"Tuan up bisakah kita melakukannya di tempat lain jangan di kantor,"
"Apa kamu malu hmm"
"Apa kamu bisa menghentikan ku poom, aku nggak bisa menahan lebih lama lagi, aku ingin segera melakukannya"
Up terus menerus mencium poom, sambil melepaskan kancing baju poom,
"Tuan up saya mohon jangan disini" Minta poom.
Mendengar poom mengatakan itu, up berhenti dan mengacingkan baju poom kembali,up pun beranjak dari atas poom dan kembali kemejanya, poom yang melihat itu merasa bersalah dan mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka berdua, hanya keheningan yang ada di ruangan tersebut, hingga jam pulang,poom membereskan meja nya, tiba tiba up menarik tangannya buru buru.
"Tuan up pelan pelan jalanya"
"Tidak ada waktu poom Kita akan ke tempat ku, sekarang masuklah ke dalam mobil"
Poom menurut apa kata up,di perjalanan poom merasa gugup,dia hanya diam membeku di sebelah up, menyadari itu up memegangi tangan poom,dan tersenyum kepadanya.
"Bukannya kamu juga ingin melakukanya poom, kenapa kamu begitu gugup?"
"..........
Tidak ada jawaban apapun dari poom,
Sesampainya di apartemen mewah milik up, mereka pun turun dari mobil, dan up langsung menggandeng tangan poom menuju ke kamar apartemen tersebut,
Di depan pintu, up segera membukakan pintu dan menarik poom hingga poom menempel ke dinding, nggak ada ruang untuk poom kabur lagi, up yang ada di depan poom hanya terus menatap bibir poom yang membuat poom mengalihkan pandangannya, up memegang dagu poom dan mengarahkan ke hadapan up,
"Kau malu poom? " (Entah kenapa itu sangat lucu, melihat poom yang tersipu)
Poom hanya terdiam melihat bosnya itu,
Dengan malu malu,
Up memegang tangan poom dan menciumnya, dan membawa poom ke tempat tidur, up perlahan mendorong poom hingga posisi terlentang, up mendekat dengan posisi up berada di atas poom, up mendekati wajah poom dan langsung menyatukan bibir mereka berdua, poom yang terus yang di serang oleh ciuman up, hanya bisa pasrah hingga lidah mereka saling bertemu yang membuat suasana begitu intens bagi mereka berdua, perlahan up membuka semua pakaiannya, yang membuat poom terkejut, dan melanjutkanya lagi.
"Hmm tuan up" Poom mengerang
Mendengar itu up semakin bersemangat dan banyak meninggalkan bekas kepemilikan di badan poom, dan masih ingin membuat nya semakin banyak lagi,
"Poom aku nggak tahan lagi, boleh kah aku memasukannya sekarang? " Tanya up
Poom yang mendengar itu hanya mengangguk pelan, sambil tersenyum
Up melihat itu, membalas senyuman poom dan kembali menciumnya, semakin lama ciuman yang di lontarkan up semakin brutal sampai poom tidak bisa bernapas sampai akhirnya up melebarkan kaki poom, yang menandakan up bersiap untuk memasukkan miliknya ke poom,
"Tunggu tuan up, apa kamu tidak menggunakan pengaman, kau akan langsung memasukannya seperti itu?" Tanya poom.
Up hanya tersenyum licik dan tanpa aba aba langsung memasukan miliknya yang membuat poom histeris
"Akhhh!!! "
"Tenang poom rilek kan badan mu"
"Akhh ini sangat sakit tuan up saya tidak menyukainya" Sambil menangis
"Tenang poom jangan tegang, tidak apa apa" Sambil mencium pelipis poom
"Aku akan mergerak perlahan"
Poom mengangguk, dan up mulai menggerakkan pingganya perlahan
KAMU SEDANG MEMBACA
OBSESSION
RomanceDimana up yang ditinggal kan oleh kekasihnya, yang membuatnya terpuruk dan memiliki trauma, sampai dia bertemu dengan poom salah satu karyawan di kantornya, ! WARNINGGGGG! 🔞🔞
