Note : Baca sampai akhir ya, dibawah ada sedikit gambaran tokoh-tokoh di book ini
Sumber pict : Pinterest
Hari ini Satoru masih harus berada di ruangan penitipan anak karena Megumi belum dijemput. Anak itu tidak mau pergi jika bukan ayahnya yang menjemput padahal Jin sudah menawarkan agar Megumi berada di rumahnya sementara sampai Toji datang.
"Megumi kau bosan?" tanya Satoru ketika melihat Megumi hanya menelungkupkan kepalanya di meja.
"Tidak juga." balas Megumi.
"Kalau bosan aku akan mengajakmu keluar, aku akan minta izin Mei-san agar menghubungi orangtuamu."
Megumi mengangkat wajahnya untuk menatap Satoru. "Kemana?"
"Terserah kau mau kemana."
.
.
.
.
Pada akhirnya Megumi dan Satoru berakhir di game center. Satoru membiarkan Megumi bermain sepuasnya disana dan Megumi tampak menikmati tempat tersebut. Anak itu beberapa kali terlihat antusias ketika memainkan sebuah permainan. Mereka bahkan lupa waktu sampai malam baru mereka pulang.
Satoru membawa Megumi kembali ke penitipan anak. Di depan ruangan tersebut telah berdiri Toji yang sepertinya telah menunggu kepulangan anaknya.
"Kemana saja kau membawa anakku?! Kau tidak lihat ini sudah malam?!"
Bukannya rasa terima kasih yang ia terima ketika ia merelakan waktu dan uangnya untuk Megumi tapi malah ia dibentak seperti ini.
"Aku hanya membawa Megumi bermain karena ia tampak bosan menunggumu datang." sahut Satoru. Ia berusaha menjawab dengan tenang dan tidak emosi.
"Sampai malam? Kau membuatku bingung harus mencari kalian kemana karena kau tidak bilang membawa anakku kemana pada Mei! Mei juga bingung karena kau tidak memegang ponsel!" seru Toji lagi.
"Baiklah maafkan aku. Lain kali aku tidak akan melakukannya lagi."
"Orang yang tidak beretika sepertimu tidak akan bisa berubah! Sekarang kau minta maaf besok pasti kau ulangi lagi! Kau tidak lebih hanya orang tak berguna yang dikasihani dan terpaksa diterima disini karena susah mencari pegawai ba--!"
"Cukup!" seru Satoru memotong ucapan Toji. "Aku sudah berusaha agar tidak terpancing emosi tapi kata-katamu benar-benar keterlaluan." sambung Satoru.
Tes
Tes
Tes
Toji tersentak ketika melihat buliran-buliran kristal jatuh membasahi pipi putih tersebut.
"Aku tidak mengerti dimana letak kesalahanku. Aku sudah berusaha menjalankan pekerjaanku dengan baik tapi setiap apa yang aku lakukan selalu salah di mata orang lain, bahkan di mata orangtuaku aku selalu saja salah."
Satoru berbalik hendak pergi namun tangannya ditahan oleh Toji. "Lepaskan aku." ucapnya kemudian
"Kau mau kemana dengan kondisi seperti ini?"
"Bukan urusanmu!" Satoru menyentak tangan Toji lalu memilih lari menjauh.
Sudah cukup baginya selalu salah di mata orangtuanya dan kini di mata orang lain pun ia selalu salah padahal ia berniat baik. Hal itu membuat perasaannya lebih sensitif.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jujutsu Daycare
KurzgeschichtenGojou Satoru adalah pemuda yang arogan dan tidak bertanggung jawab. Kerap kali pemuda itu menggunakan uang untuk menyelesaikan masalah sehingga membuat orangtuanya pusing menyelesaikan masalah yang ia buat. Orangtua Satoru pun merencanakan agar bisa...
