"Ayah Dalam Langit yang Retak"

18 0 0
                                        

Ayah, di mana suaramu kini?
Angin menerpa sepi, daun jatuh satu-satu,
Aku mencarimu di balik waktu,
Jejak langkahmu hilang, tapi bekasnya abadi.

Langit ini retak, Ayah,
Seperti doa-doa yang pecah dalam malam,
Kau jauh, tapi selalu dekat,
Ada di setiap jengkal udara yang kuhirup.

Aku tak kuat, namun tak pernah runtuh,
Karena kau adalah tiang yang tak terlihat,
Setiap kata yang tak pernah terucap,
Mengendap di dalam dada, menusuk kalbu.

Engkau pergi tanpa pamit,
Tinggalkan dunia dengan tangan terkepal,
Namun aku tahu, dalam diam kau bawa pesan,
Pesan cinta dan ketegaran yang tak pernah usai.

Ayah, dimatamu dulu aku belajar tegar,
Sekarang, dalam sepi, aku merasa bayang-bayang,
Kau tak disini, tapi kau tetap ada,
Mengiringi langkahku, meski hanya dalam bisu.

Jakarta, 21 Juli 2021

Raden

Denyut Sunyi dan BaraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang