Bab 14

251 17 3
                                        

Terimakasih atas view vote dan comentnya ya 🙏
Happy reading na krub 🤗☺️
=================================

"Just using the eggs that were thrown away in the face of arrogant and ignorant people," he said angrily.

~~~~~~~~~~~~~  🐺🐼  ~~~~~~~~~~~~~
Kamar Gio

"Belum ngantuk Daddy"bisik gio saat Meen menurunkannya diatas tempat tidur.

"Terus gio maunya gimana?"Meen duduk disampingnya putranya sambil membelai rambutnya.

"Gio mau main kuda-kudaan Daddy?" pintanya sambil tersenyum.

"Tapi disini tidak ada kuda lho sayang?"Tanya Meen kebingungan mendengar permintaan anaknya.

"Bukan kuda dalam arti sebenarnya Daddy"ucap gio sambil manyun."Aku mau naik dipunggung daddy saja "

"Jadi Gio minta digendong Daddy lagi?"Meen memastikan permintaan anaknya.

"Bukan begitu Daddy Meen.
Pertama-tama tolong Daddy ambil sikap untuk merangkak dengan kedua telapak tangan, kedua lutut,dan kedua ujung kaki menempel dilantai" pinta gio.

Meen mencoba mempraktekkan permintaan anaknya"Seperti ini sayang?"tanyanya.

"Yeah... bener Daddy, sekarang gio naik dipunggung Daddy ya" pintanya sambil bersiap-siap naik ke punggung Meen.

"Hup"akhirnya gio bisa naik di atas punggung Meen.

"Ayo Daddy Meen kita mulai mengelilingi kamar"

"Ayo Daddy Meen kita mulai mengelilingi kamar"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ilustrasi from pinterest

"Iya sayang,tapi kamu harus pegangan yang erat ya" pinta Meen yang takut anaknya terjatuh dari punggungnya.

"Siap Daddy Meen"Gio segera pegangan baju Meen."Let's go Daddy kita maju dengan kecepatan penuh untuk mengelilingi bumi menembus cakrawala" ucapnya bersemangat.

"Oke sayang"Meen berhati-hati dalam bergerak kedepan. Dimulai dengan kaki kiri bersama dengan tangan kanan, lalu diikuti kaki kanan bersama tangan kiri. Merekapun mulai bergerak didalam kamar sampai sebuah suara menghentikan aktivitas mereka.

"Kenapa gio belum tidur?"Ucap ping yang memasuki kamar.

"Gio belum mengantuk papa. Gio masih mau main bersama Daddy"ucapnya.

"Sayangku mainnya dilanjutkan besok saja ya, ini sudah malam lebih baik kita tidur sekarang"pinta Ping.

"Tapi gio masih mau main pa" tolaknya sambil memasang muka mayun.

"Gio tidak kasihan sama papa ya. Papa baru saja pulang dari berobat dirumah sakit , sekarang papa ingin istirahat supaya jari papa lekas sembuh" ping mencoba membujuk anaknya.

Meskipun terlihat enggan, Gio akhirnya menuruti permintaan Ping "Iya deh pa tapi nanti dibacakan buku dongeng ya"pintanya.

"Semua cerita yang ada dibuku sudah pernah papa bacakan, gio mau dibacakan ulang ya?"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 10, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

MY BELOVED CHEFTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang