Ibu, aku pulang membawa sunyi,
Langit terbungkam, bumi menyimpan jejakmu,
Engkau dalam diam, tapi aku tahu
Dimatamu tersimpan segala luka, segala doa.Aku menatap wajahmu yang lelah
Waktu menggoreskan garis-garis yang tak hilang,
Tanganmu kaku, namun kasihmu tetap merangkul,
Meski dunia telah merampas banyak darimu.Ibu, hidup ini tak pernah adil,
Aku berlari, jatuh, dan kau yang mengangkat,
Kau sisipkan kekuatan dalam pelukan,
Sementara aku sibuk mengejar bayangan.Aku tahu, Ibu
Tak ada kata yang cukup untuk membayar pengorbanan,
Tak ada puisi yang bisa menampung seluruh kasihmu,
Aku akan terus mengingat, terus mencinta,
Meski waktu menipiskan segalanya.Jakarta, 01 Januari 2024
Raden
