MADRID, 25 DESEMBER 1914.
Pelantaran Plaza Mayor penuh dengan kerumunan orang, mulai dari Para Bangsawan Spanyol hingga para kaum atas dari luar Spanyol. Di depan mereka, dua orang kakak beradik tersenyum sambil membungkukkan badannya, menghormat kemudian melambaikan tangan sebagai tanda memberi salam dan terima kasih kepada semua yang berada di Plaza Mayor untuk menyaksikan mereka. Andréas Sèrégovia, Sang Kakak, memegang gitarnya yang dibuat oleh Antonio Torres Jurado, sementara adiknya Selena Cèleste memegang biola Stradivarius yang bersinar terkena cahaya lampu.
Pelantaran yang semula tenang dan hanya terdengar dentingan gitar dan gesekan biola yang membawakan lagu terakhir, 'Jesu, Joy of Man's Desiring', kini ramai dengan tepukan penonton. Masih muda, berbakat, berwajah menarik, tentulah sudah lebih dari cukup bagi mereka untuk membuat orang sebanyak itu bertepuk tangan, bahkan Raja Spanyol pada saat itu, ikut bertepuk tangan dan mengatakan 'bravo'. Raja Alfonso XIII memang dianggap sebagai 'promotor' Pariwisata Spanyol, sehingga tentu saja hubungannya dengan banyak pemusik terkenal seperti Andréas bisa dekat, apalagi umur mereka tidak berbeda jauh, hanya selisih tiga tahun. Andréas lahir tahun 1889, sementara Yang Mulia Raja Alfonso lahir tahun 1886.
Banyak yang mengkhawatirkan Natal kali ini akan sepi, sehubungan dengan hancurnya ekonomi Spanyol dan hilangnya negara jajahan yang mengancam harga diri Spanyol, dan tentu saja Perang Dunia I. Untunglah Natal tidak semencekam itu. Natal kali ini bisa dilewati dengan tenang seperti hari – hari yang lalu tanpa Perang Dunia, semenjak adanya Christmas Truce untuk pertama kalinya. Pada tahun 1914, Jerman dan Inggris lah yang melaksanakan Christmas Truce ini. Selain itu, orang – orang Spanyol adalah orang – orang yang penuh keceriaan, apalagi dalam suasana Natal seperti ini, tidak boleh ada yang bersedih. Keluarkan anggur, berpestalah, dan bergembiralah!
Tidak ada yang begitu memedulikan politik saat ini. Musik yang indah, makanan yang enak dan anggur nomor satu, membuat mereka lupa akan masalah politik seperti itu meski hanya sementara.
"Bagaimana dengan kehidupan barumu di Paris?" tanya Andréas ketika kedua saudara itu sudah bisa turun dari panggung untuk mencicipi makanan yang tersedia.
"Mengerikan, tapi juga menyenangkan. Sepertinya segalanya berlawanan. Di satu sisi, penduduknya sangat menghargai keindahan, kecantikan, dan mode tentu. Apalagi teaternya. Kalau bukan karena hal itu, aku akan membenci Perancis. Tapi di sisi lain, pemerintahnya, les armées –nya, mereka seperti haus darah, dan menginginkan perang terus menerus. Aku sudah enam bulan meninggalkan Perancis. Masih untung kalau rumahku masih berdiri tegak."
"Lalu bagaimana dengan suamimu?"
"Entahlah. Aku merasa bersalah meninggalkannya di Paris sendiri. Tapi menurut beberapa kerabatku di Paris semuanya baik – baik saja."
Meninggalnya orang tua mereka berdua, membuat hubungan Andréas dan Selena menjadi semakin tak terpisahkan. Usia mereka terpaut hanya dua tahun dan tidak ada lagi anak di Keluara Seregovia selain mereka berdua. Keakraban mereka berdua kadang bisa membuat banyak orang iri. Banyak orang yang tidak menyangka kalau mereka berdua kakak beradik karena ketidak miripan mereka. Siapa yang akan mengatakan bahwa Andréas dengan tubuhnya yang jangkung dan kurus, berkulit terang, dan berambut cokelat itu mirip dengan Selena yang bertubuh montok, berkulit cokelat gelap, dan berambut hitam? Tidak ada sama sekali! Hanya rambut ikal, alis tebal, dan bibir tebal mereka berdua saja yang dapat meyakinkan orang – orang kalau mereka berdua bersaudara. Dan ketidak miripan mereka ini yang akhirnya menjadi kambing hitam perpecahan dalam Keluarga Sèrégovia.
"Andréas, sepertinya Yang Mulia akan kemari." Selena membisiki Andréas yang sedang menikmati ikan bakarnya, ketika ia melihat sosok Yang Mulia Alfonso XIII mendekati mereka. Dengan terburu – buru Andréas menyelesaikan makannya dan membersihkan mulutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Adios, Amelia! (status: unifinished)
Fiction HistoriqueSpanyol, 1914 Amelia Marcos terkenal bukan hanya karena suaranya yang indah, namun juga karena wajahnya yang cantik dan tubuhnya yang molek, sehingga para pria lebih tertarik untuk membeli tubuhnya daripada membeli suaranya. Di saat karirnya sebaga...
