part 12

195 27 0
                                        

⚠️Vote 170⚠️

Oiya mulai dari part ini hingga seterusnya  author bakal lebih menonjolkan alur novel my lovers biar ada idee.

Vote naik perlahan, author suka menargetkan bukan karena pelit tetapi karena ingin tahu siapa yang baca tapi tidak vote.

...

Banyak VIP bahkan VVIP terkejut dengan penjelasan dari Mr.X, "pembayaran dan pengambilan barang akan dilakukan di ruangan masing-masing" ucapnya lalu ia pun undur diri.

Disisi lain terdapat satu keluarga tengah membicarakan orang yang menjual barang itu.

"Gila sekali orang itu" ucap salah satu dari mereka yang tak lain adalah Xebec.

"Orang seperti apa yang bisa membuat alat seperti itu?" Heran Leon.

"Tidak tau, tapi barang itu jatuh ke tangan VVIP itu kan?" Ucap Xebec sambil melihat bayangan VVIP ruangan 5, sebagai pengingat ruangan yang ditempati Keluarga Sientierro ini VVIP ruangan 1.

"Itu Sean, dia baru kembali dari inggris kemarin" ucap Jeandra santai tapi berbeda dengan respon ketiga anaknya.

"HAH!?" Reflek Xebec berteriak membuat Leon menampar mulutnya.

"Sean yang seperti orang gila itu?" Tanya Abigail diangguki Jeandra, "tapi kenapa suaranya agak beda?" Tanya Xebec, pasalnya Sean yang ia kenal memiliki suara berat khasnya tetapi tadi malah suara orang biasa.

"Dia sedang menyamarkan diri nya entah karena apa" balas Jeandra diangguki ketiga anaknya itu.

Sementara itu disisi orang yang tengah jadi perbincangan kini duduk santai sambil menyeruput segelas teh.

"Apa bisa orang yang membuat barang itu menemuiku secara langsung?" Tanya Sean kepada tangan kanannya, Eren.

"Aku tidak tau, kalau mau tanyakan langsung kepada bawahan orang itu" balas Eren, walaupun mereka atasan dan bawahan, Eren sudah seperti sahabat dari Sean.

"Ide bagus, kau tanyakan kepada orang itu" Eren memasang wajah jengkel, harusnya ia tidak perlu mengeluarkan omong kosong.

Eren berjalan keluar ruangan, meninggalkan Sean dalam kesendirian, tapi tak jadi masalah bagi Sean, dia sudah terbiasa.

10 menit berlalu, Eren kembali dengan wajah datar atau lebih tepatnya kesal?

"Ada apa kau memasang wajah seperti itu?" Tanya Sean kepada tangan kanannya itu, "tebak saja jawaban apa yang kudapat" dengan nada ketus ia membalas.

"Hoo.. biar kutebak, kau pasti berkata seperti ini kepada mereka 'tuanku ingin menemui tuan kalian' lalu dibalas mereka dengan aura suram 'Jika ingin bertemu, maka kalian yang harus berhadapan dengan tuan kami', dan kau melihat perbandingan kekuatan yang jauh berbeda, apakah betul begitu?" Tebak Sean membuat wajah Eren semakin menggelap.

Sean sudah sangat hafal dengan gerak gerik dari Eren, "jadi mau bagaimana?" Ketus Eren dan dibalas senyuman oleh Sean,"ya menemuinya secara langsung, apa yang harus dipikirkan?"

...

Disisi Alex sendiri, kini ia tengah menatap Jay dan Jax yang bersimpuh dihadapannya,"dia yang mulai!" Tunjuk Jay kepada Jax membuat orang itu tidak terima.

"Kau yang mengambil permenku dasar bodoh!" Balas Jax, ah rupanya hanya karena permen saja..

Tok
Tok
Tok

Ketiga orang itu mengalihkan pandangannya ke arah pintu, "siapa itu?" Tanya Jay sementara Jax berdiri untuk membuka pintu.

Kriett.

Transmigrasi AamonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang