~Happy reading~
•
•
•
_________
Di taman belakang sebuah gedung universitas ternama di kota Den Haag, terdapat dua gadis yang tampak frustasi dengan keduanya yang sibuk berkutat pada laptop.
Segelas vanilla late dan coffe tampak belum tersentuh sama sekali akibat terlupakan karena terlalu fokus pada tugas yang mereka kerjakan.
"Fuck! otak gue udah mentok banget ya babi." Umpat Catherine mengacak rambutnya sendiri.
Lachelyn mengusap wajahnya kasar, "Tau ah, cape gue lama kelamaan." Gumam Lachelyn menutup laptopnya.
Tangannya bergerak meraih gelas berisi vanilla late tersebut. ia menyeruputnya secara perlahan.
Kepalanya mengadah menatap langit biru sebelum akhirnya ia memejamkan matanya.
"kangen Indonesia gue." lirihnya masih terdengar oleh Catherine.
"gue juga." sahut Catherine.
Terdengar helaan napas gusar dari Lachelyn yang tampak sudah pasrah akan keadaan.
"ke Indonesia kuy!" ajak Lachelyn.
Catherine mendengus "gila lo?! liat noh tugas numpuk, jangan macem-macem lo."
"ah pusing gue!"
Beberapa menit mereka tenggelam dalam lamunan, tak lama kemudian mereka dikejutkan akan sebuah milkshake yang tumpah tepat pada baju hitam milik.
byurr..
"WHAT ARE YOU DOING?!" pekik Catherine.
Catherine bangun dari duduknya begitupun Lachelyn yang sama terkejut.
Catherine melotot melihat bajunya yang terkena tumpahan milkshake, kemudian netranya menajam saat melihat pelaku yang menumpahkan milkshake pada dirinya.
Gadis berambut blonde bernama Arabella itu tampak membuat wajahnya seakan merasa bersalah.
"oh, i'm so sorry, Catherine." Arabella tersenyum sinis pada Catherine.
Catherine menetralkan napasnya yang memburu, ia terlanjur tersulut emosi.
"you are so excessive, Arabella!" sentak Catherine.
Arabella mendelik "I've apologized, isn't that enough?"
"no! absolutely not."
Arabella terkekeh sinis "should i buy your cheap clothes?"
Catherine tambah emosi mendengar ucapan Arabella, ia maju mendekati Arabella dengan emosi yang memuncak.
Ia mengacungkan jari tengahnya tepat didepan wajah Arabella, "shut up, b!tch." umpat Catherine menabrak bahu Arabella.
Lachelyn yang sedari tadi menonton ikut berjalan mengikuti Catherine, namun ia berhenti dan melihat ke arah Arabella.
"Hey!" panggil Lachelyn.
Arabella menoleh pada Lachelyn dengan pandangan yang sinis.
"nu ngalieuk nu gelo." ucap Lachelyn terkikik lalu berlari ke arah Catherine.
(yang menoleh orang gila)
Sedangkan Arabella memandang punggung Lachelyn dengan keheranan, ia tidak mengerti apa yang Lachelyn ucapkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
only you || Rafael Struick
Fanfictioncinta yang tumbuh di dua jiwa terhalang oleh dinding keyakinan agama yang berbeda membayangi cinta menjadikannya seperti mimpi yang hilang.. Agama seharusnya menjadi jembatan yang menyatukan, bukan tembok yang memisahkan, tapi barangkali cinta beda...
