"Let's break up."
Draco tetap diam, tatapannya tak lepas dari Astoria yang kini berdiri di depannya dengan senyum yang berbeda dari biasanya. Ada ketenangan yang aneh dalam senyumnya, sebuah ketegasan yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Mata mereka bertemu, dan Draco bisa merasakan sesuatu yang hilang di antara mereka. Tidak ada lagi kebingungan, tidak ada lagi keraguan.
Astoria menarik napas panjang, lalu berbicara lagi dengan nada yang lebih ringan, lebih tulus. "I'm not in love with you. Aku nggak benar-benar mencintaimu," katanya, suaranya terdengar tegas, tanpa beban. "Maksudku, tidak lagi. Dan tidak akan pernah lagi, Drake."
Alih-alih merasakan kekosongan atau kesedihan, Draco malah merasa seperti beban yang telah lama ia pikul akhirnya terangkat. Kata-kata Astoria terasa seperti kunci yang membebaskannya dari penjara emosional yang sudah lama ia hadapi. Tak ada keinginan untuk melawan, tak ada rasa sakit. Hanya ada kelegaan.
Astoria tersenyum lebar, bukan dengan kepedihan, tetapi dengan kepastian yang seolah menyatakan bahwa keputusan ini adalah yang terbaik bagi mereka berdua. Dia melanjutkan, "Mungkin aku pernah mencintaimu, tapi..." Ia terdiam sejenak, lalu mengangguk pelan. "No. Sekarang tidak lagi."
Suasana di antara mereka terasa lebih ringan, meski lorong kastil malam itu tetap dingin. Draco menghela napas, namun kali ini tanpa penyesalan. Tak ada lagi perasaan bersalah yang menghantui, tak ada lagi dilema yang membuatnya merasa terjebak. Ini yang ia tunggu—sebuah alasan untuk benar-benar mengakhiri hubungan yang tak pernah berakar dalam cinta sejati.
Astoria melangkah lebih dekat, matanya tetap tenang, namun di baliknya tersimpan emosi yang dalam. "Aku akan hidup dengan caraku sendiri. Aku tidak mau ada hubungan hanya karena bloodline," katanya, suaranya tegas namun bergetar dengan kejujuran yang sulit. "Aku selalu berpikir bahwa garis keturunan adalah segalanya. Bahwa aku harus menjaga nama keluarga, menjaga tradisi. Tapi di balik semua itu, aku menyadari sesuatu... aku mencintaimu. Sungguh-sungguh. Mungkin lebih dari yang seharusnya."
Dia berhenti sejenak, menghela napas panjang, seakan berusaha menekan perasaannya sendiri. "Tapi sekarang aku harus berhenti. Aku harus berhenti mencintaimu," katanya dengan nada yang lebih tenang namun penuh penekanan, seolah kata-kata itu adalah keputusan yang telah lama ia pertimbangkan. "Aku sudah terlalu lama terjebak dalam perasaan ini. Dan aku tahu, Draco, cintaku ini hanya sepihak. Aku mencintaimu... tapi aku juga lelah terus menerus berharap tanpa pernah mendapatkan apa yang aku inginkan."
Pandangan Astoria menyapu wajah Draco, meneliti setiap garis dan lekuk yang pernah begitu ia kagumi, tetapi kini tampak seperti bayangan yang tak lagi bisa ia genggam. "Kau tidak pernah benar-benar mencintaiku seperti itu," lanjutnya, suaranya mulai terdengar lebih tegas lagi. "Dan aku sudah tahu itu sejak lama. Tapi aku terus memaksakan diri, terus berusaha berpura-pura bahwa ini bisa berhasil. Padahal di dalam hati, aku tahu kau mencintai orang lain."
Astoria menarik napas dalam-dalam, matanya berkaca-kaca namun ia tetap berdiri tegak, tak ingin menunjukkan kelemahan yang lebih dalam. "Mungkin aku pernah berpikir bahwa garis keturunan kita, bloodline, akan menjadi alasan kita tetap bersama. Tapi aku tak mau lagi hidup dengan ilusi itu. Aku tak mau menjadi wanita yang terus berharap pada cinta yang tak akan pernah terbalas. Dan kau juga tak harus merasa bersalah lagi."
Senyuman kecil terbentuk di bibirnya, tapi senyuman itu bukan karena bahagia, melainkan sebagai tanda bahwa ia sudah menerima kenyataan yang ada. "Ini bukan tentang darah, bukan tentang keluarga. Ini tentang kita. Aku... aku harus belajar mencintai diriku sendiri lebih dulu. Dan untuk itu, aku harus melepaskanmu."
Dia memandangnya sekali lagi dengan tegas. "Aku tidak akan mencintaimu lagi, Draco. Itu yang harus aku lakukan. Bukan karena aku tidak pernah mencintaimu. Tapi karena aku sudah cukup mencintai seseorang yang tak pernah bisa mencintaiku kembali."
KAMU SEDANG MEMBACA
MINE : DRAMIONE (COMPLETE)
FanfictionNb : Setiap cerita punya alur masing-masing yaa. Termasuk cerita ini ada progres dan beberapa masalah yang aru tambahkan dan gak ujug-ujung ke Dramione nya yaaa :) Bukan hanya kisah romansa juga masalah baru yang terbit. Pasca perang, Draco Malfoy...
