Seorang gadis terbangun dari tidurnya karena alarm yang terus menggema di kamarnya. Saat terbangun ia merasakan sakit di sekujur tubuhnya, ia berjalan tertatih menuju kamar mandi. Saat ia melepas piyamanya ia melihat ada banyak lebam disekujur tubuhnya. Ia meringis melihat itu. Karena tak ingin membuang waktu ia langsung segera mandi dan mengobati lebam yang ada di tubuhnya. Setelah selesai bersiap-siap ia segera keluar dari kamarnya.
Ia menuruni tangga bisa dilihat kedua orang tuanya dan adiknya yang sedang duduk di meja makan. Ia berjalan menghampiri mereka "Pagi Bun pagi Zy," sapanya lalu mengambil sepotong roti tawar yang berada di atas meja.
"Pagi Ce." "Pagi Cepio," balas sang bunda dan adiknya dengan senyuman. "Sarapan dulu." Fiony melirik ke seseorang yang sedang duduk membaca buku sekilas lalu menggeleng "Ngga Bun Cece langsung ke kampus aja." Fiony berlalu meninggalkan mereka yang berada di ruang makan.
"Hati-hati Ce!" Peringat Bundanya "Iya!" Setelah mendengar itu Bundanya menghela nafas dan mengusap bahu anak keduanya.
*~RENJANA~*
Di dalam suatu ruangan ada banyak orang yang sedang bercengkrama dan bercanda gurau dengan temannya. Namun bisa dilihat ada sesesorang yang terlihat gelisah memperhatikan waktu yang menunjukkan pukul 8:50, ia tak henti-hentinya menghela nafas dan kakinya terus menerus menghentak ke lantai.
"Aduhh Fiony kemana sih." Ia beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu ruangan itu. Ia mengedarkan pandangan berusaha mencari Fiony di antara banyaknya orang di lorong itu.
Setelah beberapa saat akhirnya ia melihat seseorang yang menggunakan inner hitam dan kemeja flannel sedang berlari dari ujung lorong, ia akhirnya dapat bernapas lega. "Fio!" ia berteriak yang dibalas lambaian tangan oleh Fiony.
"S-sorry Jess aku telat," ucap Fiony disela nafasnya yang tersengal lalu memberikan makalah. Jessi mengambil makalah itu. "Gak apa-apa, masih ada 5 menit lagi sebelum dosen masuk. Kamu udah hafal materinya kan?" Fiony mengangguk setelah meminum air mineral yang diberikan Jessi. "Udah."
"Bagus deh." Jessi mengecek makalah yang Fiony bawa, sedangkan Fiony sedang menetralkan nafasnya. Tak lama setelahnya dosen pun datang dan mereka harus segera mempersiapkan diri untuk presentasi.
Beberapa waktu berlalu, mereka akhirnya selesai melaksanakan presentasi nya meskipun ada beberapa kendala seperti proyektor yang error dan pertanyaan dari orang yang ambis. Tetapi mereka berhasil melalui itu semua.
Fiony dan Jessi saat ini sedang duduk di kantin kampus dengan santai, mereka sudah tidak ada matkul untuk hari ini. "Fio, besok free gak?" Jessi menepuk pundak Fiony. Fiony yang sedang fokus ke ponselnya pun akhirnya tersentak karena tangan Jessi tidak sengaja mengenai lebam nya. "Akh!" Reflek Fiony memegangi pundak nya seraya merintih pelan.
"Eh! Fio kamu kenapa?" Jessi yang melihat Fiony merintih pun merasa bersalah. "Aku kekencengan ya nepuk nya?" Jessi mengusap pundak Fiony pelan. Sedangkan Fiony hanya menggeleng "Aku gak apa-apa kok Jes."
"Gak apa-apa gimana? Pundak kamu sakit ya?" Fiony hanya menggeleng. "Gak apa-apa, ini cuma salah posisi tidur doang semalem." Jessi masih menatapnya khawatir. "Beneran?" Fiony mengangguk sebagai jawaban.
Jessi akhirnya memilih untuk diam melihat Fiony yang masih memegangi pundaknya. "Kamu tadi mau nanya apa?" Fiony menoleh ke arahnya.
"Besok kamu free gak?"
Fiony berpikir sejenak. "Kenapa emang?" Jessi menggeleng. "Nggak, aku Cuma mau minta temenin ke mall." Fiony mengangguk pelan. "Gimana nanti ya, ntar aku chat bisa apa nggak."

KAMU SEDANG MEMBACA
RENJANA ASA: Jiwa Yang Sempurna
FanfictionMereka dipertemukan oleh takdir untuk menyembuhkan satu sama lain.