Tes ombak dulu dong, siapa yang nunggu update-an cerita ini👉
Kalo rame yang nunggu, aku lanjut ehehe (. ❛ ᴗ ❛.)
*
*
Happy Reading
☾︎──────°❀•°✮°•❀°──────☽︎
48. Pamit Pergi
Berita mengenai kecelakaan yang menimpa penyanyi yang sedang naik daun, Jayden Louis, dengan cepat menyebar luas di media sosial. Para penggemar pun menunjukkan rasa kekhawatiran mendalam atas kondisi idola mereka.
Banyak yang mengirimkan doa dan dukungan melalui berbagai platform, berharap Jayden segera pulih dan kembali ke dunia musik.
Namun, untuk sementara waktu, Jayden harus vakum dari dunia hiburan guna menjalani pemulihan intensif pascakecelakaan.
Dan sudah lima hari sejak Jayden sadar, Azura selalu mengunjungi Jayden setelah mengecek keadaan Tuan Edward. Seperti saat ini, ia datang kembali untuk menjenguk Jayden.
Kedatangannya kemari ingin membantu Jayden untuk menyesuaikan diri dengan kondisinya yang baru. Azura melakukan itu agar Jayden tak merasa sedih atau melakukan hal nekat seperti bunuh diri misalnya.
Drivar juga kerap datang, membawakan beberapa makanan hingga buku catatan, agar komunikasi Jayden dengan Azura dan tim medis tetap lancar. Meskipun begitu Azura juga beberapa kali mengajarkan bahasa isyarat pada Jayden dikit demi sedikit.
Bahkan hubungan Jayden dan Azura pun menjadi dekat satu sama lain. Terutama Jayden, pria itu seolah-olah tak ingin jauh dari gadis itu.
Jika Azura datang ke rumah sakit untuk menjenguknya, Jayden akan selalu berada di sisi gadis itu ke mana pun Azura pergi.
Dan selama Azura mengunjungi Jayden, tak jarang orang tua Jayden juga datang menjenguk putranya. Azura merasa lega melihatnya, setidaknya di kehidupan kedua ini hubungan Jayden dengan kedua orang tuanya berjalan dengan baik.
Seperti sekarang, saat Azura sampai di sana. Ternyata Louid dan Lauren pun mengunjungi Jayden untuk membantu membereskan barang-barang Jayden karena hari ini Jayden akan pulang ke rumahnya.
Azura berjalan menghampiri Lauren yang tengah mengemas pakaian ke dalam tas. "Tante, biar aku bantu," tawar Azura sopan.
Tangan Lauren yang hendak memasukkan baju ke dalam tas terhenti di udara, ia menoleh pada Azura lalu tersenyum tipis.
"Tidak perlu, sayang. Lebih baik kau temani Jayden saja," ucapnya sambil menunjuk Jayden yang sedang menyendiri di depan jendela.
Azura mengikuti arah pandang Tante Lauren, di sana Jayden yang sedang duduk menyendiri di kursi rodanya. Memilih mengikuti perkataan Tante Lauren untuk menemani Jayden, Azura berjalan perlahan menghampiri pria itu, dari belakang ia bisa melihat punggung lebar Jayden yang terlihat lesu.
Menepuk pelan pundak Jayden yang sedang fokus menikmati pemandangan di luar, membuat pria itu menoleh sebentar saat merasakan seseorang menepuk pundaknya.
"Kapan kau datang?" tanya Jayden membuka percakapan.
Azura menoleh sekilas, tangannya menarik kursi untuk ia duduki dan meletakkannya di samping Jayden. Kemudian ia mengambil buku kecil yang biasa ia bawa dan menuliskan sesuatu di sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Thread of Destiny
Fantasy[ FANFICTION : TIME TRAVEL SERIES ] ☠️ WARNING TYPO BERTEBARAN Azura Gabriella, seorang psikiater yang mengalami kecelakaan ketika sedang pulang menuju rumahnya. Tanpa Azura sangka, dirinya kembali ke 6 tahun yang lalu saat dirinya masih kuliah. Sa...
