35

332 10 0
                                        

= ♧ 3 Tahun Kemudian ♧ =


Di salah satu Ballroom hotel ternama Korea, telah tertata dg sedemikian rupa dekorasi suatu pesta.


"Ekhm....Mohon Perhatiannya untuk para seluruh tamu undangan hari ini, izinkan saya memperkenalkan diri saya...Perkenalkan Saya Seokjin, MC untuk acara hari ini...." ucap Tn. Seokjin berdiri di mimbar yg tersedia dipojok stage.

"Baiklah,...hari ini, adalah hari bahagia untuk Sahabat saya, dimana dirinya merayakan pertambahan usianya yg semakin tua...hehehe....mianhae..."

Semua tamu tertawa mendengar sedikit jokes dari Tn. Seokjin itu.


"Dan untuk itu, saya akan mengucapkan Selamat Hari Kelahiran untukmu teman,...panjang umur selalu....sehat selalu..." ucap Tn. Seokjin.

Para sahabat Tn. Seokjin berkumpul dg keluarga mereka masing².


"Kepadamu, sahabat baikku, silahkan naik ke atas panggung untuk memberikan sepatah kata untuk kami...." panggil Tn. Seokjin.



 Seokjin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



Tn. Yoongi pun berdiri, tepuk tangan riuh menggema di ballrom acara itu, lalu beliau perlahan berjalan maju menghampiri Tn. Seokjin, Jay tersenyum menatap sang Ayah.


"Andai Eomma bisa mendampingi Appa..." batin Jay.

Tn. Yoongi sudah berdiri di atas panggung dan siap untuk memberikan sambutannya.




Tiba-Tiba....








BRak....

Pintu utama Ballroom terbuka keras, semua atensi menoleh ke arah pintu.


"Apa aku terlambat????" Tanya Ny. Wendy terengah² berdiri di pintu ballroom.

"Eomma..." ucap Jay terharu.

Tn. Yoongi perlahan menuruni panggung dan berjalan menghampiri Ny. Wendy yg juga berjalan di antara kursi para tamu menghampiri Tn. Yoongi juga.


Keduanya bertemu di tengah² ballroom, semua tamu berdiri untuk menghormati keduanya.



"Kau...bagaimana kau bisa datang????" Tanya Tn. Yoongi menatap haru Ny. Wendy.

"Tidak ada yg bisa menghalangiku menemui Suamiku..." ucap Ny. Wendy tersenyum kecil menahan airmatanya.

 Wendy tersenyum kecil menahan airmatanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
L . O . V . ETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang