🌹WARNING!!🌹
HANYA CERITA FIKSI DAN TIDAK ADA HUBUNGAN DENGAN KISAH NYATA KEHIDUPAN AKTOR ATAU ARTIS YANG MENJADI PEMERAN DI DALAM CERITA INI!!
JANGAN MELAKUKAN PLAGIAT DENGAN MENGAMBIL IDE TANPA SEIZIN PENULIS!!
TERIMA KASIH
Gulf Point Of View On
Flashback On
Kami berdua pertama kali bertemu di casting pemeran untuk series boys love. Phi Mew selalu melindungi aku dimanapun aku berada. Sikap posesifnya sering kali membuat aku merasa nyaman daripada merasa risih. Itu mungkin karena aku sangat mencintainya. Dari awal, aku lah yang jatuh cinta kepadanya untuk pertama kalinya, padahal aku masih memiliki kekasih wanita saat itu.
Aku mencoba mendekatinya sembari mencoba untuk putus dengan kekasihku karena hubunganku dengan kekasihku saat itu sedang kacau. Setelah berhasil putus, aku berhasil mendekati Phi Mew. Dia tidak mudah untuk di dekati karena trauma yang pernah terjadi di masa lalu membuatnya merasa takut.
Aku selalu mengatakan bahwa aku baik-baik saja jika harus menjadi gay untuknya. Entah apa yang aku pikirkan saat itu. Perasaan yang tidak dapat dijelaskan mulai merusak logikaku yang sehatku. Dia tidak langsung mempercayai semua kata-kataku, karena rasa traumanya itu.
Aku mencoba mengusahakan semua hal untuk menarik perhatiannya dan mengambil hatinya. Aku tahu kalau dia juga sudah mulai mencintai aku, namun sekali lagi, rasa traumanya itu tidak ingin membuat aku terluka. Aku berulang kali menyakinkan nya, namun sayang, lukanya masih belum sembuh.
"Apakah kalau aku melakukan seks dengan Phi, Phi baru mau menerima aku menjadi kekasih Phi?" Tanyaku kepadanya dengan tegas.
"Jangan berpikiran yang macam-macam! Aku tidak ingin mengubah mu menjadi makhluk yang menjijikan seperti kata orang lain."
"Kalau tidak seperti itu, aku tidak bisa bersamamu. Phi tidak akan pernah melihat cintaku yang tulus!"
"Berhenti! Kamu adalah seorang straight, bukan gay seperti aku."
Aku kembali gagal untuk mendapatkan cintanya. Seberapa dalam lukanya dan bagaimana cara orang dari masa lalu Phi Mew itu melukai Phi Mew, aku membenci orang yang memberikan luka itu sekaligus ingin menyembuhkan lukanya.
Kenapa sulit sekali mendapatkan cintanya?
Dia terkadang memberi aku perhatian dan terkadang mengabaikan aku di saat aku terasa mengesalkan baginya, namun hal ini tidak membuat perasaanku surut kepadanya. Aku tetap berusaha untuk mendapatkan cintanya yang kata beberapa teman benar-benar terasa tulus itu.
Tuhan tiba-tiba mengabulkan doaku yang tulus. Di saat kami berdua harus memerankan adegan romantis, dia dan aku cukup terhanyut dan kegiatan panas itu kembali berlangsung di apartemen ku. Kami melakukannya untuk pertama kalinya. Dia benar-benar merasa bersalah setelah itu, namun aku mencoba menenangkannya. Aku sangat senang karena sebagian hatinya sudah menjadi milikku.
Semenjak saat itu, dia melindungi aku dengan sangat posesif. Awalnya ini cukup mengganggu karena dia melarang aku bermain dengan teman-temanku. Aku kira itu tanpa alasan, namun dia memiliki alasan yang cukup masuk akal. Semenjak saat itu aku hanya akan mengikuti caranya setelah dia menjelaskan kepadaku semuanya.
"Aku berharap kamu tidak terlalu dekat dengan Bright." Ucap Phi Mew kepadaku dengan tiba-tiba.
"Kenapa memangnya? Dia sangat baik."
"Aku takut kalau dia membawa pengaruh yang buruk."
"Dia bukan orang yang seperti itu. Aku sudah lama mengenalnya."
"Seseorang bisa saja berubah tergantung setinggi apa posisinya sekarang. Dia baru mendekatimu setelah kamu berada di tempat yang sama dengannya. Aku harap kamu mengerti kekhawatiranku."
"Aku akan berhati-hati."
Setelah beberapa lama mengabaikan kata-kata Phi Mew, tanpa sadar aku mulai terpengaruh dan mengatakan hal-hal yang tidak seharusnya aku katakan di dalam wawancaraku. Untung saja, fans masih mencintai aku, karena Phi Mew selalu melindungi aku dari belakang. Kalau tidak, mungkin aku akan menjadi idola yang tidak bersyukur setelah mendapatkan banyak uang dari fans tapi malah menyalahkan fans atas kemalangan kisah cintaku.
"Lihatlah temanmu yang melakukan hal yang sama denganmu! Dia mengatakan bahwa dia terpaksa melakukan semuanya selama ini. Padahal dia sudah menikmati banyak sekali uang yang diberikan oleh fansnya secara cuma-cuma. Untung saja, fans masih mencintaimu saat ini karena aku berhasil membangun image dimana akulah yang jahat dan kamulah yang baik."
"Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan kalau Phi tidak menjaga aku seperti ini."
"Aku sangat mencintaimu Gulf. Hanya aku yang mencintaimu di dunia ini. Teman-temanmu bahwa fansmu akan menghilang seiring berjalannya waktu ketika mereka menemukan orang baru."
"...."
"Aku tidak bisa menjelaskan bagaimana perasaanku kepadamu dengan detail. Kalau ini adalah perumpamaan yang pas, mungkin sama seperti cinta Tharn ke Type."
"Aku mengerti, tapi cintaku bukan seperti Type ke Tharn."
"Huh? Kenapa?"
"Cerita cintaku hanya milikku sendiri. Cerita cinta ini hanya tentang Phi Mew dan aku." Aku berhasil membuat Phi Mew tersipu malu.
Setelah kami berdua memutuskan pensiun dari dunia entertainment, aku kembali melanjutkan kuliah dan menjadi seorang guru SD, sedangkan Phi Mew menjalankan beberapa bisnis dengan teman-temannya. Aku hidup bersama dengan Phi Mew di apartemennya, karena apartemennya lebih luas daripada milikku. Kami memutuskan untuk hidup bersama setelah menjauh dari dunia entertainment agar hidup kami damai dari kebisingan dunia itu.
Flashback Off
Gulf Point Of View Off
Author Point Of View On
Hari kini telah menjelang siang, Mew dan Gulf kini sudah bangun dari tidurnya dan sedang makan siang bersama. Gulf yang merasa sangat lapar kini makan dengan lahap. Tubuhnya yang dipenuhi oleh tanda kemerahan kini terasa lemas setelah di setubuhi berkali-kali. Ini pertama kalinya setelah lima tahun tidak merasakan sentuhan hangat pria lain.
"Kemana kacamata mu, Phi? Apakah kamu telah melakukan operasi lasik mata?" Tanya Gulf yang selalu memperhatikan ke arah Mew dengan sangat mendetail.
"Hmm.."
"Phi Mew terlihat sangat tampan sekarang karena tidak memakai kacamata."
"Apakah dulu aku tidak tampan?"
"Bukan begitu maksudku. Dulu, Phi juga terlihat tampan, tapi aku lebih menyukai Phi yang sekarang. Kacamata hanya membuat ketampanan Phi berkurang."
"Ahh apakah ini alasan kenapa kamu dengan mudah bertunangan dengan Khao?"
"Itu bukan alasannya. Aku hanya merasa kasihan."
"Kasihan hanya membawamu dalam hubungan yang beracun."
"Aku rasa begitu. Aku tidak bisa mencintainya sama seperti aku mencintai Phi. Rasanya, semua perhatian dan sikap posesifnya terasa menyebalkan bagiku."
"Jangan membahasnya lagi kalau begitu!"
"Aku berjanji tidak akan membahasnya lagi."
"Dengar Gulf, kamu adalah milikku jadi yang harus kamu pikirkan adalah aku! Seberapa besar rasa kesalmu kepadanya, jangan pernah pikirkan dia lagi!"
"Semuanya sama. Tidak ada yang berubah dari dirinya. Dia sangat pengertian dan memahami aku dengan baik." Batin Gulf.
Gulf terlalu mencintai Mew hingga tidak bisa melihat bahwa yang berada di depannya kini adalah seorang Iblis. Padahal sang Iblis hanya meniru apa yang dia lihat dalam rekaman memori masa lalu Mew dan Gulf dari kedua mata Gulf. Mew dan Gulf saling mencintai dan melindungi satu sama lain sehingga tidak ada yang bisa memisahkan dan menyakiti mereka. Saling percaya dan komunikasi yang intens membuat hubungan mereka semakin kuat.
Author Point Of View Off
KAMU SEDANG MEMBACA
ANGEL WINGS (END)
FanficGulf merupakan seorang guru di salah satu sekolah dasar di Thailand. Dia diculik oleh seorang penganut sekte untuk dipersembahkan kepada seorang Iblis yang menyerupai manusia. Iblis itu sengaja menyerupai kekasih Gulf yang telah lama meninggal hanya...
