Happy reading🌟
.
.
.
---
Chapter 3: Jejak yang Tersembunyi
Keesokan harinya, Elena bangun dengan tekad yang baru. Dia tidak bisa lagi berdiam diri. Jika surat ancaman itu terkait dengan masa lalu, maka dia harus menyelidikinya lebih dalam.
Di kantor, meski rekan-rekannya sibuk dengan proyek masing-masing, pikirannya melayang pada informasi yang dia dapatkan dari perpustakaan. Sejak pagi, dia merasa gelisah, seolah bayangan tak kasat mata mengawasinya dari sudut ruangan.
Setelah jam kerja selesai, Elena pergi ke kafe tempat Lucas biasa singgah setelah bekerja. Mungkin dia bisa mendapatkan lebih banyak informasi dari Lucas, atau setidaknya mengonfirmasi kecurigaannya.
Kafe itu ramai dengan suara mesin kopi dan aroma kue segar. Elena memesan secangkir kopi, mencoba menenangkan diri sebelum berbicara dengan Lucas.
Saat Lucas tiba, wajahnya terlihat serius, seolah dia sudah menantikan pertemuan ini. “Elena, ada apa? kenapa tiba tiba mengajaku bertemu? dan heii?? Kenapa kamu terlihat khawatir?” tanyanya saat duduk di depan Elena.
Dia menghela napas, menatap Lucas dengan intens. “Aku menemukan artikel tentang pembunuhan di kampus kita. Nama kalian muncul, Lucas. Apa yang terjadi sebenarnya?”
Lucas tertegun sejenak, matanya melirik ke arah kerumunan, memastikan tidak ada yang mendengar. “Kita tidak bisa berbicara di sini. Mari pergi ke tempat yang lebih tenang,” ujarnya, menggenggam tangan Elena dan menariknya keluar dari kafe.
Mereka berjalan ke sebuah taman kecil di dekat kafe, tempat sepi dengan suara dedaunan yang berdesir. “Dengar, Elena. Kasus itu sangat rumit. Banyak orang berusaha menutupinya, kenapa kamu menanyakannya?” Lucas mulai menjelaskan, tetapi suaranya bergetar.
“Apakah Adrian terlibat?” tanya Elena, suaranya penuh tekanan. Lucas menunduk, menyesap kopinya sebelum menjawab.
“Dia bukan orang jahat, tetapi... dia terhubung dengan banyak orang. Ada sesuatu yang dia sembunyikan, dan aku takut jika kamu terus bersamanya, kamu mungkin akan terjebak dalam bahaya.”
Kata-kata Lucas membuat Elena merinding. “Kenapa kamu tidak memberitahuku sebelumnya? Kenapa kamu baru membicarakannya sekarang?”
“Aku tidak ingin menakut-nakutimu. Kita adalah teman, dan aku hanya ingin melindungimu,” jawab Lucas, tatapannya penuh kasih sayang.
Elena merasa bingung, terjebak di antara dua pria yang dicintainya. Saat dia merenungkan semua yang baru saja diungkapkan, pikiran tentang masa lalu Adrian dan Lucas mulai membanjiri otaknya. Dia merindukan masa-masa di mana hidupnya sederhana, tanpa ketegangan yang sekarang mengelilinginya.
“Jadi, apa yang harus aku lakukan?” tanya Elena, merasa berat di hatinya. Lucas menghela napas, menatap jauh ke arah taman.
“Kamu harus mencari kebenaran. Mungkin ada orang lain yang tahu lebih banyak. Jangan pernah ragu untuk bertanya, tetapi hati-hati. Seseorang mungkin memperhatikan kita sekarang,” Lucas memperingatkan.
Mereka berbincang lebih lama, dan saat Elena kembali ke rumah, perasaannya campur aduk. Dia merasa terjebak dalam jaring yang semakin rumit. Dalam perjalanan pulang, dia memikirkan semua informasi yang baru saja didapatkan, berusaha merangkai potongan-potongan puzzle yang hilang.
Sesampainya di rumah, Elena menemukan surat kedua tergeletak di meja, dengan tulisan tangan yang sama. Dengan jantung yang berdebar, dia membukanya. Kata-kata yang tertulis membuatnya terkejut: “Kamu tidak akan selamat jika terus menggali masa lalu. Jauhi Lucas, dan jangan sekali pun percaya pada Adrian.”
Dengan napas tertahan, Elena merasakan ketakutan yang lebih dalam dari sebelumnya. Bayangan masa lalu kembali menghantuinya, dan dia tahu bahwa langkah berikutnya harus diambil dengan hati-hati. Dia harus menemukan kebenaran, tetapi harga yang harus dibayar mungkin lebih besar dari yang dia bayangkan.
---
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Shadowed Heart
Misteri / Thriller"Elena hidup dalam bayangan cinta dan kebohongan. Terperangkap dalam hubungan dengan dua pria misterius, Adrian dan Lucas, dia mulai menerima surat ancaman yang mengungkap rahasia kelam dari masa lalu. Saat surat-surat itu semakin menakutkan, Elena...
