E20 Dead Four (END)

118 11 3
                                        

🌹WARNING!!🌹

HANYA CERITA FIKSI DAN TIDAK ADA HUBUNGAN DENGAN KISAH NYATA KEHIDUPAN AKTOR ATAU ARTIS YANG MENJADI PEMERAN DI DALAM CERITA INI!!
JANGAN MELAKUKAN PLAGIAT DENGAN MENGAMBIL IDE TANPA SEIZIN PENULIS!!
TERIMA KASIH

Author Point Of View On

Tubuh Smith semakin terasa lemas akibat energi yang telah dikuras habis oleh Gulf. Smith pada akhirnya pingsan di permainan ketiganya dengan Gulf karena merasa lemas membuat Gulf kelabakan di dalam bilik toilet kecil itu. Dia kini tidak tahu harus melakukan apa. Seketika dia sadar dan menyesali perbuatannya.

"Sial, kenapa dia harus pingsan di tengah permainan kami berdua? Aku tidak tahu harus bagaimana sekarang." Batin Gulf.

Di bilik kecil itu, Gulf sedang berdiri sambil memegangi tubuh Smith. Tubuh Smith yang besar dan berat membuat Gulf sedikit kelelahan.

"Phi Mew, aku membutuhkanmu. Maaf karena sudah marah kepadamu." ucap Gulf sambil memohon.

Pada akhirnya Gulf kembali meminta bantuan Mew. Gulf tidak bisa jika tanpa Mew. Mew yang mendengar suara hati sang istri hanya tersenyum kecil. Dia sebenarnya tahu kalau akan seperti ini jadinya, jadi dia tidak berusaha membujuk Gulf dan hanya membiarkan Gulf marah. Gulf akan kembali jika dia membutuhkan sesuatu dari Mew. Seperti itulah dia dulu dan sampai sekarang. Tidak semuanya bergantung, namun setidaknya dalam beberapa hal besar yang terjadi dulu, Gulf selalu berlindung dibalik skandal yang Mew sengaja buat.

"Phi, apakah kau mendengarkan aku? Aku mencintaimu.." Gulf kembali memanggil Mew dengan suara hatinya.

"Kau sama sekali tidak berubah Gulf." ucap Mew sambil tersenyum.

Mew berencana untuk segera mendatangi Gulf, namun dia menahan diri karena masih ingin melihat reaksi Gulf selanjutnya.

"Phi, apakah kau mendengar suaraku? Katakan kalau kau mendengarnya!" Gulf kini tengah putus asa.

Di tengah keputusasaannya, Gulf mendudukkan Smith di atas toilet. Gulf kini memejamkan kedua matanya sambil terus berharap agar Mew menjawab panggilannya.

"Ya, aku mendengarmu sayang."

"Syukurlah.." Gulf merasa sangat lega karena suaminya dapat mendengarkannya.

"Sejauh apapun jarak kita, aku selalu dapat mendengarkan suaramu dengan baik." ucap sang Iblis yang berusaha menenangkan hati Gulf.

"Phi, bisakah Phi membantuku? Aku tidak tahu harus melakukan apa dengan tubuh Smith ini."

"Makanan yang enak." ucap sang Iblis dengan tiba-tiba.

"Huh?"

"Pejamkan kedua matamu dan bayangkan aku sudah berada di depan pintu bilik itu!"

"Baiklah.." Gulf langsung memejamkan matanya lalu membayangkan Mew berada di depan pintu bilik.

Pintu bilik yang semula terkunci kini terbuka. Gulf yang sedari tadi memejamkan matanya lalu membuka kedua matanya. Gulf awalnya merasa takut kalau sampai orang lain yang membuka pintu bilik itu, lalu kemudian dia merasa lega karena yang membuka pintu adalah Mew.

"Phi Mew.." Gulf langsung memeluk Mew saat Gulf melihat Mew.

Mereka berdua berpelukan beberapa saat.

"Keluarlah!" ucap sang Iblis.

"Bagaimana kalau ada orang?" Gulf merasa khawatir.

"Disini sepi. Tidak akan ada orang yang masuk."

Ketika Gulf sudah keluar dari dalam bilik itu. Mew pun masuk dan menyentuh tubuh Smith. Dalam hitungan detik, tubuh Smith langsung berubah menjadi tengkorak. Tentu saja hal ini membuat Gulf terkejut dan juga merasa takut.

ANGEL WINGS (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang