[4] kilatan memori

573 52 17
                                        

"pada saat itu aku tidak tau harus berkata apa, aku juga tidak tau harus berbuat apa. Ketika Krow mengatakan hal itu.. hal yang tidak semua orang ketahui kecuali aku dan dia saat terakhir kali kita bertengkar hebat"

Jika disesali pun rasanya sudah terlambat, Krow sudah menemukan pengganti yang mungkin saja bisa lebih baik dari Zaki.

Apakah ini sudah saatnya untuk berubah?..

Apakah ini sudah saatnya untuk berhenti?..

'aku sudah jatuh terlalu dalam, dan dia tidak pernah jatuh'

"krow... kenapa kamu berkata seperti itu saat itu?..."
































....





























"mami.. kalau aku ga ada mami gimana?"

"kamu ngomong apasi nak?" Kegiatan yang Caine lakukan seketika terhenti ketika Zaki bertanya hal yang sebenarnya sangat Caine takutkan.

"kalau Zaki meninggal mami sedih?"

"pasti mami akan sedih, hal kaya gitu masih kamu tanya? kamu ada apa sebenarnya nak? cerita sama mami"

Caine duduk di sebelah Zaki kemudian dengan lembut mengusap rambut sang anak. Dirinya meyakinkan Zaki untuk bercerita dan mengeluarkan isi pikirannya.

"mami.." Zaki meneteskan air matanya, dirinya terus teringat kata kata yang Krow lontarkan kepadanya.

"kamu kenapa Zaki? Utututu jangan nangis ya mami ikut sedih ini" Caine memeluk Zaki dengan lembut dilengkapi dengan usapan halus di punggung Zaki untuk menenangkannya.

'zaki capek'










































































"Riji, Mako, Garin, Gin, dan Souta. Makasih ya udah temenin aku malam ini, senang banget bisa jalan-jalan kaya tadi sama kalian" Zaki menatap semua temannya dengan senyuman lembut.

"apa si Jak, kita semua teman dan sudah sepantasnya kita temenin kamu di saat terpuruk" Souta yang paham dengan perasaan Zaki saat ini hanya bisa menghibur Zaki dengan kata-katanya dan mengelus pundak Zaki.

"benar kata Souta, dan kalau kamu belum bisa cerita sekarang ga masalah kita akan tunggu sampai kamu bisa menceritakannya" Tambah Gin.

"Sekali lagi makasih"

"aman azaa"

'beruntung punya teman sebaik kalian'

"btw katanya ada 2 anak baru di sekolah kita" Riji membuka obrolan.

"cewe apa cowo?" 

"emang mau lu apain rin?" Souta tau persis kalau Garin ini orangnya susah ditebak.

"cowo dua-duanya" Jawab Riji yang kemudian dapat anggukkan dari Garin.

"mau lu apain?"

"kalian ini kenapa si?? 




....






"yakin Jak mau diantar sampai sini aja?"

"iya Rin, soalnya mau ke minimarket dulu sebelum pulang"

"mau dianter sekalian?"

"ga perlu Garin, aku udah banyak ngerepotin kamu"

'bisa ga si jangan terlalu baik? kalau Zaki egois gua bakal rayain dan undang seluruh orang dibumi sih'

Masih Hatiku [KroJaki]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang