06| Organ Syndicate

206 17 1
                                        

Maaf baru up! ༎ຶ⁠‿⁠༎ຶ

Next chap aku up segera dehh

Tapi syaratnya vote yang banyak dulu + Spam coment "Lanjut" plsss

Tencu!

_____

⚠️ Mengandung darah, kriminal!

***

HAPPY READING

Di sebuah ruangan operasi tersembunyi di bawah rumah sakit tua Tokyo, cahaya neon putih berpendar redup, memantulkan bayangan di atas meja bedah baja yang dingin. Suara langkah sepatu kulit terdengar menggema di lantai keramik, diikuti oleh derit pelan pintu besi yang terbuka.

Sosok pria berbadan tegap dengan jas hitam yang rapi melangkah masuk. Wajahnya dingin, rahangnya keras seperti dipahat dari batu. Tangan kanannya membawa koper hitam yang tampak berat. Ia adalah Jeremi, Noah, Han, para bawahan setia pemimpin Yakuza yang ditakuti di seluruh dunia.

Di ujung ruangan, seorang pria dengan jas dokter berdiri. Dr. Hiroshi Matsuda menatapnya dari balik masker bedahnya, kedua matanya tajam namun gelisah.

Jeremi meletakkan koper di atas meja operasi, lalu membuka kuncinya dengan satu gerakan cepat. Engselnya berderit, memperlihatkan kantong-kantong plastik berisi organ manusia yang masih segar. Ada ginjal, sepasang paru-paru, dan satu hati yang tampak baru saja dikeluarkan.

Dr. Matsuda menelan ludah, tangannya gemetar saat mengambil satu kantong dan mengamatinya di bawah lampu. "Bagus," gumamnya, suaranya hampir tak terdengar.

Jeremi menyeringai. "Seperti yang kau minta. Kualitas premium. Sekarang, di mana bayarannya?"

Dokter itu berjalan ke lemari kecil di sudut ruangan dan mengambil amplop tebal. Ia meletakkannya di meja, tapi Jeremi tidak langsung mengambilnya. Ia menatap dokter itu tajam, lalu mendekat perlahan.

"Aku harap kita tidak akan punya masalah, Dokter," ucap Jeremi pelan, tetapi mengandung ancaman tersirat.

Dr. Matsuda menggeleng cepat. "Tidak. Tidak ada masalah."

Jeremi mengambil amplop itu dan menghitung isinya dengan cepat. Setelah yakin, ia menutup koper, lalu melangkah mundur. "Bagus. Aku akan kembali kalau bosku butuh lagi."

"T-terimakasih atas bantuan kalian semua, tanpa kalian rumah sakit ini tak akan bisa menjadi yang terbesar di jepang."

"Kumohon... Tetaplah bekerja sama dengan kami." Lanjut Matsuda dengan tangannya yang gemetar dan wajah yang menunjukkan tekad kuat.

Sebelum pergi, Jeremi menoleh sebentar ke arah meja operasi tempat dimana koper hitam berisi organ-organ segar tergeletak, matanya lalu berotasi melirik Dr. Matsuda yang berusaha menutupi getaran tubuhnya. Senyum tipis muncul di bibirnya.

"Selamat bekerja, Dokter."

Lalu, ia menghilang ke balik pintu, meninggalkan Dr. Matsuda sendirian dengan koper berisi organ berdarah di tangannya dan beban yang semakin berat di pundaknya.

Ketiga bawahan Kazuo itu kembali menuju mobil yang terparkir didepan rumah sakit terbengkalai, mata Jeremi mengedar menatap bangunan rumah sakit yang jauh lebih besar dihadapannya.

Jeremi menoleh kebelakang, "Ada klien lain?" Tanya Jeremi pada Noah."

Noah menggeleng sambil memasukkan ponselnya kedalam saku, "Hanya ada daging segar menanti. Beritahu Shinji dan Kagawa segera, kirim mereka ke tempat bisnis berikutnya." Jawab Noah lalu masuk kedalam mobil lebih dulu.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 26, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Oh, Who Is She? [Killer Peter X Reader]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang