17.

706 50 9
                                        

"wehh Oline bangun anjir" Larry berusaha membangunkan Oline dari tidurnya sebab ia terus mengigau.

"belum bangun ry?" tanya sander

"belum, dah capek gue anjir" ucap Larry 

"sini gue yang bangunin" Nicho datang bersama dengan Regio membawa air digayung. Nicho dan Regio saling bertatapan sambil tersenyum membayangkan wajah Oline yang disiram air yang mereka bawa berdua.

"Gua ga ikutan kalo oline marah" ucap Levi 

"Sama" sander, Larry segera mengambil tempat persembunyian ketika anak prindapan itu menyiram wajah Oline dengan air.

1

2

3

BYURRRR

Oline terperanjat kaget ketika wajah ganteng, kinclong, putih, dan bersihnya seperti terkena banjir dan segera bangun. ia melihat ke arah lantai apakah banjir atau tsunami yang datang tapi rupanya adalah sebakul ember yang dipegang Nicho dan Regio sambil tersenyum menampakkan giginya yang putih seperti penampakan.

"Happy birthday tu yuk bebehh" Ucap Nicho kemudian kabur meninggalkan Regio

sementara Levi dia pura-pura tertidur dan Sander dan Lily masih di tempat persembunyian mereka dengan tertawa pelan mereka keluar melihat kondisi Oline

"Piss, kaburr" Regio pun berlari keluar menyusul Nicho yang entah lari kemana

"NICHO, REGIO AWAS LO BERDUA DASAR BABIK" Oline berteriak sekencang mungkin, dadanya naik turun dan ia kembali duduk di sebelah Levi

"sabar" ujar Sander

"Peppa pig" Gumam Oline

"heh, gue bilang sabar dikatain bab* emang anj lu ye" Ucap sander

"sorry Nder" ucap oline

"Lo gamau pulang?" tanya Larry

"Jam berapa sekarang?" tanya balik oline

"Udah jam 22:34" Jawab Levi

"anjir, gue duluan"

Oline dengan panik mengambil barang-barang nya dan mengendarai motornya dengan cukup cepat. dia berfikir 1 menit bisalah sampai di rumahnya sebelum Si banteng itu datang menyeruduk

tak lama kemudian, usahanya itu tidak benar-benar lancar tapi semestinya sudah berusaha ya oline. ia bisa melihat Mobil papanya sudah terparkir dihalaman dan ada mobil kakak nya?

"Double kill" batin oline mendorong motornya ke garasi rumah dan berjalan perlahan sambil menendang rumput halaman rumahnya

dari arah balkon, sudah nampak seseorang yang melihatnya. ia tersenyum menatap oline yang seperti itu, lucu bukan? wkwk. ia berjalan meninggalkan balkon dan kembali turun ke ruang keluarga

Ceklek

suara pintu perlahan terbuka, menampakkan seseorang yang mereka cari ini sudah kembali ke rumah. keadaan yang semulanya tenang dan penuh tawa kini berubah menjadi tegang dan cemas

"Tetap berdiri disitu Damiarta" Titah Daniel berdiri dari duduknya, memindahkan Ribby dari pangkuannya

Oline tertunduk mendengar suara papanya dan langkah kakinya yang terdengar menyakitkan itu perlahan mendekatinya

"Ini sudah mau pukul 23:00 malam, mau dari mana saja?" Tanya Daniel sudah dihadapannya

"Oline habis ngumpul bareng teman-teman Oline" Jawab Oline yang semakin menunduk

"Kalau di tanya tuh liat orangnya" Daniel menjambak Rambut Oline memaksa agar dia melihatnya

"shh" Oline meringis kesatikan karena jambakan papanya itu terlalu kuat dan kasar, ia tidak peduli dengan luka nya yang belum sepenuhnya sembuh

"Bawa Ribby ke kamar sayang" Daniel menyuruh indah membawa Ribka masuk ke kamar nya dan menidurkan nya, sementara dirinya dan para anaknya Yang lain akan menyiksa oline di ruangan keluarga ini

"Rollan, ambil sabuknya" Rollan mengangguk dan mengambil sabuk yang sudah di siapkannya, ia berdiri di belakang oline menarik tangan nya ke belakang agar tidak lepas

sementara Adel dan flora membuka Baju kemeja oline dan hanya tersisah baju dalam saja

Daniel sudah bersiap-siap, Rollan memegang oline dengan kuat dan Adel dan juga flora sudah menjauh dari mereka bertiga

ctashh

ctashh

ctashh

ctashh

ctashh

5 cambukan berhasil mendarat di bagian, pipi kiri oline, perut, dada dan lengannya. Oline menunduk menahan kesakitan yang dia rasakan dan rasa panas yang menjalar, perlahan setetes darah mulai mengalir dari hidungnya, dia menggelengkan kepalanya agar darahnya tidak jatuh

"Kau sudah penyakitan rupanya? baguslah, syaa tidak perlu capek-capek untuk menghukum mu setiap hari lebih baik kamu mati dengan cepat" ucap Daniel memukuli perut oline dengan keras dan ia melakukan nya berkali-kali.

saudaranya? mereka hanya diam saja melihat oline yang disiksa, lagipun itu tontonan yang mereka terus tonton mulai dari oline kecil

tapi, diantara satu saudaranya. ada yang merasakan, sakit dan pedih melihat itu semua, dia bisa merasakan apa yang oline rasakan juga.

"uhuk uhuk, p p papa ampun" Oline bersusah payah meminta ampun tapi sepertinya ia tidak akan di dengarkan

"Saya harap kamu mati setelah ini Damiarta" Daniel mengangkat tubuh oline dan membantingnya di lantai yang dingin, mata oline terbelalak merasakan sakit yang sungguh lebih sakit daripada sebelumnya.

"akhh" Lenguhan keluar dari mulut oline sambil memegang belakangnya yang sakit karena tumbukan yang kuat itu.

"kalian pergi ke kamar, biarkan saja dia meringkuk hingga meninggal disitu" Daniel meninggalkan mereka semua pergi ke ruang kerjanya

dan saudaranya pun beranjak pergi ke kamarnya masing-masing, Adel masih diam berdiri disana melihat oline yang mulai meneteskan air matanya, ia bangkit sendiri walau ujung-ujung nya dia tetap jatuh akibat sakit yang ia rasakan.

"o-oline permisi ke kamar sebentar kak" Ucap Oline berjalan ke kamarnya.

"maafin kak Adel yin" batin Adel menyusul flora





































TBC.

SORRY KALAU ALURNYA KOCAK ACIR.

THX.

RABU/16/04/2025.

PUKUL: 00:13 WIT (WAKTU INDONESIA BAGIAN TENGAH)

TERTANDA: -NAD AKSXEE

masih ada 1 part lagi

DEAR OLINETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang