Bab 19

146 6 1
                                        

Lidya pun terbaring lemah di ranjang rumah sakit dan belum sadarkan diri sejak dibawa oleh raga dan Sean.

" Kasian ya lama lama liat nyonya, padahal itu anak tuan sendiri tapi gak diakui " Ucap Sean

" Gak usah ikut campur urusan tuan dan nyonya kita gak tau apa yang sebenarnya terjadi kan " Jawab raga

Kriinggg,,, kringgg
Handphone Sean pun berdering tentu dari tuan nya itu.

" Bagaimana keadaan lidya? " Tanya Chris

" Nyonya belum sadarkan diri tuan " Jawab Sean

" Lalu bagaimana keadaan bayi nya? " Tanya Chris

" Tadi kata dokter dikarenakan pendarahan hebat yang terjadi pada nyonya bayi nya tidak bisa di selamatkan tuan dan saya sudah minta untuk test DNA antara tuan dan bayi itu tapi belum keluar hasil nya tuan " Jelas Sean

" Kabari saya tentang apapun yang terjadi disana " Ucap Chris lalu mematikan telfon nya

" Hmmm.. Gimana ya kalau tuan tau keadaan nyonya yang kecil kemungkinan nya untuk memiliki anak lagi " Ucap sean

Raga pun hanya terdiam.

Tak lama kemudian Chris pun sampai dirumah sakit dan masuk ke kamar dimana lidya berada

" Bagaimana hasil test DNA? " Tanya chris

" Hasilnya sudah keluar tuan, silahkan " Ucap raga sambil memberikan secarik kertas kepada tuan nya

Chris langsung membuka lipatan kertas itu lalu betapa terkejutnya dia melihat hasil test DNA itu, sekujur tubuhnya lemas rasanya dunia nya benar benar hancur.

Tak percaya Chris melihat hasil test DNA yang menunjukkan hasilnya adalah bayi yang ia sia sia kan itu adalah anak kandungnya sendiri.

" Gak, gak mungkin. Ini pasti salah kan hasilnya. Saya gak mungkin memiliki bayi semenjak kecelakaan itu. Ini gak mungkin terjadii " Ucap Chris sambil tak percaya

" Tuan apakah anda baik baik saja? Mau saya panggil kan dokter? " Tanya raga

" Kalian pergi dari sini saya mau diruangan ini hanya saya dan istri saya " Ucap Chris

Sean dan raga pun pergi dari kamar tersebut.

Chris lalu duduk di sofa yang menghadap langsung ke lidya yang masih belum sadarkan diri.

" Kamu bener sayang, kamu menjaga diri kamu buat aku dan kamu bener sayang anak itu anak kita. Kamu gak pernah selingkuh. Maafkan aku sayangg " Ucap Chris yang masih duduk melihat lidya sambil meneteskan air mata

" Maafkan aku sayangg " Ucap Chris

Chris pun duduk di sebelah lidya sambil memegang tangan istrinya itu dan mencium tangannya itu, betapa besar penyesalan yang ada di dalam diri Chris.

" Aww sakittt " Ucap lidya yang merasakan sakit yang sangat luar biasa di bagian perutnya

" Sayangg, mana yang sakit " Ucap Chris

" Lepasin tangan aku, kamu ngapain disini? " Ucap lidya

" Sayangg, bagian mana yang sakit biar aku panggil dokter " Ucap Chris

" Bayi, bayi ku manaa?? Kenapa perut ku kecil. Anak aku mana Chris " Tanya lidya dengan histeris

" Sayangg kamu tenang dulu yaa " Ucap Chris menenangkan lidya

" Enggak, lepass... Jangan pernah kamu berani sentuh anak ku... Mana anak kuu " Teriak lidya

" Sayangg, tenang duluuu " Ucap Chris

Seketika lidya pun teringat oleh kejadian yang terjadi pada nya.

" Gara gara kamu aku jatuh dari tangga, gara gara pacarmu aku kehilangan anak ku.. Pergi kamu dari sini aku gak mau liat pembunuh anak ku ada disini " Ucap lidya

" Sayangg, itu anak kita bukan hanya anak kamu " Ucap chris

" Hahaha, apa kamu bilang? Anak kita? Setelah apa yang kamu lakukan dan sekarang dia sudah tidak ada pun kamu bilang dia anak kita? Bukan dia hanya anak aku dan bukan anak siapa pun " Ucap lidya sambil menangis

" Sayangg, maafkan aku sayangg. Aku mau tebus semua kesalahan ku sayangg. " Ucap Chris

" Kamu mau tebus semuanya kan? Lepasin aku. Biarin aku hidup sendiri di Indonesia " Ucap lidya

" Aku gak akan lepasin kamu dan jangan pernah berharap kamu bisa lepas dari aku " Ucap Chris

Lalu Chris pun pergi dari kamar itu dengan rasa marah, menyesal, takut menjadi satu.

Lidya pun kembali meratapi nasib nya yang telah kehilangan anaknya itu.

" Maafin mamah sayang, mamah gak bisa jagain kamu " Ucap lidya sambil menangis

-----------------------------------------

Beberapa hari pun berlalu lidya pun sudah diperbolehkan pulang oleh dokter dan kembali kerumah Chris

" Hai mandul, udah sembuh? " Tanya hana

Lidya hanya melirik hana lalu masuk ke kamarnya di ikuti oleh Chris

" Ihh sayang, ngapain sih kamu ikutin dia " Ucap hana

" Aku mau taro barang dia di kamar dia " Ucap chris melepaskan tangan hana  lalu masuk ke kamar lidya

Sesampainya di kamar lidya

" Kamu butuh bantuan apa lagi? " Tanya Chris sambil mendekati lidya

" Kamu tau kan pintu keluar dimana? Aku butuh istirahat " Ucap lidya

" Sayangg, aku temenin kamu disini ya " Ucap Chris

" Kamu gak budeg kan? Aku mau istirahat " Ucap lidya

Chris pun keluar dari kamar lidya lalu langsung pergi ke kantor

Sikap dingin lidya yang membuat chris serba salah, dia sangat merindukan istrinya yang dulu.

Lidya pun berbaring di kasurnya sambil meneteskan air mata

" Aku sekarang bukan wanita seutuhnya, aku di vonis untuk tidak bisa hamil lagi jadi untuk apa aku ada disini? " Ucap lidya

Tak lama kemudian lidya pun turun kedapur untuk mengambil minum

" Nyonya, butuh bantuan? Panggil bibi aja " Ucap bibi

" Gak perlu bi, aku baik baik aja kok " Ucap lidya

" Ohh akhirnya keluar juga nih si mandul " Ucap hana

" Bibi boleh kebelakang dulu? Saya mau ngomong sama hana " Ucap lidya

" Baik nyonya " Ucap bibi

" Kamu yang buat anak saya meninggal, kamu mau apa sekarang " Ucap lidya

" Saya mau suami mu " Ucap hana

" Kamu tidur sama suami ku, kamu tinggal disini sama suami ku apa itu masih kurang? " Tanya lidya

" Aku mau dia menikahi ku " Ucap hana

" Silahkan buat dia menikahi mu tapi dengan satu syarat buat dia menceraikan aku dulu baru kalian boleh menikah " Ucap lidya lalu naik ke kamarnya lagi

" Hmmm, dia pikir sulit membuat Chris menceraikan nya? " Ucap hana lalu pergi ke kamarnya

Lidya pun kembali masuk kedalam kasurnya karna masih terasa sakit dibagian perutnya setelah operasi

" Aku harap dia bisa membuat chris menceraikan aku. Aku ingin kembali ke Indonesia dan memulai semuanya dari nol disana " Ucap lidya

" De, maafkan mamah ya. Mamah terlalu lemah untuk menjaga kamu de. Harusnya kamu masih ada di perut mamah " Ucap lidya lalu menetekan air matanya lagi

Malam pun tiba dan Chris sudah pulang dari kantornya.

Chris pun langsung masuk ke kamar lidya tanpa memperdulikan hana yang sedang menunggunya di kamarnya.

Chris pun ganti baju dan mandi dikamar lidya lalu merebahkan tubuhnya disebelah lidya.

Lidya yang sedang tertidur tak menyadari adanya Chris di sebelah nya sedang memeluknya dari belakang

Saya Mau KamuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang