Matanya yang cantik dihiasi bulu mata yang lentik perlahan terbuka dengan sempurna. Menampakan bola mata yang indah milik lelaki manis yang sedang terbaring di ranjang rumah sakit. Merasa tidak nyaman dengan punggung tangan yang dikaitkan dengan selang infus yang melekat.
Tubuhnya juga sangat lemah, untuk berucap pun rasanya harus mengeluarkan tenaga kuat dan effort untuk mengeluarkan suara.
'terang sekali'
lampu rumah sakit yang sangat terang membuatnya tidak tahan membuka mata terlalu lama, membuat matanya berkedip untuk beradaptasi dengan penerangan tersebut.
"Zaki.."
Suara halus yang dibuat oleh seseorang disebelahnya, awalnya ia pikir hanya sendiri di ruangan luas ini. Rupanya ada atensi lain yang setia menunggunya bangun.
'siapa ini.. '
Rasanya sangat pusing sekali, terlalu berat untuk berpikir dengan jernih.
"gimana tubuhmu?"
Dengan tenaganya yang minim Zaki berusaha untuk sekedar membelokkan kepalanya untuk melihat seseorang disampingnya.
dia rupanya...
"Krow.."
"ya.. kalau begitu aku pergi dulu—"
"jangan"
Entah dapat tenaga darimana Zaki dapat memegang tangan Krow, walau tubuhnya lemah tapi masih dapat merespon.
"kamu sudah bangun, tidak ada alasan lagi untukku disini" Krow berbicara, wajahnya tidak menatap Zaki sama sekali.
"Krow jujur,.. kamu masih mencintaiku.. kan?"
Sebenarnya Zaki hanya mengikuti nalurinya, dia juga tau jawaban Krow berikutnya karena sudah terpikirkan oleh Zaki. Bagaimana Krow selalu menolaknya... tidak pernah Zaki lupakan.
"tidak" singkatnya.
Sungguh jawaban yang tidak ingin Zaki dengarkan, namun hatinya sangat kebal dengan jawaban itu terbukti bahwa sekarang Zaki sudah tidak sakit hati ketika mendengar Krow mengatakan hal semacam itu.
"kau hanya titipan.. dan harus kembali pada pemilikmu yang asli"
Benar, sebagaimana barang titipan pada akhirnya barang tersebut pasti akan kembali pada pemilik aslinya. Namun dalam hal ini Zaki tidak mengerti dengan perkataan Krow.
"ini hanya sementara, suatu saat kamu pasti paham"
"apa maksudmu Krow?.."
"aku pergi"
"tunggu, jawab aku—"
Ah, Krow keluar sebelum menjawab pertanyaan Zaki..
Rasanya tidak enak jika terus digantung seperti ini oleh perasaan dan pikiran sendiri.
Jujur lama kelamaan Zaki mulai lupa akan Krow, tapi ketika melihat Krow rasanya hatinya akan terus kembali pada cintanya yang entah berbalas atau tidak.
"yang membuatku bertahan selama ini adalah kamu, Krow"
...
"rin, sebenarnya ada apasih??" Tanya Zaki yang sudah terlihat lelah.
"akan lebih baik jika kamu mencari tau sendiri Zaki"
KAMU SEDANG MEMBACA
Masih Hatiku [KroJaki]
Teen Fictionadakah hatimu masih milikku?... don't copy‼️ mengandung bl/bxb 🔞⚠️ harap bijak memilih cerita!⚠️
![Masih Hatiku [KroJaki]](https://img.wattpad.com/cover/375440762-64-k315127.jpg)