh keluar dari ruangan dan berjalan kembali ke kelas.

You Are My destiny Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang