Awas baper, awas salting ><
Seorang Gus muda yang terkenal Alim, tampan, dan bijak sana yang harus menikahi santriwati ponpes Al-Ahzar lantaran perjodohan dari kedua orang tuanya.
Bagaimana kira-kira akhir dari kisah rumah tangga mereka berdua?
17+...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Lagi dan lagi air mata Athar jatuh menetes, membasahi kedua pipinya saat membaca lembaran demi lembaran isi dari buku Diary milik Mayra. Di dalam buku Diary itu Mayra menuliskan banyak sekali kata-kata dan pesan-pesan, lembaran demi lembaran, satu persatu Athar baca dan memahami isi dari tulisan tersebut, sedetik kemudian air matanya menetes.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Sayang.." lirihnya saat melihat foto dirinya yang tengah bersama dengan Mayra, foto di saat Mayra tengah menari bahagia di sebuah taman dengan air sungai di sampingnya
Pemandangan saat itu, begitu indah sekali, bersama dengan sunset di sore hari, semakin menambah keindahan pemandangan kala itu.
Athar mengingat masa itu, masa masa kebersamaan nya dengan Mayra sebelum Humeyra hadir diantara keduanya. Masa masa yang begitu indah dan tidak akan pernah bisa terulang kembali.
Hatinya kembali berdenyut nyeri saat membaca kata-kata itu, yang tertulis di bawah foto mereka berdua. Ternyata selama ini Mayra juga begitu sangat mencintai dirinya, keduanya sama sama saling mencintai dan menyayangi. Tetapi mengapa tuhan harus mengambil Mayra dari kehidupannya untuk selama-lamanya?
"Mas merindukan mu sayang hiks..hiks.." gumamnya memeluk erat buku Diary tersebut sembari menatap ke atas langit-langit kamarnya
Athar benar-benar merindukan sosok kehadiran Mayra, hidupnya begitu sepi dan hampa sekali tanpa adanya Mayra di sisinya. Athar ingin Mayra bisa kembali ke dalam pelukannya, tapi apakah mungkin itu semua bisa terjadi, sedangkan Mayra sudah pergi meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya.
Yang tersisa saat ini hanyalah kenangan-kenangan manis yang Athar miliki saat Mayra masih bersama dengannya, kenangan dan kebersamaan yang tidak akan bisa terulang ataupun terjadi kembali dalam kehidupannya.
Kecelakaan yang menimpa dirinya, putri kecil mereka dan Mayra, menjadi penyesalan terbesar di dalam kehidupan Athar. Andai Athar tidak mengajak Mayra untuk pergi saat itu.. andai pula saja Athar juga tidak memaksa untuk menerobos jalan di saat hujan deras kala itu.. ini semua tidak akan pernah terjadi, Mayra pasti akan baik-baik saja sampai dengan detik ini.