🌹WARNING!!🌹
HANYA CERITA FIKSI DAN TIDAK ADA HUBUNGAN DENGAN KISAH NYATA KEHIDUPAN AKTOR ATAU ARTIS YANG MENJADI PEMERAN DI DALAM CERITA INI!!
JANGAN MELAKUKAN PLAGIAT DENGAN MENGAMBIL IDE TANPA SEIZIN PENULIS!!
TERIMA KASIH
Author Point Of View On
Satu Bulan Kemudian..
Usia kandungan Gulf kini telah memasuki usia tiga bulan. Meskipun usia kandungan Gulf baru memasuki usia tiga bulan, namun anehnya, perut Gulf sudah terlihat sama besarnya seperti seseorang yang sedang hamil sembilan bulan. Perutnya terlihat sangat besar dengan dua bayi di dalamnya.
Gulf merasakan aneh pada perutnya sendiri karena bayi Gulf sudah tumbuh besar dan sudah bergerak padahal masih berada di trimester awal kehamilan. Gulf yang kini sedang terbaring lemas di atas tempat tidur sambil mengelus perutnya yang terus bergerak tiba-tiba berteriak memanggil nama suaminya. Gulf tiba-tiba merasakan sakit yang luar biasa pada perutnya.
"PHI MEW! PHI MEW! Eughhh, sakit!" Gulf kini mulai merasa panik karena perutnya tiba-tiba merasa sakit.
"...."
"Huh? Apakah sudah waktunya lahir? Phi Mew, tolong Gulf!" Gulf mencoba untuk tenang, namun kedua matanya mulai mengeluarkan air mata.
"...."
"Aku tidak tahan. Ini terasa sangat sakit. Kemana Phi Mew sebenarnya?"
Perut Gulf terlihat terus bergerak tanpa henti. Kedua bayi di dalam perut Gulf kini terus bergerak seperti sedang mencari jalan keluar untuk lahir ke dunia ini. Gulf tidak dapat menahannya lagi. Dia lalu kembali memanggil nama suaminya. Gulf sangat membutuhkan sang iblis sekarang.
"PHI MEW! PHI MEW! PHI MEW!" Gulf berteriak sangat keras hingga suaranya terdengar sampai halaman depan rumah.
"Kenapa Gulf terus memanggil aku sedari tadi?" Batin sang iblis. Dia kini sudah kembali ke dalam ruang kerjanya setelah pergi untuk menemui para pengikutnya.
Akhir-akhir ini sang iblis selalu diam-diam pergi menemui para pengikutnya agar tidak ketahuan oleh Gulf. Alasan sang iblis pergi diam-diam karena Gulf seringkali merengek dan marah ketika melihat sang iblis mulai bercinta dengan orang lain, padahal dengan cara itulah sang iblis mendapatkan energi. Sang iblis hanya bisa menuruti keinginan Gulf untuk segera pulang tanpa membantahnya.
"Aku sebaiknya segera menemuinya. Dia terdengar seperti sedang kesakitan." Monolog sang iblis.
Ruangan kerja itu merupakan ruangan kedap suara, namun sang iblis mampu mendengar suara Gulf yang bahkan tidak akan bisa terdengar di dalam ruangan itu oleh manusia biasa meskipun Gulf berteriak sangat keras. Sang iblis memiliki kekuatan yang dapat mendengarkan suara Gulf meskipun terhalang apapun, termasuk juga yang ada di dalam hati. Sang iblis langsung menghilang untuk pergi menghampiri istrinya itu setelah mendengar suaranya.
"A-ada apa sayang? Kenapa kamu berteriak?" Sang iblis langsung muncul di dalam kamar Gulf ketika dia memutuskan untuk keluar dari dalam ruangannya.
"Phi, anak Phi..." Gulf merasa tidak sanggup lagi dengan rasa sakitnya.
"Ada apa dengan anak-anakku?"
"Ughhh... Perutku sakit, Phi! Aku rasa si kembar akan segera lahir. AGHH, SI KEMBAR MEMAKSA UNTUK KELUAR PHI SEKARANG!" Ucap Gulf.
Kedua anak Gulf sepertinya ingin bertemu dengan ayahnya yang merupakan seorang iblis sehingga terus bergerak mencari jalan keluar. Gulf merasa tidak sanggup lagi dengan keadaan seperti ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
ANGEL WINGS (END)
FanfictionGulf merupakan seorang guru di salah satu sekolah dasar di Thailand. Dia diculik oleh seorang penganut sekte untuk dipersembahkan kepada seorang Iblis yang menyerupai manusia. Iblis itu sengaja menyerupai kekasih Gulf yang telah lama meninggal hanya...
