CHAPTER 19 ✔️

17.6K 541 41
                                        

______

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

______

"Kal lo udah sembuh kan?"

Jendral dan Kala sedang berada di atas kasur Jendral dan sudah genap tiga hari Kala sakit akhirnya Kala sudah sembuh, Selama Kala sakit Jendral benar benar tidak memberi celah untuk Kala pergi dari rumah nya, bahkan Kala ingin pulang pun Jendral tetap menolak.

"Udah, Jen. Kan lo juga ada di sini pas Dokter meriksa gue tadi." Aneh sekali Jendral pikir Kala.

Jendral mengangguk lalu menatap Kala dengan senyum nya. "Berarti udah boleh Cium Kal?"

"Kenapa selalu cium, Jen! Banyak hal lain yang bisa kita lakuin."

"Gue mau nya cium, Kal. Gamau yang lain."

Kala memukul pelan lengan Jendral. "Lo ga cuma cium, Jen!" Kala sudah tau sekali bagaimana Jendral.

Lelaki mesum itu tidak akan cukup hanya dengan Ciuman.





"Tapi lo udah janji Sayanggg! Gue boleh Cium sepuas nyaaaaa—" Jendral merengek lalu mendusel kan kepala nya di dada Kala lagian Jendral masi mengingat kata kata Kala dengan baik di otak nya.

Oke Kala ingat dengan Janji nya pada Jendral saat Kala meminta izin. "Cuma Cium Jen ngga lebih Oke?"

"Only kiss, Kal." Tapi jika Jendral kelepasan itu di luar kendali.

Tidak membuang kesempatan Jendral langsung mencium bibir Kala cepat Lidah nya masuk mengabsen setiap bagian yang ada di dalam sana, lama kelamaan Ciuman Jendral terasa lebih menuntut Kala sampai susah untuk mengimbangi nya.

Kala menarik sedikit wajah nya. "Breathe, Jen." Kala sampai menarik nafas sebanyak mungkin. "Yaa, Kal. Breathe and i kiss your necks" Jendral melabuhkan bibir nya di leher Kala lalu menyesap nya dengan pelan mampu buat Kala meremas rambut Jendral.

"You told me is just a kiss, Jen." Kala meremas rambut Jendral saat merasakan Lidah Jendral menjilat leher nya dengan sensual.

"My bad i can't stop just a kiss, i want more and more, Kal." Bahkan Jendral sudah sampai pada Dada Kala entah kapan baju Kala sudah terlepas menyisakan bra nya saja.

Kala mendesah pelan saat bibir Jendral bermain di dada nya, memberi tanda kepunyaan nya di beberapa titik. Tangan Jendral tentu tidak tinggal diam, jemari nya meremat bahu Kala lembut.

"Jendral! Fuck—" Kala meremas rambut Jendral dengan pelan.

"Say it again baby."

KALJEND [REVISI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang