~Happy reading~
•
•
•
__________
Disebuah lorong gedung, tampak Lachelyn yang sedang berjalan sendirian. atensinya fokus pada ponsel yang ia genggam.
Hari ini, Lachelyn kebetulan sedang tidak ada kelas, ia memutuskan untuk pulang lebih awal.
Sudah dua minggu juga ia putus kontak dengan anak pertama dari tuan Struick. Kisah mereka terdengar hanya sepintas di internet, dan menghilang begitu saja seolah ditelan bumi.
Lachelyn sedikit demi sedikit mulai melupakan Rafael. Aneh bukan? mereka tidak memiliki hubungan apapun, namun sesulit itu untuk Lachelyn melupakan Rafael.
brukk..
Bokong Lachelyn mendarat diatas kerasnya lantai yang dingin, ia mengaduh kesakitan.
"s-sorry, i didn't mean to."
Lachelyn mendongak menatap pria didepannya, ia menggeleng cepat.
"eh I'm the one who should apologize for not focusing on the road."
Lachelyn segera berdiri dan membungkukkan badannya meminta maaf.
"it's okay, you don't need to bow down to me." Lachelyn berdiri tegak.
"a-alright."
Saat hendak pergi, Lachelyn merasa tangannya ditahan oleh seseorang. saat menoleh ia mendapati pria tadi yang menahannya.
"You, you are an artist from Indonesia, right?"
Lachelyn membelalakkan matanya tak percaya, ia menatap serius setiap sudut wajah pria dihadapannya.
"how do you know?" tanya Lachelyn.
Beberapa detik tidak mendapatkan jawaban, tiba-tiba terdengar suara kekehan dari pria asing tersebut.
"don't be surprised, gue juga orang indo yang udah tinggal disini sekitar tujuh tahun."
Bahasa Indonesia yang pria itu ucapkan kembali membuat Lachelyn terkejut.
Pria tersebut menjulurkan tangannya, "kenalin, gue Abbas Christoper Petrus. biasa dipanggil Abbas."
Tak kunjung mendapatkan balasan, Abbas menarik kembali tangannya. Ia sedikit gemas dengan ekspresi was-was Lachelyn.
"Lo artis Indonesia yang Hiatus gara-gara ngejar studi disini 'kan?"
Lachelyn mengernyit heran, "How do you know?" ia mengulang perkataan yang sama.
"itu udah bukan confidential lagi, bukan?"
Lachelyn menghela napas, ia mengangguk singkat.
Sebenarnya Lachelyn tidak asing dengan Abbas. bagaimana tidak, Abbas termasuk cowo yang cukup famous di kampusnya, sama seperti Catherine.
Selain karena fisiknya yang lumayan, Abbas juga dikenal sebagai buaya, karena hampir setiap angkatan pernah menjadi kekasih Abbas namun selalu kandas di tengah jalan karena Abbas yang tidak setia.
Dan anehnya, sudah banyak yang tau jika dia tidak cukup satu wanita, tetapi masih saja banyak yang mengidolakannya.
Bisa Lachelyn akui bahwa Abbas mempunyai pesona yang badas, wajah campuran antara Indonesia dan Belanda membuat Abbas tampak tambah lebih tampan.
KAMU SEDANG MEMBACA
only you || Rafael Struick
Fanfictioncinta yang tumbuh di dua jiwa terhalang oleh dinding keyakinan agama yang berbeda membayangi cinta menjadikannya seperti mimpi yang hilang.. Agama seharusnya menjadi jembatan yang menyatukan, bukan tembok yang memisahkan, tapi barangkali cinta beda...
