CHAPTER 18 ✔️

18.1K 529 20
                                        

_____

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

_____

Kala terbangun dari tidur nya dengan nafas tidak teratur, Di mimpi nya ada gadis itu. Kaluna ternyata Kaluna adalah kembaran nya Kaluna Miracle nama nya. Di mimpi Kala Kaluna hanya memberitahu nama nya dan fakta bahwa mereka berdua kembar setelah nya Kaluna hanya diam sambil tersenyum manis pada Kala, Kala tidak menyangka jika Kaikala mempunyai kembaran.

Apakah kembaran nya meninggal karna Kaikala? Memikirkan nya membuat Kala pusing.






Kala melihat kamar yang kosong tidak ada Jendral di sebelah nya dan ini juga bukan kamar Jendral, Kala menghela nafas nya pelan menatap lurus ke depan dengan otak nya yang memikirkan banyak hal. Kala tau satu satu nya cara untuk mengetahui masalah Kaluna adalah Zayn, Kala harus meminta Zayn menceritakan tentang Kaluna pada nya, Kala jadi ingat kata kata Zayn pada saat Kala pertama Kali masuk ke tubuh ini.

Jadi maksud Zayn Kala mengambil kehidupan Kaluna? Ohh Tuhan.




"Jendralll!" Kala memanggil Jendral berharap Lelaki itu mendengar teriakan nya. "Jenn!" Teriak Kala sekali lagi.

Kala merasa tubuh nya tidak enak kepala nya pusing sekali. Kala rasa dia Demam.

Pintu terbuka dengan kencang dan terlihat Jendral yang sudah siap dengan baju sekolah nya muka nya tampak khawatir. "Kenapa, Kal?" Jendral mendekati Kala dengan terburu buru.

"Lo kenapa ninggalin gue?" Kala menatap Jendral dengan mata sayu nya.

Jendral mengelus kepala Kala dengan Ibu Jari nya halus. "Maaf, Sayangg. lain kali gue bangunin lo dulu."

Kala menjauhkan tangan Jendral dari kepala nya lalu memutar badan nya membelakangi Jendral membuat Jendral bingung.



"Marah?" Jendral menarik Kala untuk kembali menghadap nya.

"Engga." Kala menggeleng. "Sana pergi sekolah nanti lo telat, Jen."

Jendral menatap wajah Kala yang sedikit pucat lalu Jendral memeriksa suhu badan Kala yang ternyata panas, Kala sakit bisa bisanya Jendral baru sadar.

Bodoh sekali.




"Kita ke rumah sakit sekarang."

"Gamau ke rumah sakit, Jen."

"Lo sakit Kal—" Jendral menarik Kala untuk menatap nya sebab Kala terus menolak untuk menatap Jendral.

Kala akhirnya menatap Jendral dengan muka yang terlihat lelah. "Please, Jen. Kali aja gue mohon gue gamau ke rumah sakit, Gue cuma butuh istirahat."

KALJEND [REVISI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang