AND>13

258 30 0
                                        

anak baru

___

Harumnya yang berasal dari ruang makan asrama menyelusuri seluruh kamar asrama, membuat semua penghuni dengan cepat menghampiri ruang makan. Begitupun yang terjadi di kamar 77, terdengar suara riuhan seperti mamak berebutan sembako.

"Anaaaa! Cepat, napa lahh?"

"Iyaaa, ihhh, perutku dah komplen."

"Ola... Yoraa... sabar, gak kasian apa?" ucap Zura yang sudah di depan pintu, melihat renggekan bocah yang tidak ingat umur.

Sementara sang empu yang menjadi penyebab kini sedang buru-buru, dirinya juga sudah pada komplen nih perut akibatnya kesiangan yang tidak diduga.

"Iyaa... maaf lah, nih dah selesai," ucap Ana yang kini sudah siap.

"Horeeee, combekk makanan!"

"Yu hoyy!"

Dengan semangat 45, Ola dan Yora jalan terlebih dahulu. "Ya Allah," ucap Zura menggelengkan kepalanya, lalu merangkul tangan Ana ke luar kamar, menyusul Ola dan Yora.

"Na, tumben kamu kesiangan," ucap Zura setelah menelan makanan di mulutnya.

"Engga tau aku juga, tapi Alhamdulillah aku lagi datang bulan, jadi tenang," ucap Ana sambil menggelengkan kepalanya, lalu lanjut makan.

Bel masuk berbunyi terdengar bergema di seluruh asrama, semua siswa dan siswi pun berhamburan ke kelas masing-masing, begitupun Ana, Zura, Ola, dan Yora.

"Baik anak-anak, Assalamualaikum," ucap Ibu/Ustadzah Skaya Dwi Haruka.

"Waalaikumsalam, Ustadzah Aya," ucap serempak seluruh siswa dan siswi di dalam satu kelas, yaa, kelas yang kini di tempati Ana, Zura, Ola, dan Yora.

Ustadzah Skaya pun meletakkan buku dan lembar kertas di tangannya ke mejanya, dan maju ke depan papan tulis.

"Wihhh, semangatnyaa! Baik, untuk khusus hari ini sebelum KBM dimulai, kita kedatangan penghuni baru nih," ucap Ustadzah Skaya dengan ceria.

"Silakan masuk, Nak," ucap Ustadzah Skaya setelah mendengar suara langkah kaki berjalan masuk.

Anak baru itu pun masuk ke dalam kelas dengan senyum baginya, tapi bagi orang lain hanya datar. Ustadzah Skaya pun mempersilahkan melakukan perkenalan.

"Baik, terima kasih. Saya Giandra Devantara, kalian bisa panggil saya Andra."

"Ehh, baik segitu saja," ucap Ustadzah Skaya, dan diberi anggukan kepala oleh murid baru itu, Andra. "Okey, silakan duduk di bangku belakang yang kosong."

Andra pun melangkah ke bangku yang kosong di belakang dengan santai, dan disambut ramah dengan teman laki-laki yang di dekat bangkunya.

Sementara di barisan depan yang jaraknya lumayan jauh, 4 perempuan kini masih setia terdiam saat Andra masuk ke dalam kelas.

"Baik, anak-anak, KBM kembali dimulai," ucap Ustadzah Skaya yang lalu tak sengaja melirik barisan depan. "Maaf menganggu, barisan pojok depan bisa dimulai."

Mereka pun tersadar dan kembali fokus ke Ustadzah Skaya yang mulai menjelaskan.

"Hmm..." ucap seorang di barisan belakang, menatap ke arah barisan depan.
---
🦋: note gambar posisi kelas

Perempuan | Laki-laki

note: | => penghalang

hanya kelas belajar dan mushola doang yang di gabung. Itu pun, ada penghalangnya

ngerti kan hehe 😅
---

Bunyi bel istirahat berbunyi, semua siswa dan siswi berhamburan ke arah kantin yang pastinya dipisah. Antara perempuan dan laki-laki.

"Ayuk.... Anaa... Zuraa!"

"Iyaa, sabar," serempak

"Leletnya dikurangi."

Ana, Zura, Ola, dan Yora pun keluar dari kelas menuju kantin. Tapi sebelum ke kantin, Ana lebih dulu ke perpustakaan. Yapps, apa lagi kalau bukan karena novel? Emang dari dulu sampai sekarang, novel adalah hobi akutnya.

"Buku apa lagi yang kamu baca, Naa?" ucap Yora yang penasaran.

"Judul novelnya, Yoraaaa..." Yora pun mengangguk dengan antusias.

"Biasalah, gender islami, judulnya 'Beautifull Aisyah'."

"Aisyah... Siti Aisyah kah?" Ana pun mengangguk sebentar, lalu lanjut baca, begitupun Yora yang kembali makan dengan santai.

Sementara Ola yang sangat menikmati makanan baksonya, dan Zura yang sudah tertidur, sepertinya posisi telinganya tertutup oleh headset.

Kantin perempuan pun kini sudah terpenuhi tanpa celah, padahal kalau diukur, lumayan luas kantinnya. Semua siswi pun dengan santai melepas niqab/cadar mereka dan memakan dengan santai juga.

Sore hari, iya kini pukul sudah menunjukkan pukul sore hari. Semua siswa dan siswi pun kembali ke asramanya masing-masing.

"Na... Beneran deh, kok bisa yaa?"

"Iyaa yaaa, tapi kamu gak papa kan?"

"Iyaa gak papa lah."

"Cuman..."

Kini, Ana dan tiga kawan kamarnya sedang membicarakan tentang kedatangan Andra, yang tentunya mereka semua tercengang mendengarnya.

Tokk tokk tokk

Pintu kamar asrama pun berbunyi, Ana pun memberhentikan pembicaraan mereka dan langsung memakai jubah dan niqabnya, begitu pula tiga temannya. Ana pun membuka pintu tersebut.

"Owalahh bi Inah," ucap Ana yang melihat ibu penjaga keamanan.

"Assalamualaikum."

"Waalaikumsalam, Bi Inah, kenapa kesini? Ada perlu apa, yaa, Bi?"

"Itu...."

"Oh, iya, Bi, masuk dulu," ucap Ana yang dibalas gelengan kepala pelan, dan akhirnya duduk di luar kamar.

"Ehh, engga usah, bentar aja, kok, Nok. Tadi Uminya Nok telpon, katanya suruh sampai in, kalau Nok sama temen sekamar Nok, lusa di suruh pulang ke rumah, Uminya Nok, katanya sih masalah bisnis Nok waktu SMA," ucap Bi Inah dengan santai.

"Oh, bisnis, toh, Bi Inah..."

"Iyaa, Nok, kalau gitu, Bi Inah permisi, mau lanjut jaga."

"Oh, iyaa, Bi, makasih infonya," ucap Ana ikut beranjak.

"Hati-hati, Bi," ucap Ana lagi setelah melihat Bi Inah berjalan menjauh.

Ana pun kembali masuk ke dalam kamar dan melihat posisi duduk Zora, Yora, dan Ola tak kunjung berubah posisi.

"Ada apa, Na? Tumben Bi Inah kesini, gak nganterin HP siswa," ucap Yora yang beranjak melihat Ana tak menggenggam HP-nya.

"Lah, iya, yaa," ucap Zura yang masih dengan posisinya bersandar di tembok, sementara Ola masih lanjut makan bakso yang ia pesan di kantin.

Ana pun duduk di pinggir kasurnya, "itu tadi kata bi Inah Umi mau bahas tentang bisnis kita yang entah gimana kabarnya setelah kita kuliah di sini" ucap Ana, Ola yang sedang makan pun terkejut matanya membulat sempurna.

"Bisnis kita yang Bored itu" ucap Ola yang langsung berhenti makan, Ana pun mengangguk.

---
🦋 : Hay Hay Hay 👋🏻
Andra sama Ana akhirnya ketemu lagi nih setelah beberapa abad terpisahkan...

akankah rasanya....
Ehh

Buat bisnis mereka coba deh translate kata "Bored" pasti kalian enggeh....?🤔😅
___

NEXT !!!

Anandra | univ 1 Laksana Langit Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang