23

370 40 14
                                        

🅱🅴🆂🆃 🅱🆁🅾🆃🅷🅴🆁

Hoseok berjalan menelusuri jalan raya dengan satu koper berwarna hitam di tangannya. Dirinya terus berjalan meski tak tau kemana arah tujuannya.

Hari semakin gelap. Namun hoseok masih berkeliaran di jalanan. Dan tiba-tiba, darah menetes dari hidungnya. Hoseok yang menyadari hal itu segera menyekanya.

Pemuda dengan cardigan ungu muda itu duduk di sebuah halte setelah merasa kakinya amat sakit karena sudah berjalan selama berjam-jam.

Tiba-tiba, pandangannya mulai kabur. Kepalanya terasa sakit yang amat luar biasa. Disana hoseok sendirian, entah kenapa tak ada siapapun kecuali kendaraan yang tengah berlalu lalang. Setelah tak dapat menahan rasa sakit di kepalanya lagi, hoseok jatuh pingsan.

Pemuda berusia enam belas tahun itu mengerjap-ngerjapkan matanya. Mencoba menyesuaikan netranya dengan cahaya lampu yang cukup terang itu.

Perlahan dengan bantuan kedua tangannya, hoseok bangkit dari tidurnya. Mendapati seorang pemuda tengah duduk di kursi yang tak jauh dari dirinya.

"Hoseok, kau sudah bangun?!" tanya pemuda dengan kaos hitam itu.

"Hyung, bagaimana bisa?....." kedua mata hoseok terbelalak, setelah menyadari siapa gerangan pemuda yang sudah menyelamatkan hidupnya itu.

Yang lebih tua berjalan mendekat. Berakhir duduk di samping hoseok. "Tadi aku melihatmu pingsan di halte bus."

"Karena kebetulan rumahku lebih dekat dengan halte, jadi aku memutuskan untuk membawamu pulang kerumah saja lalu memanggil dokter!!" jelas pemuda yang kini tengah berhadapat dengan hoseok.

"H-hyung memanggil dokter?" yang ditanya mengangguk sebagai jawaban.

"Jadi.... Apa itu artinya hyung juga sudah tau mengenai penyakitku?" Lagi-lagi yang ditanya mengangguk.

"Ya, aku tau hoseok!!" jawabnya jelas.

Seketika itu kepala hoseok tertunduk.

"Hoseok-ah, apa hyung mu tau soal penyakitmu ini?"

Yang ditanya menggeleng. "Tidak hyung!!"

"Yoongi hyung tidak tau!!" jawabnya masih dengan kepala tertunduk.

"Sudah kuduga!!"

"Jika yoongi tau, dia tak mungkin tega mengusirmu dari rumah!"

"Aku tau yoongi tak sejahat itu!!"

Setelah pernyataan pemuda yang lebih tua darinya itu, hoseok akhirnya kembali mengangkat kepalanya. Menatap ke arah pemuda yang sedari tadi tengah ia ajak bicara.

"Hyung tau darimana kalau yoongi hyung mengusirku?" tanya hoseok dengan raut wajah nampak penasaran.

"Ck, tadi saat menemukanmu aku melihat koper di sampingmu."

"Jika bukan diusir, lalu untuk apa kau membawa koper besar di jalanan?!"

"Dan ya."

"Jangan tanya darimana aku tau kalau yoongi yang sudah mengusirmu."

"Sebab siapa lagi yang bisa melakukan hal keji itu kalau bukan dia?!"

BEST BROTHER - ENDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang