🅱🅴🆂🆃 🅱🆁🅾🆃🅷🅴🆁
Akhirnya hoseok menghubungi salah seorang bawahan keluarga min untuk mengambil mobilnya. Lalu membawanya ke bengkel tentunya.
Sedangkan hoseok sendiri berlari ke sekolah. Jaraknya memang sudah lumayan dekat. Namun tetap memakan waktu yang cukup lama, sekitar lima belas sampai dua puluh menit.
"Hoseok-ah, kau hampir saja terlambat!" rupanya dua teman hoseok tengah menunggunya di depan gerbang sekolah.
Chwe vernon dan lee dokyeom adalah teman baru hoseok di sekolah menengah akhir. Mereka saling mengenal sejak mereka mendaftar di sekolah ini.
"Hufh.... Hufh... Hufh...." hoseok mengatur napasnya. Keringat bercucuran di sekujur tubuhnya. Rambutnya yang semula rapi, kini mulai acak-acakan.
"Hoseok-ah, kenapa kau berlari?" tanya vernon lagi.
"Tanya jawabnya nanti saja. Lebih baik sekarang kita masuk dulu" ajak dokyeom.
Kini mereka sudah berada di dalam kelas. Posisinya terletak di lantai empat.
Jadi, gedung sekolah mereka berlantaikan empat tingkat. Lantai pertama untuk ruang guru, kantin, perpustakaan, ruang kesehatan, dan ruangan-ruangan lainnya.
Sedangkan lantai dua untuk anak-anak kelas tiga, lantai tiga untuk anak kelas dua, dan lantai empat untuk anak kelas satu. Dan setiap lantai sudah disediakan kamar mandi tentunya.
"Hei, rambutmu kenapa berantakan sekali!" tanya salah seorang teman sekelas hoseok.
"Apa kau punya sisir?" tanya hoseok.
"Ya, aku punya" gadis itu merogoh tasnya. Mengambil sebuah sisir berwarna ungu muda lalu ia sodorkan ke hoseok.
Hoseok langsung menggunakannya. Setelahnya, ia kembalikan ke gadis yang posisi duduknya tepat di depan bangku guru.
"Terimakasih"
"Tidak masalah"
"Oh iya. Perkenalkan, aku kim mita"
"Ah, hai. Aku min hoseok"
"Aku chwe vernon"
"Dan aku lee dokyeom" mereka berempat saling berkenalan. Setelahnya, mita kembali ke tempat duduknya karena kelas sebentar lagi dimulai.
Singkatnya, jam istirahat pun berbunyi. Semua murid dari lantai dua, tiga dan empat berhamburan menuju lantai pertama. Tempat dimana kantin berada.
"Hei, ayo cepat. Kenapa kalian masih santai-santai saja!" cerocos mita.
"Memangnya kenapa harus terburu-buru"
"Apa kau mau berdesak-desakan dengan murid yang lain?" tanya dokyeom.
"Ck, kalau kita tidak cepat-cepat. Kita tidak akan kebagian tempat dan makanan nanti!"
"Benarkah? Kenapa bisa begitu!" tanya hoseok membulatkan kedua matanya.
"Kalian tidak tau?"
"Disini, yang cepat akan mendapatkan tempat duduk dan juga makanan lengkap"
"Dan jika kalian datang terlambat, kalian tetap akan makan sebenarnya"
"Hanya saja, harus menunggu yang datang lebih awal selesai dulu"
"Selain itu, makanan yang akan kita dapat juga hanya sisanya saja!" jelas mita.
"Ya!!, kalau begitu kenapa tidak kau katakan dari tadi!!" dokyeom langsung berlari keluar kelas. Menarik tangan hoseok, lalu hoseok menarik tangan vernon.

KAMU SEDANG MEMBACA
BEST BROTHER - END
Ficção AdolescenteYoongi dan hoseok. Dua saudara dengan kepribadian berbanding terbalik. Yoongi yang memiliki sifat cuek, dingin, kaku, tidak berperasaan dan bodo amatan. Memiliki adik hoseok yang sifatnya polos, baik hati, ceria, mudah penasaran, dan tidak mudah men...