Happy reading 🌟
.
.
.
Berikut adalah Chapter 2 dengan detail sekitar 500 kata:
---
Chapter 2: Bayangan Masa Lalu
Malam setelah pertemuan dengan Lucas, Elena terbangun dengan perasaan gelisah. Dia berbaring di tempat tidur, menatap langit-langit, pikirannya penuh dengan kata-kata yang tertulis di surat ancaman itu. "Kamu tidak bisa melarikan diri dari masa lalu." Apa maksudnya? Dia tidak bisa mengabaikan hal itu merayap dalam otaknya terus menerus, seolah bayangan yang kelam mengintainya.
Pagi hari yang cerah, Elena berusaha melanjutkan rutinitasnya. Dia bergegas ke kantor, tetapi pikirannya terus kembali kepada Lucas dan peringatan yang di temukan. Di meja kerjanya, rekan-rekannya tampak asyik, tetapi Elena merasa terasing, seolah dunia di sekelilingnya berputar tanpa dirinya. Saat dia menerima chat dari Adrian, tawaran untuk makan siang bersama, terasa seperti pelarian yang manis dari hal yang membuatnya galau. Mungkin setelah semua ini, dia bisa merasa lebih baik.
Selama makan siang, Adrian tampak ceria. Dia bercerita tentang proyek baru yang sukses, tetapi Elena tidak bisa sepenuhnya terfokus. Tatapan Adrian yang hangat tidak bisa sepenuhnya menghapus kekhawatirannya. Saat Adrian menyentuh tangannya, Elena merasakan kehangatan, tetapi bayangan Lucas dan surat ancaman terus mengganggu pikirannya. Setiap senyuman Adrian seolah menyimpan rahasia yang lebih dalam.
“Is everything okay, Elena?” tanya Adrian, raut wajahnya menunjukkan kekhawatiran. “Kamu tampak lelah.”
Elena mengangguk, berusaha menyembunyikan kegelisahan yang menggerogoti. “Hanya sedikit stres di kantor,” jawabnya, mengalihkan perhatian dari perasaannya yang sebenarnya. Tapi, saat mereka berbicara, dia tidak bisa shake off ketakutan yang selalu menghantuinya. Setelah pertemuan itu, dia memutuskan untuk mencari tahu lebih banyak tentang Lucas dan masa lalunya.
Setelah bekerja, Elena pergi ke perpustakaan lokal, tempat di mana dia sering menghabiskan waktu kecil. Di antara deretan buku-buku tua dan halaman-halaman yang menguning, dia berharap menemukan sesuatu yang bisa menjelaskan peringatan Lucas. Saat menyisir arsip berita lama, sebuah artikel menarik perhatiannya. Judulnya berbunyi "Pembunuhan di Kampus: Misteri yang Belum Terpecahkan."
Dengan cepat, Elena membaca setiap kata. Artikel itu menceritakan tentang seorang mahasiswi yang ditemukan tewas di kampus mereka sepuluh tahun yang lalu. Identitasnya dihapus dari catatan, dan tidak ada yang pernah ditangkap. Detektif mengatakan bahwa kasus itu berhubungan dengan pergaulan anak-anak kaya yang memiliki koneksi kuat, dan nama-nama besar muncul dalam penyelidikan. Semakin dalam Elena membaca, semakin dia merasakan jantungnya berdebar—nama Adrian dan Lucas muncul sebagai teman sekelas.
Kepanikan melanda ketika dia menyadari bahwa surat ancaman itu mungkin bukan sekadar lelucon. Siapa yang bisa tahu tentang hubungan mereka dengan kasus ini? Siapa yang ingin menyakiti dirinya? Pertanyaan itu terus berputar dalam benaknya saat dia meninggalkan perpustakaan, ketakutan menggantikan rasa ingin tahunya.
Elena pulang dengan perasaan tidak nyaman, merasakan ketidakpastian yang menggelora. Ketika dia membuka pintu rumahnya, semua yang dia lihat terasa berbeda. Bayangan masa lalu tampaknya lebih nyata, lebih menakutkan. Saat malam menjelang, Elena tahu dia harus mencari kebenaran, meskipun itu berarti menghadapi kegelapan yang selama ini dia coba hindari.
---
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Shadowed Heart
Mystery / Thriller"Elena hidup dalam bayangan cinta dan kebohongan. Terperangkap dalam hubungan dengan dua pria misterius, Adrian dan Lucas, dia mulai menerima surat ancaman yang mengungkap rahasia kelam dari masa lalu. Saat surat-surat itu semakin menakutkan, Elena...
