"Hareee..."
Harry mengernyit mendengar panggilan itu. Suara Ron, tapi kenapa aneh sekali? Dia menoleh ke samping, hanya untuk menyadari bahwa Ron tidak ada di sana. Saat dia melirik ke belakang, dia menemukan Ron tertinggal beberapa langkah, wajahnya pucat dan tegang.
"Help me..." Ron berbisik lemah, suaranya bergetar seperti orang sekarat.
Harry memicingkan mata, bingung. "What?"
Ron menunjuk ke atas kepalanya dengan lirikan panik. "La... la-laba-laba," katanya terbata-bata, nadanya begitu tercekik seolah dia sedang menghadapi monster raksasa, bukan seekor serangga.
Harry mendekat dengan ragu, berusaha mengintip ke rambut merah sahabatnya yang acak-acakan. Akhirnya, matanya menangkap sesuatu yang bergerak-gerak kecil di sana-seekor laba-laba hitam mungil yang tampaknya sedang berjalan-jalan di antara helai rambut Ron.
Harry menelan ludah, bersiap-siap mengusirnya dengan hati-hati. Namun, tiap kali tangannya mendekat, dia malah ragu-ragu dan menariknya kembali, takut membuat laba-laba itu semakin panik dan bergerak lebih cepat.
Ron mendesis frustrasi, suaranya semakin mendesak. "Harry... demi Merlin, cepatlah!"
"Shut up," Harry mendesis balik, nadanya penuh ketegangan. "Aku sedang mencoba!"
Tepat ketika Harry hampir menyentuh rambut Ron, BRUK! Sebuah hantaman keras mendarat di kepala Ron, membuatnya oleng ke depan beberapa langkah. Ron mengerang kesakitan, satu tangan memegangi kepalanya yang sekarang terasa berdenyut-denyut.
"Bukan aku!" Harry langsung mengangkat kedua tangannya, mundur dengan cepat. "Sumpah, itu bukan aku!"
Ron yang masih dalam keadaan setengah pingsan, menoleh dengan pandangan bingung, hanya untuk menemukan Hermione berdiri di belakangnya dengan senyum penuh kemenangan di wajahnya, memegang sebuah buku tebal yang baru saja dia gunakan untuk memukul kepala Ron.
"Kau GILA, 'Mione!" Ron memekik, matanya melotot tak percaya. "Kau mau membunuhku, ya?!"
Hermione, dengan santai menarik kembali bukunya, lalu menyeringai manis. "Hanya laba-laba kecil, Ron. Kau kan tahu aku ahli menangani hal-hal seperti itu."
Ron mengelus-ngelus bagian kepalanya yang barusan dihantam, wajahnya masih menunjukkan ekspresi campuran antara kesakitan dan kaget. "Aku ada pertandingan Quidditch nanti, tahu! Aku butuh otak ini berfungsi penuh! Kepala ku harus tetap utuh!"
Harry tidak bisa menahan tawanya. Dia menepuk bahu Ron, sambil berujar, "Selamat datang di metode pengendalian hama Hermione."
Hermione mendekat, wajahnya serius namun masih terlihat geli. "Aku hanya memastikan kau fokus, Ron. Sekarang kau bisa lebih tenang, kan? Tidak ada lagi laba-laba."
Ron mendengus, menatapnya tajam. "Ada cara yang lebih lembut buat mengusir laba-laba, Hermione. Kau tidak perlu menghancurkan kepalaku."
Hermione hanya mengangkat bahu dengan santai. "Tapi efektif, bukan? Laba-laba itu sudah pergi, kan?"
Harry tertawa, hampir tersedak melihat ekspresi Ron yang masih setengah terguncang. "Kau harus berterima kasih, Ron. Kalau tidak, mungkin laba-laba itu sudah bikin sarang di rambutmu."
Ron mengangkat tangannya ke udara dengan frustrasi, tapi kemudian meledak tertawa. "Sarang laba-laba di rambutku? Aku bukan Hagrid!"
Mereka bertiga akhirnya tertawa bersama, derai tawa yang sejenak mengusir segala ketegangan. Suasana persahabatan terasa sangat kuat di antara mereka-kehangatan yang hanya mereka bertiga pahami setelah bertahun-tahun melewati suka dan duka bersama di Hogwarts.
KAMU SEDANG MEMBACA
MINE : DRAMIONE (COMPLETE)
FanfictionNb : Setiap cerita punya alur masing-masing yaa. Termasuk cerita ini ada progres dan beberapa masalah yang aru tambahkan dan gak ujug-ujung ke Dramione nya yaaa :) Bukan hanya kisah romansa juga masalah baru yang terbit. Pasca perang, Draco Malfoy...
