22

376 43 10
                                        

🅱🅴🆂🆃 🅱🆁🅾🆃🅷🅴🆁

Yoongi sempat diam sejenak, mencoba mencerna maksud sang adik barusan.

"Hoseok-ah, apa maksudmu?!"

"Iya hyung."

"Eomma tiada karena aku!"

"Saat itu kami akan pergi ke new york."

"Namun saat di perjalanan, mobil appa mengalami kecelakaan."

"Appa selamat namun harus menjalani operasi."

"Sedangkan eomma....."

"Eomma meninggal ditempat karena melindungiku hyung!!" pernyataan hoseok barusan menimbulkan rasa percaya tidak percaya untuk yoongi.

Pemuda dengan kaos hitam itu terdiam seribu bahasa. Dirinya tak tau harus berkata apa.

"Argh....." tiba-tiba, yoongi memekik kesakitan. Kedua tangannya meremas kepalanya kuat. Hoseok yang melihat hal itu panik bukan main.

"Yoongi hyung, kau kenapa?!" tanya hoseok dengan wajah paniknya.

Perlahan, pemuda delapan belas tahun itu mulai kembali mengingat kenangan bersama dengan hoseok sebelum tiga tahun yang lalu.

Semua kenangan yang ada di dalam album foto itu perlahan dapat yoongi ingat kembali.

Yoongi yang semula menunduk, perlahan kepalanya kembali terangkat. Menatap lekat ke arah sang adik yang tengah duduk tepat di depannya. Tatapannya amat tajam, napasnya nampak naik turun tidak beraturan.

"Hyung, apa perlu aku panggilkan chanyeol hyung?!" tanya hoseok khawatir.

"Aku sudah kembali mengingat semua!!" hoseok terdiam.

"Aku ingat bahwa kau memang benar-benar adikku!!"

"Adik kandungku!!" perlahan, senyuman hoseok merekah.

"Benarkah?"

"Hyung sudah ingat semuanya?!" tanya hoseok antusias.

"Ya aku ingat!!"

"Aku juga ingat bahwa kau memang benar penyebab kematian eomma!!" saat itu juga, raut wajah hoseok berubah.

"Hyung....."

"KAULAH PENYEBAB KEMATIAN EOMMA HOSEOK!!" Suara yoongi meninggi. Tidak, dia berteriak.

Tak hanya itu, pemuda dengan kaos hitam itu mencengkeram kuat kedua lengan pemuda dengan kaos hijau di depannya.

"Karenamu juga aku mengalami kecelakaan hingga amnesia!!"

"KENAPA BUKAN KAU SAJA YANG MATI HOSEOK!!" amarah yoongi semakin menjadai-jadi. Tanpa terasa, cairan bening menetes dari kedua matanya.

Hoseok terdiam. Rasa bersalah kembali menghantuinya. "Maaf hyung!!"

"Aku benar-benar minta maaf!!" ujar hoseok tulus.

"Apa maafmu bisa menghidupkan eomma kembali?!"

"Tidak kan!!" yoongi mendorong tubuh hoseok kebelakang. Hampir saja yang lebih muda terjatuh dari sofa.

"Pergi dari hadapanku!!" hoseok seketika menoleh ke arah sang hyung. Suara pemuda di depannya itu memelan. Namun entah kenapa rasanya masih sama menyakitkannya.

"Hyung, kau?"

"AKU BILANG PERGI DARI HADAPANKU!!"

"KALAU PERLU PERGI JAUH-JAUH DARI RUMAH INI!!"

BEST BROTHER - ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang