"Mata ku warna hitam kok ka echi. warna nya udah jelas, kak echi kenapa tanya?"
"Ah, gapapa kok, sekilas iris matamu tadi keliatan kaya warna ungu, mungkin aku uma salah liat" balas echi yang masih tidak percaya dengan pengelihatannya.
untuk sesaat, kendaraan itu hening yang tak lama kemudian terpecahkan dengan celotehan Echi tentang dirinya yang bertemu dengan lelaki yang bersuara mirip dengan dokter kenalannya tadi di bandara. Tapi yang ini tampangnya lebih cakep katanya.
"Ayo turun, dah sampe nih" ucap riji sambil membuka kunci pintu mobil dan melepas seat belt.
Sekarang mereka ada di salah satu mall terbesar di kota itu. Karna kata Selia, dia ingin membelikan baju serta sepatu untuk evelyn dan membelu kebutuhan bulanan lainnya.
saat memasuki mall itu, mereka langsung menuju bagian baju wanita. dan tentu saja yang lebih bukanlah Evelyn, melainkan Selia dan Echi.
Tak terasa sudah satu setengah jam mereka berada disana. Akhirnya mereka berhasil membeli dua set baju, satu dress dan sepasang sepatu untuk Evelyn. Tapi Evelyn merasa tidak enak dengan perlakuan mareka. Ia merasa, apakah pantas untuknya mendapatkan barang mewah seperti ini? tapi berkali kali mereka mengatakan "gapapa kok, aku juga terimakasih sama kamu karna udah mengingatkan sama adik bungsu ku. yahh walaupun kami ngga sedarah, tapi kami sayang banget sama dia" mata Selia mulai berkaca-kaca "aduh kok aku malah ngomong gitu sih, yahh pokonya aku terima kasih banget sama kamu dan ini juga sebagai caraku minta maaf karna udah nyamain kamu dengan adikku"
"gapapa kok ka sel, aku malah seneng banget bisa ketemu kalian. karna walaupun kita baru ketemu, kalian udah bikin Eve ngerasa punya keluarga yang hangat. dan omong omong tentang itu, kalian boleh kok tetep ngelihat aku sebagai adik."
keluar dari mall, mereka melanjutkan perjalanan lagi, ketempat selanjutnya. "kamu ga kecape an kan kalo kita ajak pergi ke tempat lain lagi?" tanya Glen saat Riji mau menancapkan gas nya.
"ngga kok, aman ajaa" jawab Evelyn dengan santai. "oke, kita ke observatoriun sekarang. sekalian makan camilan malam" antusias Echi.
.
.
setelah melihat pemandangan luar angkasa dan banyak berfoto disana, mereka menuju cafe yang berada di lantai dua. walaupun hanya di lantai dua, pemandangan city light dari tempat ini juga bagus karna berada di atas bukit.
sekarang sudah hampir jam sebelas malam sedangkan perjalanan ke rumah Evelyn membutuhkan waktu empat puluh menit. jadi, mereka mengakhiri perjalanan hari ini dan melanjutkannya dilain waktu.
.
.
.
keesokan harinya di aparetemen Selia dan Riji.
[Ji, Mako hilang]
"HAH?! COBA ULANG SEKALI LAGI"
[Mako hilang]
"kenapa sekarang banget sih?? udah coba di cari?" gerutu frustasi dan kekhawatian keluar dari mulut Riji. Pada saat ini yang menjadi kepala dari keluarganya adalah dia dan adiknya yang sedang berada di telefon. Sekarang adalah masa susah, karna sekarang keluarganya yang masih berada jangkauan internet hanya beberapa orang dan sisanya antara sedang mengurusi bisnis luar negeri dan sedang dalam pengobatan.
[kemarin sekitar dua hari lalu udah coba ku cari setelah seharian ga muncul di ruang tengah, tapi pas ku samperin ke kamarnya ada tulisan 'jangan cari aku'-mako ]
"bego banget sih tu anak, lagi masa susah gini malah pake acara ngilang segala. aku tau dia sedih karna kematian Mia. tapi ga gini juga dong caranya"
"terus gimana?, sampe sekarang udah ada kabar belom anaknya"
KAMU SEDANG MEMBACA
Eve : ASCENDER
Novela JuvenilEve, gadis berambut lilac dengan latar belakang yang membingungkan. ini aku terinspirasi dari tokoh di gta v rp yaitu evelyn gevariel ceritanya kemungkinan besar bakal beda jauh dari yang ada di rp dan bakal banyak karakter tambahan yang namanya bed...
