LOVE CURSE - 7

91 12 1
                                        

Setelah Minho pulang dan Hyera istirahat di dalam kamar, Myungsoo menghampiri Suzy yang tengah sibuk mencuci piring di dapur. Meskipun ada pelayan yang akan mengerjakannya Suzy hanya ingin menyibukkan diri, berharap bisa melupakan masalahnya meskipun hanya untuk sejenak.

"Kenapa kau melakukanya?" Tanya Myungsoo ambigu. Suzy yang salah memahami ucapan pria itu menjawabnya asal.

"Kau sudah memberi makan dan tempat tinggal gratis, aku harus membalasnya" Ucapnya tanpa menatap Myungsoo yang kini berdiri di sampingnya sedikit pun.

"Hyera bilang kau bersedia untuk menikah asalkan dia mau memanggilku ayah, kenapa kau melakukannya?"

Suzy diam, tidak ingin menjawab. Lagipula semua sudah menjadi seperti ini. Apapun jawaban yang akan ia berikan tidak akan merubah apapun.

"Bukankah selama ini kau berusaha menjauhkan ku darinya?"

Helaan nafas sontak terdengar, Suzy mengakhiri pekerjaannya lalu menatap Myungsoo dingin "Aku tidak pernah berpikir untuk menjauhkan mu dari Hyera. Saat aku pergi aku tidak tahu jika aku tengah mengandungnya"

"Itu tidak akan merubah kenyataan bahwa kau sudah menyembunyikannya selama tiga belas tahun" Balas Myungsoo. Tatapan pria itu tidak kalah dingin, membuat Suzy enggan untuk berdebat.

"Baiklah, terserah kau saja" Suzy menaruh piring dan sendok yang sudah bersih kembali ke tempatnya lalu berniat pergi dari sana tapi tangan Myungsoo dengan cepat menahannya.

"Kenapa?"

"Apa?!" Tanya Suzy dengan nada sedikit tinggi. Saat ini suasana hatinya sedang sangat buruk. Tidak bisakah pria itu berhenti mengejarnya dengan semua pertanyaan yang tidak ingin ia jawab?

"Kenapa saat itu kau pergi?" Nada Suara Myungsoo terdengar lirih, bahkan sorot matanya pun berubah sayu, berharap kali ini Suzy akan memberikan jawaban yang ia inginkan "Kita sudah berjanji akan hidup bersama selamanya, tidak perduli seberapa besar kesulitan yang kita hadapi, kita bisa melaluinya selama satu tahun terakhir, kenapa tiba tiba kau_____

"Bukankah kau sudah tahu alasannya" Suzy menyela ucapan Myungsoo, tangannya yang bebas terkepal kuat, sebisa mungkin menahan agar air matanya tidak jatuh pada saat itu juga "aku sudah mengatakannya dengan sangat jelas waktu itu, apa kau lupa?"

Genggaman tangan Myungsoo pada pergelangan tangan Suzy menguat, tatapan matanya kembali menajam "Kau berbohong" Ucapnya penuh penekanan "sampai saat ini aku bahkan masih bisa melihat dengan jelas cinta di matamu"

"Kau benar" Suzy menyingkirkan tangan Myungsoo dengan kasar, lalu memalingkan pandangannya "aku memang masih mencintaimu, tapi bukan berarti aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersama mu"

Myungsoo menarik nafas dalam dalam berusaha meredam emosinya. Kedua tangannya menyentuh pundak Suzy dengan lembut, membuat wanita itu kini menghadap kearahnya "lihatlah" Ucapnya seraya tersenyum "sekarang aku sudah memiliki segalanya, aku akan memberikan semua yang kau inginkan, aku tidak akan membiarkanmu hidup menderita seperti dulu lagi"

Air mata Suzy jatuh, untuk kesekian kalinya wanita itu kembali menyingkirkan tangan Myungsoo "sudah terlambat... sekarang, semuanya sudah terlambat"

Suzy pergi, meninggalkan Myungsoo yang terdiam dengan kedua mata memerah.

Lagi lagi wanita itu menyakiti perasaannya..

Dan sejak saat itu Myungsoo tidak pernah lagi mendekati Suzy maupun bicara padanya.

Kini mereka benar-benar menjadi orang asing, meskipun tinggal dalam satu rumah.

______________

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 13, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

LOVE CURSETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang