26. Why the rush?

3.3K 239 8
                                        

Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..

So, let's reading...

#…………….#

Naruto pergi ke lembah akhir, tempat di mana dia dan Sasuke bertarung setelah mengalahkan Kaguya, sampai dengan cepat karena dia pergi menggunakan Hiraishin. Lantas duduk di salah satu batu.

Luka lamanya kembali teringat, saat dia mendengar ucapan Sasuke yang berkali-kali bicara untuk membiarkan si raven itu mati. Kepergian Neji, kepergian Jiraiya, kepergian Sandaime Hokage. Kepergian orang-orang berharga nya. Dia mengingat mereka yang pergi satu persatu. Lalu Sasuke juga ingin mati, ingin meninggalkannya sendiri, ingin menyusul mereka.

Dia sedang berpikir tentang kehadiran dirinya yang justru selalu membuat orang lain pergi, dia bahkan berpikir melantur bahwa kehadirannya adalah sebuah pembawa hal buruk untuk orang di sekitar, ketika makhluk berjubah putih dan rambut yang juga putih datang tiba-tiba, lalu membawanya secepat kilat pergi ke suatu dimensi saat Naruto masih loading.

Hingga begitu salah satu makhluk jelek itu menyedot chakra nya menggunakan sebuah pancingan berbenang merah, Naruto baru sadar kalau dia ternyata diculik?! Apa yang tadi dia pikirkan sampai tidak sadar kalau sudah pindah dimensi?! Astaga, ceroboh sekali memang.

Kesal dengan pemikiran itu, apalagi makhluk-makhluk jelek yang ternyata Ōtsutsuki tersebut bicara tentang kyuubi yang akan mereka ambil, Naruto emosi. Dan kemudian terjadilah pertarungan sengit antara mereka. Separuh pertarungan itu dia yang melawan ketiganya. Tapi separuh akhir, Kaguya, yang tanpa orang-orang tahu jiwanya tersegel pada Naruto, mengambil alih pertarungan. Jadilah pertempuran sengit itu terjadi hampir seharian, dan Naruto cukup beruntung karena para Ōtsutsuki membawa nya ke dimensi lain, jadi dia bisa bergerak tanpa menarik perhatian orang-orang juga tidak menyebabkan kerusakan yang jelas akan sangat merusak.

Jangan tanya luka yang didapat Naruto, dia melawan tiga Ōtsutsuki sendirian, jelas pemuda itu akan kewalahan walau dibantu Kaguya. Masih untung dia bisa mengalahkan para alien berwajah tebal seperti setan itu. Apalagi sejak dari rumah, dia justru dengan sengaja memblokir chakra Kurama.

Dia juga tak tau kenapa melakukan itu. Yang pasti dia nanti akan mendengar ocehan si rubah yang marah karena chakra nya diblokir dan tak dibiarkan membantu nya melawan para alien.

Seingatnya terakhir, adalah Kaguya membuka sebuah pintu dimensi, mengembalikan kendali dirinya, lalu ia jatuh melayang di udara, kehabisan chakra.

Yah, itu lah yang terjadi. Dia hanya pergi seharian, dan kenapa Sasuke bilang sampai satu bulan?? Naruto memang butuh waktu untuk bangun karena kehabisan chakra, tapi dia paling hanya butuh waktu sebentar untuk mengisi ulang chakra nya lagi, kan? Tidak mungkin sampai satu bulan tak sadarkan diri hanya karena kelelahan chakra. Entahlah, pikirkan saja nanti.

Dini hari sekali, Naruto yang tidak suka dengan bau obat ataupun bau rumah sakit, pulang dari rumah sakit tanpa memberitahu yang lain, dengan Sasuke yang masih terlelap di dekapan. Dia pulang ke rumah menggunakan shunshin. Lagian, dia malas terlalu lama di ruangan berbau obat itu. Inginnya si pirang kembali berbaring di samping Sasuke, tapi dia ingin mulai memperbaiki diri untuk suami kecilnya.

Naruto tidak mau, Sasuke merasa hanya menjadi pelampiasan lalu berkeinginan pergi lagi darinya. Sungguh, Naruto tidak akan melepas lelaki tersebut apapun yang terjadi, oh, benarkah?

Jadi setelah menaikkan selimut sebatas pundak Sasuke, mencium kening dan sudut pelipis si suami kecil, Naruto beranjak ke dapur, hendak mengeluarkan kemampuannya untuk memasak sarapan. Beruntung sekali persediaan dapur masih tersedia lumayan banyak, jadi Naruto tidak perlu harus repot keluar disaat sedang ketempelan setan keluarga Nara. Apalagi kalau bukan menjadi seorang pemalas akut?!

Segera saja si pirang begitu fokus pada alat-alat dapurnya dan isinya yang masih sedang dalam masa pembuatan.

Hingga ia bahkan tak mendengar suara langkah kaki yang tergesa, dan dia baru teralih saat di belakangnya terdengar suara gedebuk kencang.

Naruto berbalik, terkejut.

Jelas dia akan terkejut, karena Sasuke jatuh bertumpu pada lutut di pintu penghubung antara dapur dan ruang tengah.

"Sasu, ada apa?? Kenapa kau terburu-buru?" tanya Naruto sambil segera menghampiri lalu mengangkat Sasuke ke pelukannya.

Sasuke hanya menggeleng, tangan kanan nya berada di depan dada. Rasanya sesak, tapi dia menahan diri. Lagipula yang ini tidak separah biasanya. Sasuke kira lelaki pirang itu pergi lagi, saat dia membutuhkan nya. Sebab setiap kali napasnya dipacu dengan ritme tak teratur, yang dia ingat hanya Naruto.

"Hey, tenanglah. Coba bicara padaku, sebenarnya ada apa?"

"Tidak."

"Kalau begitu tunggu sebentar, ya."

Sasuke didudukkan di kursi, lalu Naruto mempercepat kegiatan memasaknya yang memang sebentar lagi selesai.

Tak lama kemudian, sepiring puding dibawa oleh Naruto.

Kening Naruto berkerut saat melihat Sasuke yang tak biasa. Dan lagi, dia kira Sasuke akan menjauh, ternyata tidak. Walaupun beberapa respon nya menyesakkan.

#.........#

Vote and comment please 💗

Please, Stay With Me Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang