E03 Manipulated and Gaslighted

224 27 6
                                        

🌹WARNING!!🌹

HANYA CERITA FIKSI DAN TIDAK ADA HUBUNGAN DENGAN KISAH NYATA KEHIDUPAN AKTOR ATAU ARTIS YANG MENJADI PEMERAN DI DALAM CERITA INI!!
JANGAN MELAKUKAN PLAGIAT DENGAN MENGAMBIL IDE TANPA SEIZIN PENULIS!!
TERIMA KASIH

Author Point Of View On

Suara burung-burung kecil saling bersaut-sautan di pagi hari, membangunkan Gulf yang sedang tertidur nyenyak di dalam dekapan sang Iblis. Gulf membuka kedua matanya secara perlahan-lahan dan langsung melihat ke arah sekelilingnya. Dia merasa ada  sesuatu yang aneh, namun masih berusaha bersikap tenang.

"Apakah Phi Kao membawa aku ke villa miliknya? Ini sangat mengesalkan, kenapa dia harus menculik aku seperti ini? Eughh.. pelukannya sangat kencang." Batin Gulf

Gulf kini mencoba membalikkan tubuhnya secara perlahan-lahan sambil mengusap tangan yang masih memeluk pinggangnya dengan erat. Gulf berhasil membalik tubuhnya dan mencoba melihat wajah seseorang yang masih tertidur itu. Wajah seseorang yang masih tidur itu tidak terlihat jelas karena ruangan itu sangat gelap.

"Apakah wajah Phi Kao berubah saat pagi hari?" Batin Gulf sambil mengusap wajah pria itu.

Gulf kini sedang mencoba mengenali tunangannya itu, namun aneh, Gulf merasa tunangannya itu adalah orang lain. Postur tubuhnya tidak seperti milik Kao. Meskipun mereka tidak pernah tidur bersama, akan tetapi Gulf mengingat dengan detail postur tubuh tunangannya itu. Dia tiba-tiba mengingat kekasihnya yang telah lama meninggal. Gulf merasa sangat bersalah sekarang.

"Apakah aku bermimpi bercinta dengan Phi Mew semalam? Phi, apakah Phi merindukanku? Maafkan Gulf karena bercinta dengan orang lain." Batin Gulf. Gulf belum menyadari kalau dia benar-benar sudah bercinta dengan seorang Iblis yang menyerupai kekasihnya. Dia masih menganggap bahwa seseorang yang sedang tidur di sampingnya itu adalah Kao tunangannya.

"Aghh, sesuatu tiba-tiba mengganjal di bawah sana. Rasanya ada sesuatu yang ingin menembus kembali ke dalam lubangku di bawah sana."

"Eughh..." Sang Iblis mulai bergerak dalam tidurnya. Sang Iblis kembali memeluk Gulf dengan erat lalu membuka kedua kaki Gulf dengan kakinya dan memasukkan penisnya ke dalam lubang Gulf.

Gulf yang sedikit merasa terkejut mulai mendorong orang yang masih tertidur lelap dengan perlahan. Dia takut mengganggu, namun dia tidak bisa bercinta lagi dengan orang itu. Gulf merasakan kelegaan ketika merasakan penis itu keluar dari dalam tubuhnya. Gulf perlahan-lahan bangkit lalu berbisik ke telinga pria yang tidur di samping Gulf sambil mengucapkan sebuah nama yang tidak seharusnya dia ucapkan.

"Phi Kao, kamu telah melanggar perjanjian kita! A-aku tidak akan pernah memaafkan mu sampai kita menikah nanti!" Gulf kini marah kepada orang itu.

"Ughh.. apakah ada seorang penyusup masuk ke dalam rumahku? Bagaimana dia bisa masuk?"

"Huh?"

Gulf langsung menyadari sesuatu bahwa orang yang tidur dengannya itu bukanlah tunangannya melainkan orang lain. Gulf seharusnya sudah menyadari ketika merasa postur tubuh orang itu berbeda dengan tunangannya. Gulf segera mengumpulkan kesadarannya lalu kembali melihat ke arah orang yang berada di hadapannya dan masih memeluknya itu dengan seksama.

"Suara? Suaranya sangat familiar." Batin Gulf.

"Phi Mew? Phi Mew, apakah ini kamu?" Gulf tanpa sadar langsung membalas pelukan orang yang berada di hadapannya itu. Air matanya mulai berjatuhan menandakan kesedihan karena rasa rindu yang tak tersampaikan selama ini.

"Kenapa kamu menangis?"

"Aku sangat merindukanmu Phi. Aku sangat merindukanmu."

"Aku tidak yakin kamu merindukan aku, Gulf. Kamu telah menjadi milik orang lain."

"Tidak, aku mohon jangan berkata seperti itu Phi. Hatiku masih milikmu." Gulf masih terus menangis tersedu-sedu karena kekasihnya akhirnya kembali kepadanya.

"Sudah, jangan menangis lagi! Aku tidak suka melihatmu menangis."

"Hiks.. Hiks.. maafkan aku." Gulf kini melepaskan pelukannya dari sang Iblis, begitu pula sang Iblis.

Sang Iblis membuka horden dengan menjentikkan tangannya. Kamar itu akhirnya dipenuhi cahaya setelah horden di buka. Semua isi di dalam kamar itu akhirnya terlihat dengan jelas, begitu pula wajah tampan yang selalu Gulf rindukan setiap saat.

"Kenapa sedari tadi kamu sangat berisik hm? Bahkan kamu menyebut nama tunanganmu itu berkali-kali. Apakah kamu merindukannya? Apakah kamu ingin kembali kepadanya?"

"Hiks.. Hiks... Maafkan aku." Gulf kembali menangis seolah dimarahi. Dituduh seolah melakukan kejahatan padahal tidak melakukan kejahatan itu rasanya sangat sakit.

"Apakah kamu menyesal setelah berjanji untuk meninggalkannya semalam?"

"Tidak, aku tidak menyesal sama sekali dan aku juga tidak ingin kembali kepadanya lagi. Hiks.. Hiks.."

"Lalu kenapa kamu menyebut namanya sedari tadi?"

"Aku marah karena aku kira dia menculik dan memperkosaku. Padahal kami berdua telah berjanji untuk melakukannya setelah menikah."

"Lalu, kenapa kamu menangis?"

"Hiks.. Hiks.. ini karena aku merindukanmu Phi. Bagaimana mungkin aku tidak menangis di pertemuan pertama kita?" Gulf kembali memeluk sang Iblis yang menyerupai Mew.

"Lepaskan pelukanmu! Aku tahu kamu berbohong. Bahkan saat kita bercinta kamu masih memikirkan orang lain." Sang Iblis sedikit tersenyum sinis sambil mendorong tubuh Gulf menjauh darinya.

"Tidak, aku mohon jangan tolak aku! Aku merindukanmu." Gulf kembali menangis dan memohon kepada Iblis itu.

"Kamu bohong!"

"Tidak, tolong percaya kepadaku! Aku hanya mencintaimu seorang."

"Kalau kamu benar-benar mencintai aku, kamu tidak akan berniat menyerahkan tubuhmu kepada orang lain."

"Maaf, tapi aku hanya akan melakukannya setelah menikah dengan Phi Kao. Selama ini, kami tidak pernah melakukannya. Percaya kepadaku! Aku masih milikmu sampai detik ini." Gulf menjelaskan dengan mata yang berlinang. Dia tidak ingin ada kesalahpahaman dengan kekasihnya itu.

"Bagaimana kalau aku tidak percaya kepadamu?"

"Phi, aku sangat kehilanganmu saat kamu meninggalkan aku. Aku berulang kali memutuskan untuk bunuh diri karena tidak sanggup hidup tanpamu."

"Aku akan mempercayaimu kali ini, tapi jika ini terjadi lagi, aku tidak akan mempercayaimu kembali."

"Hiks .. Hiks.. aku sangat mencintaimu Phi. Aku sangat merindukanmu." Gulf kembali memeluk sang Iblis dan merasa lega karena Iblis dengan wajah kekasih Gulf itu memaafkannya.

"Aku tidak mau kamu memikirkannya kembali."

"Aku berjanji tidak akan memikirkan Phi Kao lagi. Aku berjanji akan memutuskan hubunganku dengan Phi Kao."

"Bagus, karena kalau tidak, kamu tidak akan pernah lagi melihatku."

"Jangan pergi lagi!"

Gulf kini telah masuk ke dalam tipu muslihat sang Iblis yang terus memanipulasinya dan ingin mengendalikannya. Sang Iblis terus memberikan ancaman dan membuat Gulf tidak berdaya. Rasa cinta yang tidak pernah hilang di dalam hati Gulf untuk Mew, membuat Gulf buta bahwa yang di hadapannya kini bukanlah kekasihnya melainkan sang Iblis.

Sang Iblis yang kini merasa bahagia karena bisa mengendalikan Gulf, kembali menyetubuhi Gulf. Gulf dengan pasrah memberikan tubuhnya kepada sang Iblis yang berwujud menjadi seperti kekasihnya itu. Iblis itu memberikan tanda ke seluruh tubuh Gulf dan juga melakukannya dengan berbagai posisi. Gulf yang tidak kuat melayani nafsu sang Iblis akhirnya pingsan. Dia kembali tertidur dengan tubuh yang masih kotor dengan sisa-sisa percintaan mereka berdua.

Author Point Of View Off

ANGEL WINGS (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang