Chapter O1

10K 628 24
                                    

Selamat membaca
Jangan lupa vote dan komen
.
.

Lee Enterprises

Renjun melangkahkan kakinya memasuki kantor tempatnya bekerja dua tahun terakhir, senyum manis tidak lepas dari bibirnya.

"Pagi Ren."

"Pagi Yeri Noona."

Renjun membalas ramah setiap sapaan dari para pegawai kantor yang dia temui, ia cukup dikenal sebagai pegawai yang ramah dan suka menebar senyum, tidak lupa juga dengan paras tampan menjurus ke cantik dan imut miliknya itu.

Kini Renjun berdiri di depan lift, menunggu lift itu turun dan membawanya naik ke lantai 15 dimana ruangannya berada, sekaligus lantai paling atas kantornya.

"Pagi Injun."

"Pagi Mark Hyung." Renjun tersenyum, membalas sapaan dari Mark Lee yang merupakan Bossnya disini. Sekarang Mark dan Renjun sama – sama berada di lift yang membawa mereka naik.

"Selalu cantik seperti biasanya." puji Mark dan dibalas tawa merdu pria mungil itu.

Mark tidak bohong dengan ucapannya, Renjun selalu cantik, rapi dan sangat wangi setiap hari. Terkadang Mark bertanya – tanya berapa lama waktu yang Renjun butuhkan untuk sekedar bersiap ke kantor, anak ini benar – benar memukau.

"Apa saja jadwalku hari ini?"

"Jadwal hari ini hanya menghadiri meeting dengan Vertex Inc. pukul 10 nanti."

"Bagus, tolong setelahnya kosongkan jadwalku, alihkan semua janji yang masuk hari ini ke besok atau lusa."

Renjun mengikuti langkah Mark sampai ke ruangannya setelah keluar dari lift. "Baik, ada lagi yang perlu saya catat?"

Mark mendudukan dirinya di kursi kebesarannya "Setelah meeting ikut aku makan siang, ada hal penting yang ingin aku bicarakan." Setelah mengangguk setuju Renjun pamit untuk kembali ke ruangannya sendiri.

Mark merupakan Direktur Utama sekaligus anak dari pemilik perusahaan tempat Renjun bekerja dan Renjun sendiri bekerja sebagai sekreteris pribadi Mark.

Kenapa bisa Renjun memanggil Mark dengan sebutan 'Hyung' dibanding panggilan untuk 'Boss' karena permintaan dari pria itu sendiri. Ketika membahas sesuatu di luar pekerjaan Renjun akan memanggil dengan sebutan 'Hyung' begitupun sebaliknya, ia akan memanggil dengan sopan ketika sedang membahas hal mengenai pekerjaan. Pria kelahiran Kanada itu sudah menganggap Renjun seperti adiknya sendiri.

Meeting hari ini berjalan lancar, Vertex Inc. akan datang kembali minggu depan untuk membahas kerjasama perusahaan mereka. Sesuai ucapan Mark tadi pagi, kini Renjun dan Mark sedang makan siang di restoran sushi seberang kantor.

"Ada yang ingin kubicarakan padamu Ren."

Renjun menghentikan suapannya dan memfokuskan diri kepada Mark, jarang – jarang pria itu berbicara serius seperti ini dengannya. "Mulai minggu depan aku tidak akan datang ke perusahaan lagi." Renjun mendadak sedih, moodnya untuk makan hilang entah kemana. "Kenapa?"

"Perusahaan cabang yang ada di Kanada sedang bermasalah, aku harus pergi kesana dan membantu daddy untuk mengurusnya." Mark memperhatikan ekspresi sedih Renjun. "Minggu depan adikku yang akan menggantikan posisi direktur, jadi mulai minggu depan Injun akan menjadi sekretaris adik Mark Hyung."

Injun adalah panggilan spesial dari Mark untuk Renjun saat hanya berdua atau ketika Mark dalam mode 'Kakak' untuk Renjun.

Sedih rasanya harus berpisah dengan Boss sebaik Mark. "Semoga perusahaan di Kanada segera membaik dan Mark Hyung bisa secepatnya kembali kesini. Injun pasti akan merindukan Mark Hyung nanti." bibirnya melengkung kebawah seperti akan menangis dan mengundang gelak tawa dari yang lebih tua.

"Adikku namanya Jeno, dia seumuran denganmu. Jangan terkejut jika bertemu dengannya, dia memang terlihat galak dan cuek, tapi sebenarnya baik." Mark sedikit memberi penjelasan mengenai adiknya.

"Tapi pekerjaanmu kali ini sedikit berbeda. Aku mau kau tinggal dengan Jeno dan membantu mengurus keperluannya di rumah, bukan hanya di kantor saja."

Renjun tentu terkejut dengan permintaan Mark, apa maksud Mark dia harus bekerja 24 jam? Membayangkan saja membuatnya lemas dan ingin menangis lagi. "Maksudnya Injun harus bekerja 24 jam dan harus tinggal satu rumah dengan adik Mark Hyung?"

"Tidak sampai 24 jam Injun, hanya urus pola makannya dan mungkin juga menyiapkan keperluannya sebelum bekerja, anak itu tidak bisa mengurus dirinya dengan benar jika hanya di rumah sendiri. Dia sering sekali mengabaikan jam makannya, jika tidak ada yang memaksa."

Renjun terdiam, dirinya ragu untuk menerima tawaran ini. Bagaimana kalau si Jeno itu galak dan menyebalkan, bisa – bisa dirinya darah tinggi sendiri. "Sepertinya aku tidak perlu menginap, lebih baik datang pagi – pagi sekali ke rumah dan menyiapkan semuanya, lalu saat malam aku akan pulang ke apartemenku sendiri."

"Paling tidak tinggal lah di rumah tiga bulan kedepan, sampai anak itu benar – benar bisa mengurus dirinya sendiri. Jika kau mau, semua kebutuhan akan Hyung sediakan dan Injun hanya perlu mengurus Jeno. Hyung juga akan memberimu gaji 2 kali lipat." bujuk Mark.

"Bagaimana, ini juga permintaan dari orang tua hyung?"

Sosok imut itu kembali memikirkan tawaran dari Mark. Jika gajinya semakin banyak, dia bisa menabung lebih banyak. "Tapi aku bebas mau kemana saja kan, tidak harus selalu disekitar adik Hyung?"

Mark mengangguk pasti sebagai jawaban.

"Baiklah, hanya tiga bulan." final Renjun. Mark mendesah lega,setidaknya hidup Jeno bisa lebih teratur sementara, sampai dia terbiasa.

TBC


Huang Renjun - Sekretaris Direktur

Mark Lee - Direktur Utama Lee Entreprises

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Mark Lee - Direktur Utama Lee Entreprises

Mark Lee - Direktur Utama Lee Entreprises

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Boss & Baby | NorenTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang